Anak Kembarku Tanpa Deddy

Anak Kembarku Tanpa Deddy
demi ayam


" bunda " teriak sang kembar dari arah pintu diikuti oleh Siska dibelakangnya .


" wah anak bunda sudah pulang ,tadi ngapain aja di rumah sakit ? tanya Yuli mencium kedua pipi anaknya "


" unda Adi om di Yumacakit epac alanya " ( bunda tadi om di rumah sakit lepas kepalanya) ucap Alfa dengan serius "


" hah kok bisa lepas ? tanya Yuli


" gak au , anyak ikat alanya ilip nayuto "


( gak tau , ikat kepalanya mirip Naruto) " jawab sang adik yang membuat Yuli bingung


sedangkan siska ikut duduk di samping Yuli dengan menggelengkan kepalanya sambil tersenyum


" itu tadi ada pasien yang katanya jatuh dari genteng ,patah bagian lehernya dan kakinya, tapi si kembar ganteng ini malah menari narik kepalanya sampai pasien kesakitan hingga pingsan " ucap Siska "


Yuli yang mendengar cerita dari siska. langsung menatap tajam ke arah kedua putranya


" apa betul kalau kalian tarik kepalnya sampai omnya pingsan ? tanya Yuli tegas dan di angguki oleh kedua anaknya "


" kalian berdua gak boleh ke rumah sakit lagi bersama aunty Siska ,kalau kalian buat masalah , " ucap tegas Yuli membuat anaknya menganggukkan kepalanya pertanda mengerti.


" dari dulu kalian begini saja , udah mengangguk tapi masih melakukannya lagi , apa kalian mau bunda di bawa polisi gara gara kalian ? ucap Aliya menasehati , membuat kedua anaknya menangis , Siska yang berada disampingnya pun mengelus punggung Yuli .


" udah Yuli kasian ,mereka belum mengerti ,"ucap Siska menasehati Yuli merasa tidak tega melihat anak kembar tersebut menangis


" unda angan elgi hiks hiks "


( bunda jangan pergi ") ucap Alfa menangis .


" iya unda Ita idak ajukan Agi Anji "


( iya bunda kita tidak lakukan lagi janji )" lanjut Alfi memeluk bundanya diikuti oleh sang kakak .


Siska yang melihat adegan tersebut merasa terharu , melihat Yuli yang sangat sabar dengan anak anaknya


" sudah hapus air matanya ,baru kita makan ,oke " ucap Yuli dan diangguki oleh sang kembar "


" ayo sis kita makan ,tadi aku sudah masak banyak buat kalian , dan juga saya minta maaf atas kelakuan kedua putraku di tempat kerjamu, mungkin kamu sangat kerepotan " ucap Yuli merasa tidak enak hati.


" tidak , aku malahan merasa senang karena dengan adanya mereka aku jadi tidak kesepian " ucap Siska


" lupakan lah ,ayo kita makan " lanjut Siska yang tidak mau melihat Yuli merasa bersalah


" unda akak au itu "


( bunda adek mau itu) " ucap Alfi menunjuk daging ayam yang tersisa di piring.


" unda adek au uga "


( bunda adek mau juga )". ucap Alfi tidak mau kalah dengan kakaknya.


" gak oleh icu uqt akak "


( gak boleh itu buat kakak )" ucap sang kakak tegas


" api adek au ,adi adek yang ambil ".


( tapi adek mau ,jadi adek yang ambil )" ucap sang adek .


" gak oleh ,akak yang Ahir uluan adi akak yang akan "


(gak boleh , kakak yang lahir duluan jadi kakak yang makan ) ucap sang kakak tidak mau mengalah


" api ata unda akak aluc alah emi adek"


( tapi kata bunda kakak harus ngalah demi adek )" ucap sang adek yang juga tidak mau mengalah begitu saja yang membuat bundanya pusing mendengar ocehan mereka , sedangkan siska malahan tersenyum melihat kelakuan ponakannya yang sangat menggemaskan


" aku kangen dengan hal seperti ini" gumam Siska "


" aduh kalian ini mau bikin bunda mati mendadak , yasudah ini buat bunda saja " ucap Yuli mengambil daging ayam tersebut membuat kembar cemberut .


" unda ulang acak akak Ama adek yang eBat tyuc unda yang enang" .


( bunda curang masa kakak sama adek yang debat trus bunda yang menang ) "protes Alfa dan diangguki oleh Alfi ,membuat bundanya cengingisan memakan ayam tersebut


" ini sudah jalan tengah hahaha " ucap bundanya penuh kemenangan


" yuk dek ita ain di aman "


( yuk dek kita main di taman ) ucap sang kakak mengambil piringnya dan membawanya ke westafel


memang dari dulu Yuli selalu mengajarkan kepada anak anaknya untuk membawa piringnya ke tempat pencucian piring ketika sudah makan


" ehh ini masih siang kok malah mau main , tidur siang dulu, nanti soreh baru main lagi " ucap bundanya membuat kedua anak tersebut melangkahkan kakinya ke kamar dengan wajah yang masih kesal