Anak Kembarku Tanpa Deddy

Anak Kembarku Tanpa Deddy
perdebatan hari pernikahan


" baiklah kita lanjutkan saja yang tadi " ucap perempuan tua tersebut


" gimana denganmu Yuli apa kamu mau menerima Aidil ?? tanya Zei dan fengan wajah kembali merona merah Yuli menganggukan kepalanya membuat Aidil kegirangan


tanpa sadar Aidil langsung loncat ke atas meja yang membuat orang yang berada disana membulatkan matanya kecuali Alfa dan Alfi yang malah tepuk tangan entah kenapa


" Eddy adek Ama akak au aik eja uga ( Deddy adek sama kakak mau naik meja juga ) ucap Alfi yang membuat Aidil sadar apa yang dilakukan nya tadi


Aidil turun cengingisan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan duduk kembali di tempat duduknya


" Eddy endong ( Deddy gendongan) ucap Alfa dan dengan segera Aidil menggendong nya


" adek uga eddy ( adek juga Deddy) ucap Alfi tidak mau kalah dengan sang kakak membuat Aidil segera mendudukkan mereka di pangkuannya


orang yang melihat pemandangan seorang ayah dan anak yang ada di hadapannya merasa terharu


" cicit ku seperti nya sangat menyayangi ayahnya" ucap nenek Vivin


" enek alak ukan ayah api eddyyyyyyy ( nenek galak bukan ayah tapi Deddy) teriak Alfa dan Alfi bersamaan


" adek kakak gak boleh begitu sama orang yang lebih tua , gak sopan namanya " ucap tegas Yuli kepada sang buah hati membuat mereka berdua segera menundukkan kepalanya


" api enek alak celalu anggil icit adahal Ama akak cama adek Alfa dan Alfi ukan icit( tapi nenek galak selalu panggil cicit padahal nama kakak sama adek Alfa dan alfi bukan cicit " ucap lirih Alfa yang membuat nek Vivin tertawa


" ha ha ha mereka masih kecil jadi biarkan saja , suatu saat pasti mereka tau artinya " ucap sang nenek disela tawanya


" bagaimana kalau dilanjutkan saja pembahasan yang tadi " ucap zei membuat nenek Vivin berhenti tertawa


" baiklah jadi kapan mereka akan menikah ?? tanya nenek Vivin


" apa kamu se semangat ini mau menikah ?? tanya sang kakak Siska dan diangguki oleh Aidil dengan senyuman yang begitu berarti


" menurut kakak sebaiknya tiga bulan lagi biar ada persiapan gitu " ucap Siska yang membuat Aidil menatapnya penuh kekesalan


" loh kak gak boleh gitu dong ,lama amat , kakak mau buat aku mati menunggu pernikahan" ucap Aidil yang membuat kedua orang tuanya malu dengan sikap kedua anaknya


" kakak kan cuma nyaranin doang " ucap Siska tegas


" tapi itu sangat lama " ucap lagi Aidil


" lagian kamu juga belum mempersiapkan apa apa " ucap lagi sang kakak


" sudah " ucap Aidil lagi


" apa ?? tanya Siska


" dedek ku " ucap Aidil keceplosan yang membuat orang yang mengerti menahan tawanya berbeda dengan Yuli yang sangat malu dengan sikap calon suami nya


" dedek apa ,dek Alfi ?? tanya lagi Siska yang membuat Aidil langsung sadar apa yang barusan dia ucapkan


" e eh bukan begitu , anu itu ap ya ,kan aku jadi lupa gara gara kakak sok ngurus padahal kakak pacaran aja belum perna mau ngatur pernikahan ,atur dulu hidup kakak baru atur pernikahan ku " ucap Aidil yang tak tau harus ngomong apa sedangkan dia tidak mau kalah dari sang kakak membuat nya mencari kata kata yang menyakitkan


" cuma modal anak saja udah sombong " sindir Siska


" iri bilang bos " ucap lagi Aidil


" stoppp " teriak Yani yang sudah tak tahan dengan sikap kedua anaknya tersebut