Anak Kembarku Tanpa Deddy

Anak Kembarku Tanpa Deddy
Kondisi Dara


Sudah seminggu sejak Dara koma , dan harus membutuhkan pendonor Darah , Bimo sudah terlihat tidak semangat hidup saat ini ,dia sudah terlihat lebih kurus , dia hanya makan jika Oma menyuruh nya untuk bayi nya.


Bimo sudah tak tahan dengan semua ini , dia dengan segera berlari ke arah tempat dimana anak nya berada.


Oma dan Yuli yang melihat Bimo berlari keluar dengan wajah yang sangat susah di artikan segera mengikuti nya , mereka berdua tak henti hentinya memanggil nama Bimo tapi Bimo seperti tidak mempunyai kuping sehingga panggilan mereka berdua di hiraukan begitu saja.


Bimo berlari secepat mungkin dengan air mata yang juga ikut menetes sederas deras nya, Oma dan Yuli sangat merasa takut saat Bimo menuju dimana anak nya berada.


" Bimo stop , dengar kan Oma " teriak Oma tapi tidak dihiraukan oleh Bimo.


" jangan berbuat nekat Bim " teriak lagi Oma tak sanggup lagi menahan air matanya.


Bimo berdiri di samping Bayi nya tidur , abimo menatap nya dengan air mata yang semakin mengalir deras , Bimo mengambil bayi nya dengan pelan hingga tak sengaja wajah bayi nya ditetesi oleh air matanya membuat bayi nya terbangun.


Bukannya menangis , bayi tersebut malah tersenyum ke arah Ayah nya yang semakin membuat Bimo merasa sangat bersalah.


" sayang , maaf kan ayah , karena ayah kamu seperti ini , belum bisa merasakan pelukan ibu mu , ayah bodoh , ayah bodoh nak , ayah meninggal kan ibu mu saat usia kehamilan nya yang sudah 9 bulan , Oma benar , Oma bilang kalau ayah bodoh tidak menggunakan otak untuk berpikir " ucap Bimo


Yuli dan Oma yang sudah berdiri di depan pintu hanya bisa ikut meneteskan air matanya melihat Kondisi Bimo yang sudah tak seperti dulu , Dimana Bimo yang dulu , yang selalu tersenyum , dan selalu jail.


Bimo kemudian melangkah keluar dan melewati Oma serta Yuli tanpa menoleh sedikit pun ke arah mereka.


" kamu mau bawa kemana anak mu Bim ?? tanya Yuli


" tapi bahaya Bim , anak mu masuk dalam ruangan Dara " ucap Oma


" Jangan larang Bimo , ini sudah jalan pikiran ku , aku ingin anak ku merasakan kehangatan istri ku " ucap Bimo lagi semakin meneteskan air matanya membuat bayi nya ikut menangis.


" diam Nak , kita akan ketemu sama ibu mu " ucap Bimo melangkah pergi membuat Oma duduk lemas di lantai mengusap wajah nya , sangat prustasi dengan keadaan keluarga Bimo.


" Oma ayo , kita hanya bisa lihat apa yang di lakukan nya , dia sudah yakin dengan itu , kita hanya bisa berdoa untuk keluarga Bimo Oma " ucap Yuli dan di angguki oleh Oma seraya menghapus air matanya.


Bimo masuk menggendong bayi nya dan meletakkan bayi tersebut di samping istri nya , Bimo memegang tangan Dara dan menggerakkan tangan istrinya untuk mengelus kepala anak nya dengan sangat pelan , air matanya tak ada henti hentinya mengalir melakukan hal tersebut.


Bayi tersebut kembali menutup matanya entah karena merasa nyaman jika kepalanya di elus seperti itu atau ada hal lain.


" sayang bangun ,ini anak kita , dia sangat tampan seperti ku " ucap Bimo pelan.


Bimo kembali meletakkan tangan Dara dan ingin berniat membawa anak nya pergi dari sana , dia juga sadar jika ruangan tersebut tidak baik jika bayi terlalu lama disana.


tapi Bimo kaget melihat air mata Dara yang keluar , membuat nya kembali meletakkan bayi nya , Bimo menatap nya seperti tak percaya dengan semua ini , dnegan segera dia berlari keluar dan memanggil Dokter.


Oma dan Yuli juga ikut kaget mendengar teriakkan Bimo yang mengatakan jika istri nya menangis.