
Di rumah Aidil
Yuli yang hanya duduk mengajar kedua anak kembar nya merasa bosan apalagi dengan tingkah anak anak nya yang selalu membuat kepalanya tambah pusing , segala hal di tanyakan si kembar saat belajar contoh nya saja mereka bertanya kenapa mata kita bisa kedip kedip , yang tentu saja membuat Yuli memegang kepalanya tanda tidak mengerti dengan jalan pikiran anak anak nya
yang sebelah kiri Alfi dan yang kanan Alfa ya , anggap saja begitu hehe , mirip Genji kan wkwk
" Bunda kenapa nyimpan adek harus di perut kenapa tidak di kulkas saja ?? tanya Alfi
" hahaha disimpan sama sayuran dan susu biar bunda tidak usah makan sayur sama minum susu lagi " ucap Alfa menambahi dengan tawa renyahnya
" iya Bunda , kenapa harus di perut kan adek sama kakak bisa lihat dedek tiap hari " ucap Alfi
" jalan pikiran kalian berdua sebenarnya ngikut siapa hah , asal Alfa sama Alfi tau ya semua orang harus di kandung dulu di dalam perut untuk pertumbuhan nya , contohnya kakak sama adek dulu saat awal awalnya adek sama kakak hanya mirip seperti biji kacang saja baru lama kelamaan tumbuh di dalam perut bunda hingga bisa berbentuk manusia lalu setelah 9 bulan Alfa sama Alfi lahir di dunia biar bisa jaga bunda , bukan lahir untuk nakal , makanya kakak sama adek harus baik sama bunda dan jaga bunda karena kakak sama adek dulu ditanam di perut bunda oleh tuhan " ucap Yuli
" jadi yang ditanam duluan kakak kan baru adek ?? tanya Alfa yang membuat Yuli sudah kesal
" sayang kalian sama sama jadi tidak ada kata duluan tapi Alfa hanya duluan lahir karena tidak bisa barengan lahir nya " ucap Yuli
" memangnya kenapa kalau barengan bunda ,kan seruh tidak sepi sendiri sendiri " ucap Alfi
" kalian mau bunuh bunda kalau kalian barengan keluar hah ?? tanya bunda nya sudah kesal membuat Alfa dan Alfi menjauh
" tidak Bun , kakak sayang sama bunda " ucap Alfa yang sudah takut melihat wajah Bunda nya
" iya adek juga sayang banget " ucap Alfi juga yang tak kalah takut
" kalau sayang kalian berdua jangan buat bunda marah dong , kalian harus buat bunda senyum terus tiap hari " ucap Yuli kepada putranya
" sekarang lanjut belajar " lanjut Yuli yang membuat Alfa dan Alfi jadi lemas seketika
" capek Bun " protes Alfa
" tidak ada kata main kalau kakak sama adek belum bisa menghitung " ucap Yuli
" sudah bisa kok bunda " ucap Alfa
" coba bunda dengar " ucap Yuli
" satu , dua , tiga , empat , lima , enam , tujuh, delapan , sembilan , sepuluh " ucap Alfa
" sekarang lanjut Alfi " ucap Yuli yang membuat Alfi melirik kakak nya
" kenapa kakak duluan sih Bun yang hitung , harus nya adek sampai sepuluh biar kakak yang lanjutin " protes Alfi
" kalau mau main cepat hitung " ucap Yuli memperlihatkan mainan nya dan dengan segera Alfi berusaha sekuat tenaga berfikir mengingat ngingat yang bunda nya ajarkan
" sebelas , dua belas , tiga belas , empat belas , sepuluh belas " ucap Alfi yang membuat Yuli membulatkan matanya , Yuli tertawa berbahak bahak mendengar hitungan putra nya
" sejak kapan ada sepuluh belas dan kenapa langkah nya jauh sekali " ucap Yuli memegang perut nya tertawa berbahak bahak
" betul itu Bun " ucap Alfi
" betul dari mana , benar nya cuma sampai 14 " ucap Yuli
" sekarang kakak yang ulangi hitungan adek , mulai dari 11 " ucap Yuli
" 11 12 13 14 lima belas , enam belas , tujuh belas , delapan belas , sembilan belas , sepuluh puluh " ucap Alfa
" wahahhaha , makanya jangan kebanyakan main " ucap Yuli yabg sudah berbaring di lantai tertawa
" dengar bunda ya , habis sembilan belas itu dua puluh , ingat dua puluh , tidak ada Yang namanya sepuluh belas dan sepuluh puluh , dan kalau sudah dua puluh lanjut 21,22,23,24,25,26,27,28,29, lalu tiga puluh , ingat tiga puluh bukan dua sepuluh ya , kalau kalian bilang dua sepuluh orang kira nanti kalian jualan ayam goreng nya mail " ucap Yuli cengingisan