Anak Kembarku Tanpa Deddy

Anak Kembarku Tanpa Deddy
Aidil kecelakaan


Aidil memilih pergi ke perusahaan dari pada dirumah disiksa kedua anak kembar nya


sesampainya di perusahaan Aidil menghampiri Bimo yang terlihat sangat sibuk


" sibuk amat lu " ucap Aidil yang membuat Bimo keget


" astaga bos ngagetin aja ,muncul kaya Kunti " ucap Bimo memegang dadanya


" apa kamu bilang barusan hah ?? tanya Aidil tegas


" anu bos itu ada Kunti dadi malam gelantungan di pohon " ucap Bimo ketakutan


" kamu pikir kembaranmu bisa gelantungan ,Kunti mana bisa gelantungan bodoh kalau cari alasan itu yang masuk akal dikit Napa " ucap Aidil lagi


" kembaran siapa bos yang aku tau cuma Alfa Alfi aja yang kembar dan aku gak ada kembaran " ucap Bimo bingung tidak tau apa yang dimaksud sang bos


" kamu mau tau ?? tanya Aidil


" iya " jawab Bimo yang penasaran


" kembaranmu adalah monyet wahahahaha " ucap Aidil dilanjut dengan tawa kerasnya


" serahmu bos pergi sana aku mau kerja gak kaya kamu hanya bis memerintah orang doang kerja gak becus " ucap Bimo kesal


" hei kamu ngusir aku , aku ini yang punya perusahaan jadi terserahku saja , dan sudah kewajiban sang bos memerintah apalagi monyet sepertimu " ucap Aidil melangkah pergi


" dasar bos gila " gumam Bimo kesal


didalam ruangan Aidil hanya bisa melihat jarum jam yang terus berputar


" lama amat sih mutarnya " ucap kesal Aidil tak sabaran menunggu nanti malam


" mutar apa bos yang lama ?? tanya Bimo yang membuat Aidil kaget


" monyet kau " ucap Aidil kaget


" lu kenapa sih ganggu Mulu coba kalau mau masuk ke ruangan bosmu itu ketok pintu dulu " ucap Aidil kesal


" giliran aku yang kaget dia senang tapi giliran dia yang kaget aku yang dimarahi memang punya atasan gila memang susah " gumam Bimo kesal


" tadi udah ku ketok bos tapi bos aja yang terus menghayal " ucap Bimo


" ahhg alasan aja kamu , ada apa ?? tanya Aidil


" ni berkas yang harus ditandatangani dan juga harus selesai hari ini " ucap Bimo menyerahkan satu kardus berkas


" loh kok banyak amat ?? tanya Aidil


" hmmm kayaknya 1 Minggu lebih deh " jawab Aidil


" nah dari bos libur berkas ini satu persatu berdatangan sampai menumpuk seperti ini dan aku tidak bisa membawa nya jika tidak menggunakan kardus " ucap Bimo


" iya , pergi Sono bikin mood gak baik aja " pintah Aidil kesal


" selamat menikmati bos dan jam dinding nya masih berputar kok bos " olok Bimo dan berlari keluar


berkas selesai ditandatangani sampai jam 10 malam


Aidil keluar dari perusahaan nya dengan keadaan lelah bercampur ngantuk


" ahhg sial amat sih " ucap Aidil memasuki mobilnya


saat diperjalanan rasa kantuknya semakin bertambah membuat nya tak fokus mengendara


tiba tiba Aidil dikagetkan oleh sebuah truk yang sedang keluar dari gang membuat nya segera membelok belokan stirnya


" kriiiiiiiiiikkkkk " anggap saja suara ban tergelincir


brang


brang


brang


mobil Aidil guling guling di jalan raya membuat Aidil yang ada didalam mobil mengeluarkan darah dibagian kepala dan hidungnya


penglihatan Aidil buram tapi dia memaksakannya menahan


Aidil mengambil hp nya dan melakukan chat audio di WA nya


" sayang maafin aku , aku sudah pergi d........." suara yang dipaksakan nya terpotong karena Aidil langsung hilang kesadaran


Yuli yang sedari tadi menunggu suaminya pulang bersama anaknya hanya bisa bolak balik merasa tidak enak


" loh ini kan sudah jam 10 kok masih belum pulang sih " ucap Yuli cemas dan dengan segera dia mengambil hp nya berniat menghubungi suaminya


tapi saat membuka wa Yuli senang karena mendapat pesan dari suaminya tapi saat mendengar kan nya Yuli kaget mendengar suara Aidil yang begitu berat


" mas cepatlah pulang atau gak aku tidur ni sama Alfa dan Alfi " pesan WA Yuli ke Aidil tapi hanya tercentrang biru yang berarti sudah dibaca


Yuli menunggu balasan dari Aidil tapi tidak mendapat kan balasan apa apa hanya centang biru


" apa kamu mau mengerjai ku mas baiklah aku tidak akan memberikanmu , ayo Alfa Alfi kita duluan tidur saja Deddy kalian lagi ngerjai bunda " ucap Yuli dan diangguki oleh keduanya yang masih asik bermain