
kini Aidil duduk di balkon menatap kosong ,entah apa yang ada di pikirannya
" apa benar mereka anakku " gumam Aidil yang masih belum yakin "
" apa aku harus bertemu dengannya meminta maaf atau bertanggung jawab, ahhgg " lanjut Aidil bergumam .
truut
truut
truut
" cepat selidiki edintitas Yuli yang pernah bekerja di perusahaan dan anak anaknya ,secepatnya "
Tut
Tut
Aidil memutuskan sambungannya setelah menelfon Bimo
Aidil sangat bingung apa yang harus dilakukan saat ini
" *apa aku membiarkan mereka saja ,lagi pula tadi kata Nurul mereka sudah bahagia tanpaku "
" tapi aku sangat ingin bertemu dengan kedua anakku, kalau itu benar kalau mereka dara dagingku " gumam Aidil*
.........
jam sudah menunjukan pukul 07:00 pagi dimana Yuli seperti biasa menyiapkan sarapan untuknya dan kedua anaknya , saat memasak tiba tiba ada seseorang yang mengetuk pintunya
tok
tok
tok
dengan segera Yuli mematikan kompornya dan melangkah ke arah pintu
ceklek
" pagi Yuli " ucap Nurul yang baru datang
" pagi Rul , loh kok pagi pagi sudah kesini ?? tanya Yuli heran
" memangnya gak boleh ,aku cuma ingin bermain sama ponakan gantengku" ucap Nurul dengan suara seakan akan sedih"
" haha kamu bisa aja ,ayo masuk bentar lagi palingan mereka sudah bangun ,kamu tunggu di meja makan aja ya ,aku siapkan makanan " ucap Yuli
" wah kebetulan sekali dong hehehe" ucap Nurul menggaruk kepalanya yang tidak gatal
tak lama kemudian datang kedua anak kembar yang berlari kearah meja makan tanpa menggunakan pakaian
" unda adek Ama akak au Andi ,epat Inda Ita AU ain cama aunty Ulul ( unda adek sama kakak mau mandi , cepat bunda kita mau main sama aunty Nurul )
" ya sabar dulu ya ,bunda taruh dulu ini dimeja makan " ucapnya kepada kedua anaknya
" humm " ucap mereka kompak
Nurul yang melihat kedua anak tersebut merasa bahagia dan juga merasa sedih
tak lama kemudian keluarlah kedua anak kembar yang berlomba duduk yang sudah berpakaian santai
" wah ponakan aunty ganteng banget mirip Deddy nya " ceplos Nurul yang membuat anak tersebut saling melirik
" huh mulut ,mulut untung saja bundanya belum keluar " gumam Nurul mengerutuki kebodohannya
" eddy emangnya ilip cma akak dan adek ( Deddy memangnya mirip kakak dan adek "?) tanya Alfa penasaran
dan entah kenapa kepala Nurul tidak bisa diajak kompromi , Nurul dengan refleks mengangguk "
" astaga apalagi ini, kenapa wajah mereka seakan menghibnotisku agar jujur "
" Adi aunty udah Elna etemu Eddy "( jadi aunty udah perna ketemu Deddy) ?? tanya lagi Alfi dan lagi lagi Nurul mengangguk
" nah kan ,kenapa denganku " gumam Nurul kesal dengan dirinya sendiri
"Adi.........belum sempat melanjutkan kata katanya bundanya lebih dulu memotongnya
" ayok sarapan udah mau jam delapan " ucap Yuli yang baru datang dan ikut duduk disamping Nurul dan diangguki oleh sang kembar
tak butuh waktu lama mereka semua selesai makan dan bersantai di ruang tamu
" Yuli jadi rencana kamu kedepan kaya apa ?? tanya Nurul
" entahlah ,mungkin aku akan mencari lowongan pekerjaan tapi aku gak mungkin mau ninggalin mereka berdua yang ada nanti rumah sudah jadi gudang nanti " jawab Yuli
yang membuat mata Nurul membinar
" wah yes ,kalau gitu ponakan aunty harus ikut sama saya ,biar bundanya bisa cari duit dong haha" ucap Nurul dengan bahagianya ,mungkin Nurul belum mengetahui kenakalan si kembar
" ehh gak usah Rul nanti kamu kerepotan ,dan juga kamu harus kerja kan ??
" aku gak keberatan dan aku sudah tidak ingin bekerja lagi " ucap Nurul dengan penuh keyakinan
" iya unda ,ita au kok cama aunty ( iya bunda kita mau kok sama aunty ) ucap Alfi dengan senang
" tu kan ,mereka aja mau , masa bundanya gak bolehin sih " ucap Yuli dengan nada kecewa
Yuli hanya bisa pasrah ,kalau sudah seperti ini dia mau tidak mau harus mau