
sesampainya di rumah sakit mereka semua langsung melangkahkan kakinya ke arah ruangan yang telah Siska beri tahu sebelumnya
Siska yang sedari tadi telah menunggu melihat keluarganya sudah datang langsung melangkah menemui mereka
" selamat datang mami papi " ucap Siska Tersenyum tipis
" dimana tempat periksa kandungan sis ?? tanya langsung maminya
" kok mami yang kebelet bangat sih , kan bukan mami yang hamil ,lagian Yuli masih dibelakang tu sama suami dan anak anak nakal nya " ucap Siska yang membuat Yani dan zei menoleh ke belakang dan benar saja Aidil dan Yuli mereka tinggalkan karena terlalu bersemangat
" Yuli cepat sini " teriak Yani
" ntar mi , Alfa sama Alfi lagi ngambek " ucap Aidil
Yani yang sudah tak sabar menunggu langsung melangkahkan kakinya ke arah Yuli dan Aidil serta kedua anak kembar nya
Yani langsung menarik tangan Yuli agar ikut dengannya
" urus mereka Dil " ucap Yani saat sudah menarik tangan Yuli
" aku juga mau ikut mi " ucap Aidil
" cepat makanya, hibur anak kecil aja gak bisa gimana mau punya anak lagi " ucap Yani membuat Aidil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
" apa kita langsung mau periksa atau gimana ?? tanya Siska ke Yuli
" Yuli terserah saja kak " jawab Yuli yang memang tak ambil pusing
" ayo , Alfa sama Alfi sudah nurut " ucap Aidil Tersenyum manis
" tapi gpp kan Alfa sama Alfi masuk ?? tanya Yuli
" ayo gak papa " bukannya Siska yang jawab melainkan Aidil yang sudah lebih dulu masuk menggendong kedua anaknya
mereka ikut masuk tanpa menunggu jawaban Siska
saat didalam beberapa suster sudah mempersiapkan alat yang diperlukan nantinya
" ayo Yuli naik " ucap Siska dan diangguki oleh Yuli
Yuli naik dan langsung berbaring
" bunda Alfa mau tidur juga " ucap Alfa berusaha naik tapi tidak bisa karena terlalu tinggi untuk ukuran badan Alfa
" Alfa diam disini , kalau masih banyak omong nanti adek Alfa sama Alfi yang masih didalam perut bunda marah loh sama kakaknya yang ganteng tapi nakal " ucap Aidil membuat keduanya Diam
" iya deddy " ucap Alfa dan Alfi kompak
" aku buka bajunya dikit ya Yul , hanya di bagian perut saja " ucap Siska dan diangguki oleh Yuli
" sus tolong oleskan " ucap Siska dan diangguki oleh perawat tersebut
perawat tersebut mengoleskan semacam jelly ke perut Yuli yang mana membuat Aidil sangat memperhatikan gerak gerik suster tersebut takut jika suster tersebut berbuat macam macam
" apa itu tidak berbahaya ?? tanya Aidil
" ohh , lanjutkan " ucap Aidil dan diangguki oleh perawat tersebut
kemudian Siska menggeser geser alat USG di atas perut Yuli yang masih Rata membuat Alfa dan Alfi yang melihatnya langsung menangis
" Aunty jahat " teriak Alfa dengan tangisan yang pecah
" aunty jangan , ada adek Alfa sama Alfi didalam perut bunda " teriak Alfi yang sudah mencari benda disekitar ingin melempar nya
" Alfi jangan " teriak Aidil mengambil pas bunga yang sudah mau diambil putra nya
" Alfa Alfi itu alat buat lihat adek dalam perut bunda " ucap Yani
" tapi kenapa pake itu ?? tanya Alfi menunjuk ke arah alat USG
" memang harus make itu cucu ganteng Oma " jawab lagi Yani
" lihat ini , " ucap Siska membuat semua mata mengarah ke arah yang ditunjuk oleh Siska
" apa itu ?? tanya Aidil
" ini calon adik Alfa dan Alfi " ucap Siska yang membuat aidil tertawa seperti ada yang lucu padahal otak nya yang kurang mengerti
" wahahaha kak Siska mana mungkin anakku sekecil itu , lagian itu hanya seperti kacang , mungkin kacang yang kemarin dimakan Bunda nya Alfa dan Alfi " ucap Aidil membuat semua orang menatanya
" Dil kamu Presdir tapi hal seperti ini saja kamu tidak mengerti , makanya otak itu dipake sebelum berucap " ucap zei
" iya , ini memang janin yang ada didalam perut Yuli , yang seperti kacang ini akan perlahan tumbuh didalam janin Yuli " ucap Siska mencoba menjelaskan ke pada adiknya yang bodoh itu
" tu dengar Dil ,itu aja gak bisa " ucap zei dengan sombongnya
" papi juga sama dulu pas pertama kali cek kandungan mami " ucap Yani membuat Zei sendiri malu
" trus adek Alfa laki laki atau perempuan ?? tanya Alfa yang sudah kembali ceria
" adek Alfi " ucap Alfi tak mau kalah
" oke ,nanti kita suruh pilih yang mana kakaknya , adek atau kakak " ucap Alfa membuat semua orang menepuk keningnya pelan
" itu adiknya Alfa dan Alfi sama sama dan kalau kelaminnya masih belum terlihat , adiknya Alfa sama Alfi baru mau masuk 1 bulan " ucap Siska
" tapi aku gak mau bagi adek sama Alfa nakal " ucap Alfi merengek ke deddy nya
" siapa juga yang mau " ucap ketus Alfa
" na kan kak Alfa nakal deddy " rengek Alfi yang sudah mulai menangis
" adek tidak mau punya kakak yang suka nangis kaya Alfi " ucap Alfa lagi membuat Alfi langsung berlari mengambil barang barang yang bisa di gunakan nya ngelempar
" Alfi stop , jangan membuat masalah lagi , Alfa juga,, sama adek itu gak boleh seperti itu , adek itu harus di sayang ,. nanti kalau adek Alfa sama Alfi liat kakaknya berantem nanti dia juga ikut sedih " ucap Yuli yang sudah pusing melihat kelakuan putranya
" maaf Bunda " ucap Alfa dan Alfi lirih
maaf nih kalau tidak mirip dengan sebenarnya , karena jujur author juga pusing jika soal mengecek kehamilan ibu ibu 😂, jika ada yang salah penulisan author minta maaf 🙏