Anak Kembarku Tanpa Deddy

Anak Kembarku Tanpa Deddy
gagal


Aidil perlahan mencium lembut bibir Yuli dengan nafas yang ngos ngosan dari kedua insan tersebut


tangan nakal Aidil sudah turun kebawah dan


tok


tok


tok


suara ketukan pintu membuat Yuli kaget dan segera menendang Aidil yang masih bermain


bruk


Aidil jati ke lantai tapi tidak dipedulikan Yuli yang buru buru mencari bajunya


" mas buka pintunya aku mau ganti baju sebentar" ucap Yuli dan dengan terpaksa Aidil berdiri sambil memegang bokongnya yang sakit


" ceklek " Aidil membuka pintunya dan ternyata yang mengetoknya adalah asisten durhakanya bersama kedua anak kembar


" Bim ngapain kamu bawa mereka kesini ?? tanya Aidil kesal membuat Bimo cekikikan


" maaf bos tapi udah keluar kan ?? tanya Bimo menahan tawanya membuat Aidil hanya mengangguk tidak mengerti


Bimo mencuri curi pandang ke dalam kamar Aidil tapi selalu dihalangi Aidil yang tau niat buruk asistennya


" mau cari mati Lo ," ancam Aidil


" maaf bos yaudah aku pergi selamat menikmati malam ini bersama istri dan anak anak anda bos " ucap Bimo melangkah pergi


Aidil menoleh pada kedua bocah yang mematung didepan pintunya membuat Aidil sangat kesal apalagi mereka berdua memasang wajah sok imutnya


" mas siapa ?? teriak Yuli yang membuat Alfa dan Alfi berlari masuk kedalam kamar melewati Deddy nya begitu saja


" apa ini yang disebut kegagalan" ucap Aidil lirih


" unda tadi enapa cangat cantik ( bunda tadi kenapa sangat cantik)? tanya Alfa


" bundanya yang tidak tau harus mau jawab apa memilih mengalihkan pembicara


" ayo kita tidur ,kalian pasti capek ya kan " ucap Yuli dan diangguki oleh kedua anak kembar nya membuat Aidil yang baru masuk duduk lemas di lantai sambil menatap Alfa dan Alfi yang tidur di samping kiri dan kanan bundanya


" trus aku meluk siapa kalau kalian berdua tidak memberiku sedikit tubuh bunda kalian " ucap lirih Aidil


Aidil keluar kamar dengan wajah suram nya membuat Bimo yang melihatnya segera bertanya dengan niat mengejek


" bos belum tidur.?? tanya Bimo


" bos gimana tadi berapa lama baru keluar ??? tanya Bimo yang membuat Aidil menatapnya bingung


" mungkin cuma 5 menit " jawab Aidil yang mengira jika Bimo menanyakan dia keluar berapa lama saat kedua anaknya sudah masuk ke kamarnya


" wah hebat lu bos " ucap lagi Bimo menahan tawanya membuat Aidil yang pusing karena gagal dan meniggalkan Bimo sendri dan keluar menghirup udara malam kampung halaman Yuli


tiba tiba mata Aidil kembali tertuju pada dua sejoli yang sedang tertawa yang duduk di taman


dengan jailnya Aidil menintip di semak semak dan melempar lempar nya tanah berukuran kecil


" duh siapa sih yang lempar ni " ucap Kevin menoleh ke sembarang tempat tapi tidak ada siapa siapa


" memangnya kak Kevin ada yang lempar ?? tanya Siska


" iya ni , coba liat yang dipake nya " ucap Kevin membuat Aidil cekikikan


" kak coba lihat tu semak-semak kok bisa bergerak ya padahal gak ada angin " ucap Siska membuat Kevin menoleh ke semak semak


" ambilkan apa saja yang bisa dipakai ngelempar " pintah Kevin ke Siska dan diangguki oleh Siska


" kak adanya air di ember bekas cucian piring tadi " ucap Siska dan diangguki oleh Kevin


dengan cepat Kevin melangkah kan kakinya dan


byurr


" ahhhhggg " teriak Aidil diikuti Kevin yang ikut juga kaget


" ahhhhgggg "teriak Kevin lari ke arah Siska


" paman kenapa nyiram " teriak aidil kesal


" kamu ngapain disitu ?? tanya Siska


" kan tadi cuma ngintip " ucap Aidil dan mendapat tatapan tajam dari kedua sejoli Tersebut


" mampus kena azab kan , lagian pengantin baru gak ada kerjaan apa bukannya buatkan ponakan Siska malah disini " omel Kevin


" sial , bau bangat , paman nyiram make apa sih kok baunya gini " ucap Aidil


" air bekas cucian piring " ucap Siska santai yang membuat Aidil kembali berteriak


" TIDAKKKKKK " teriak Aidil berlari masuk ke dalam rumah