
" jangan , mas aidilllllll hiks. " teriak Yuli dan terbangun dari tidurnya
" mas Aidil " ucap Yuli buru buru turun dari tempat tidurnya dan berlari ke ruang dimana suaminya berada
jam sudah menunjukan pukul 06:00 dimana Yuli bangun dari alam tidurnya
Yuli berlari dengan air matanya yang kembali mengalir mengingat mimpi buruk yang dialaminya
" itu hanya mimpi ,mas Aidil tidak mungkin meninggalkan ku " ucap Yuli pada dirinya sendiri penuh keyakinan
saat didepan pintu ,pintu terbuka dan keluar lah sang dokter
" dok gimana keadaan suami saya dok ??? tanya Yuli seraya menangis
" keadaan tuan masih kritis dan membutuhkan pendonor darah B karena stok di rumah sakit habis " ucap sang dokter sopan membuat Yuli duduk lemas di lantai mengusap wajahnya kasar
" dok cepat lah ambil daraku ,aku yakin golongan darah ku sama seperti suami ku " ucap Yuli yang membuat dokter tersebut menganggukan kepalanya
"terlebih dahulu kami akan mengecek gol darah nona dan kesehatan anda juga " ucap lagi sang dokter
" baiklah cepatlah aku tidak mau suamiku meninggalkan ku " ucap Yuli
...................
jam sudah menunjukan jam 09:00 semua keluarga Aidil sudah berada di rumah sakit
" Yuli maaf ya mami baru datang " ucap Yani ikut duduk di samping Yuli
" bunda " teriak Alfa dan Alfi turun dari gendongan kedua aunty nya dan memeluk bundanya
Yuli hanya memaksakan senyumannya kepada sang buah hati , dia berharap kedua putranya tidak tau apa yang terjadi dengan Deddy nya
" bunda kenapa kita kesini trus ?? tanya Alfi yang membuat Yuli menahan tangis nya
" apa yang harus aku katakan " gumam Yuli
," bunda lagi kerja disini makanya kita kesini trus liat bundamu " ucap Yani yang tau situasi yang dialami Yuli
" bunda Deddy kenapa tidak ikut liat bunda ?? tanya lagi Alfa
Yuli tak sanggup lagi menahan tangisannya dengan segera Yuli berlari ke tempat sepi dan menangis sejadi jadinya disana
........
Bimo
di lain tempat pemakaman ibu Dara sudah selesai kini hanya dara dan Bimo yang masih tinggal di pemakaman
" ibu , Dara merindukan mu hiks..hiks. " ucap Dara tak henti hentinya menangis
" ikhlas kan lah , ibu mu pasti bersedih melihat mu seperti ini " ucap Bimo yang membuat Dara menatapnya senduh
" tapi kenapa ibu meninggal kan ku sendiri an ???tanya Dara lirih
" Allah sudah berkehendak maka itu akan terjadi ,jadi ikhlaskan lah ibumu dan sabar lah menerima semua apa yang terjadi ,ibu mu sudah bahagia bertemu dengan ayahmu disana , dan nanti kamu juga pasti akan bertemu bila saatnya terjadi " ucap panjang lebar Bimo dan merentangkan tangannya ke arah Dara
" ayo kita pulang " ucap Bimo dan dengan terpaksa Dara mengikuti Bimo
Bimo mengantarkan Dara sampai ke rumahnya
" kalau begitu aku pamit dulu ,aku akan datang lagi nanti " ucap Bimo dan diangguki oleh Dara
Bimo melajukan mobilnya ke arah rumah sakit
Bimo sangat bingung dengan keadaan yang terjadi
" kenapa aku seperti terjebak dalam situasi yang sangat rumit " gumam Bimo bingung
" Bimo kamu jangan memikirkan itu dulu kamu harus memikirkan bosmu yang sedang dirawat di rumah sakit " lanjut Bimo bergumam
tak lama kemudian Bimo sudah sampai di rumah sakit
Bimo melangkah kan kakinya menelusuri lorong lorong rumah sakit dan melihat di depan ruang IGD semua keluarga Aidil berkumpul
" selamat siang Tuan ,nyonya " sapa Bimo sopan
" pagi nak " sapa balik zei
" gimana keadaan bos tuan ?? tanya Bimo
" masih belum ada perubahan Bim " jawab Yani
" apa boleh aku melihat nya nyonya ?? tanya Bimo dan diangguki oleh mereka semua
" Oma om Bimo mau liat siapa ?? tanya Alfa penasaran
" om Bimo mau liat dokter cantik " jawab Yani
" ahahaha om bimo cari cewek " tawa Alfa mengejek
Bimo tidak memperdulikan lagi ucapan Alfa yang dia mau tau hanya keadaan bosnya
Bimo masuk ke ruang IGD dan melihat bos nya yang tak berdaya membuat Bimo menitikkan air matanya
" bos " ucap Bimo lirih