Anak Kembarku Tanpa Deddy

Anak Kembarku Tanpa Deddy
melewati masa kritis


Bimo hanya bisa menggendong bayi nya dengan isakan tangis yang tak ada hentinya , Bimo tak bisa melihat istrinya yang tak berdaya seperti itu , dia sudah tak sanggup melihat istrinya yang sudah berbaring lemah selama 1 Minggu.


Bimo menunggu di luar bersama Oma dan Yuli yang juga ikut prihatin dengan keadaan Bimo serta istri nya apalagi anak mereka yang masih kecil belum merasakan air asi dari ibu nya.


" Bim sabar lah , istri mu pasti kuat dengan semua nya , dia pasti juga ingin menggendong anak kalian , lihat lah putra mu dia sedari tadi menatap mu , pasti dia Bingung kenapa ayah nya menangis trus " ucap Oma mengelus punggung Bimo dengan pelan membuat Bimo semaki meneteskan air mata nya.


" kalau Dara kuat mi , pasti dia sudah sadar dari kemarin kemarin ,aku sangat takut dengan istri ku , aku tidak mau kehilangan orang yang berharga di hidup ku lagi mami " ucap Bimo membuat Oma hanya bisa tersenyum tipis seraya menghapus air matanya yang ikut menetes.


" Bimo , ingat , semua butuh proses dan Dara saat ini baru akan melewati proses tersebut , Dara akan sadar , kamu lihat sendiri kan tadi jika Dara sudah mengeluarkan air mata dan apa kamu ingat pas mas Aidil seperti keadaan Dara tapi perbedaan mereka hanya beda kasus , Suami ku kecelakaan dan koma , tapi menurut ku tidak ada bedanya , sama sama koma Dara , dan apa kamu tau Bim , aku sama seperti mu dulu , aku sudah merasa jika hidup ku hampa hanya ada anak anak ku yang membuat ku semangat tiap hari untuk hidup , dan aku masih ingat saat detik-detik suami ku sadar , dia seperti Dara yang meneteskan air mata " ucap Yuli dan menghapus air matanya.


Bimo hanya terdiam menetap putra nya yang sedang tersenyum ke arah nya


" ibu mu akan baik baik saja sayang " ucap Bimo


tak lama Dokter keluar diikuti oleh 2 perawat yang menemaninya , dengan segera Bimo menghampiri nya dengan cepat.


" Alhamdulillah sebuah keajaiban terjadi pak , istri anda sudah melewati masa koma nya , istri anda sangat kuat , dan ibu Dara akan segera kami pindah kan ke ruang inap " ucap Dokter membuat Bimo sangat bahagia , Bimo hanya bisa melihat putra nya dan beberapa kali mencium nya.


" ibu mu akan segera sembuh , dan ibu mu pasti akan memeluk mu nanti , kita akan tidur bersama sama " ucap Bimo membuat Dokter didepan nya tersenyum tipis.


" dan satu lagi pak , mungkin anak dan ibu nya ada kontak secara langsung , hingga bisa mempercepat ibu nya cepat sadar , tetap lah berbicara pada istri Anda dan Anda juga bisa tiap hari membawa bayi bapak untuk di letakkan di samping ibu nya " ucap Dokter dan di angguki oleh Bimo


" kalau begitu dok , siapkan kamar VIP paling bagus , dan nyaman aku tidak mau jika rumah sakit ini tidak menyediakan kamar yang layak buat istri ku , aku akan tidur di samping istri ku serta anak ku " ucap Bimo


" kalau begitu saya permisi pak " ucap Dokter tersebut dan kembali di angguki oleh Bimo serta Yuli dan Oma.


" makasih dok " ucap Bimo sebelum Dokter tersebut melangkah.


" sudah Oma katakan bukan , jika istri mu itu kuat , dia tidak mungkin pergi hanya karena penyakit seperti ini " ucap Oma membuat Bimo melangkah dan memeluknya dengan satu tangan.