
hari hari telah berlalu semenjak semua keluarga Aidil mengetahui kehamilan Yuli mereka sangat senang akan kehadiran sosok bayi tapi berbeda dengan Aidil yang tak tau nasib nya bagaimana , Aidil sangat senang dengan kehadiran calon anaknya tapi dia juga sangat tersiksa karena sudah dua Minggu dedeknya tidak makan ditambah lagi Yuli tidak mau dekat dengannya membuat Aidil terpaksa tidur sendiri di kamar Alfa dan Alfi sedangkan si kembar bertukar pindah ke kamar bunda dan Deddy nya
Alfa dan Alfi sangat senang karena bisa lagi tidur dengan Bundanya
pagi harinya Aidil sudah bersiap untuk mengecek kehamilan istrinya ke rumah sakit yang dibangun nya dimana rumah sakit tersebut tempat kerja kedua calon pengantin siapa lagi kalau bukan Siska dan Kevin
Aidil mengeluarkan mobilnya diikuti papin dan mami nya yang tidak mau ketinggalan serta kedua anak kembarnya sedangkan Nurul memilih tidak ikut dan ingin bekerja saja
Aidil membukakan pintu depan buat istrinya tapi bukannya istrinya yang masuk melainkan kedua anaknya membuat Yuli Tersenyum manis ke arah suaminya
Yuli membuka pintu belakang karena dia juga ingin menjaga jarak dulu dengan suaminya dia sangat tidak menyukai bau badan suaminya
singkat cerita mereka sekarang sudah menuju ke arah rumah sakit
" sampai kapan kamu seperti ini ,tidak mau dekat denganku ,apa kamu tau aku sudah seperti orang gila yang seperti sudah tidak mempunyai istri " ucap Aidil
" entahlah " jawab santai Yuli
" Deddy kita mau jalan jalan kemana ?? tanya Alfa
" kita tidak jalan jalan, kita antar bunda ke rumah sakit " jawab Aidil
" tapi bunda tidak sakit " ucap lagi Alfa
" iya " ucap Alfi menyetujui
" kita antar bunda ke rumah sakit karena ingin melihat adek Alfa dan Alfi yang ada didalam perut bunda " ucap Aidil membuat mereka berdua langsung sangat bahagia
" apa adek sudah mau dikeluarkan ?? tanya Alfi auntusias
" belum , cuma mau liat saja sudah besar atau masih kecil " ucap Aidil yang sudah tidak tau mau menjawab apa
" memangnya adek sama kakak dulu sudah besar atau belum pas di dalam perut bunda ?? tanya Alfi lagi
Aidil yang sudah tak tau mau jawab apa memilih diam dan pura pura bersiur
" sudah besar " jawab Aidil
" besaran Kakak apa adek ?? tanya Alfa
" besar adek sama kakak sama " jawab Aidil sembarangan
" trus deddy, waktu adek sama kakak keluar , lewat mana ??tanya lagi Alfi
" lewat Bandung " jawab Aidil asal asalan tak mau ambil pusing
" Bandung itu apa deddy ?? tanya Alfa
" kota " jawab Aidil
" kota apa deddy ?? tanya lagi Alfa
" kota Bandung " jawab Aidil yang sudah mulai kesal
" jadi nanti adek keluar lewat kota Bandung deddy ?? tanya lagi Alfa
" iya " jawab singkat Aidil
" trus adek nanti perempuan atau laki-laki ?? tanya lagi Alfa membuat aidil bungkam tidak tau mau menjawab harus bagaimana karena jika dia nanti sembarang menjawab takut nya kedua anaknya tidak menerima dibohongi dan akan membuat hal hal tak terduga
" Alfa Alfi , dedek nya belum tau , makanya kita pergi melihat ke rumah sakit " ucap Yuli membuat kedua anaknya mengangguk tapi belum tentu mereka paham apa yang dimaksud Bunda nya
" kalau adek mau laki laki atau perempuan ?? tanya Aidil " mau cewek jawab santai Alfi
" kalau Alfa ?? tanya lagi deddy nya
" mau laki laki lah buat bisa lomba sama kaka karena adek selalu kalah " ucap Alfa membuat Aidil dan Yuli tertawa renyah