Anak Kembarku Tanpa Deddy

Anak Kembarku Tanpa Deddy
perusahaan


diperusahaaan Yuli kini disibukkan dengan berkas yang selalu berdatangan dari seniornya


" ni kerjakan sampai selesai ,jangan sampai salah" ucap seniornya melemparkannya ke meja Yuli


dengan sabar Yuli mengerjakannya tampah mengeluh sama sekali


" hari ini ada Presdir perusahaan kita ,yang akan datang dari perusahaan pusat , jadi jangan sampai membuat kesalahan" lanju sang senior dan berjalan meninggalkan Yuli


" mbak orang itu memang kaya gitu , jadi gak usah diladenin " ucap karyawan yang berada di samping meja Yuli


" baiklah , terimakasih infonya " ucap Yuli Rama


" oyah namaku Dara " ucap Dara mengulurkan tangannya ke arah Yuli dan dengan ramah Yuli menyambutnya


" Yuli ,senang berkenalan dengan anda Bu Dara " ucap Yuli dengan senyuman manisnya


" biasa aja Yuli panggil saja Dara gak pake Bu ,ok " ucap Dara dengan ramah


" baiklah dara semoga kita bisa saling bekerja sama dengan baik " ucap Yuli


" tentu saja " ucap singkat dara


habis ini kita makan siang yuk udah mau jam istirahat" ucap Dara


" baiklah "


kini mereka berdua sedang menikmati makanannya dan tak lupa Yuli mengabari Nurul menanyakan kedua putranya , setelah mengabari putranya Yuli kembali ke meja makan


" nelfon siapa Yul ?? tanya Dara


" ohh temanku , anakku Sama dia jadi saya takut kalau mereka lupa makan siang " ucap Yuli jujur


" wah ternyata kamu sudah menikah, saya kira masih perawan Lo , wajah kamu masih sangat cantik " ucap Dara yang membuat hati Yuli sangat sakit mendengar ucapan Dara tetapi Yuli berusaha menutupinya dengan tersenyum


" ayo habisin makanannya Dar , bentar lagi waktu habis Lo " ucap Yuli dan diangguki oleh Dara


sambil menyantap makanannya Dara penasaran dengan kehidupan Yuli ,hingga Dara berani menanyakan beberapa pertanyaan kepada Yuli


" Yul , anak kamu laki laki atau perempuan?? tanya Dara


" wah apa boleh aku melihatnya, aku penasaran dengan wajah mereka yang memiliki ibu cantik sepertimu " tanya lagi Dara dengan mata membinar


" tentu tapi saat waktu libur " ucap Yuli yang membuat Dara cemberut


" ya masih lama dong " ucap Dara dengan nada kecewa


ni aku lihat kan fotonya


dengan mata membinar Dara mengambil hp Yuli dan melihat foto si kembar dengan antusias


" wah mereka sangat tampan ,pasti ayahnya juga tampan , aku ingin sekali menggendongnya dan menciumnya " ucap Dara


" haha besok lah aku bawah mereka kesini kalau dibolehkan sama atasan " ucap Yuli yang membuat Dara kegirangan


" ngomong-ngomong kenapa kamu seperti sangat suka anak kecil ?? tanya Yuli


" karena mereka imut hehehe " jawab singkat dara


" oyah Yul kalau boleh tau alamat rumahmu di mana ,siapa tau aku bosan dirumah dan pergi ke rumahmu bermain sama si kembar mu "


" tapi apa kamu yakin mau kerumahku yang hanya kontrakan kecil ? tanya Yuli tanpa menaruh sedikit malu sama sekali dengan kekurangannya


" yah gakpapa , asalkan jangan di kuburan heheh" ucap Dara dengan penuh keyakinan


" ternyata kamu suka sekali bercanda kaya anakku " ucap Yuli yang teringat oleh setiap tingkah laku putranya yang selalu membuatnya pusing


" aku jadi kangen sama mereka ,kira kira mereka gak buat ulah gak sih " ucap Yuli pelan tapi masih bisa didengar oleh Dara


" wah ibu mudah ternyata sangat perhatian sama anaknya " canda Dara yang malah mendapat kata kata bijak 'dari Yuli


" kamu belum merasakan jadi seorang ibu , walaupun aku tidak makan asalkan mereka bisa makan ,karena kita sebagai orang tua harus bisa menjadi pelindung bagi mereka dan sebaliknya jika suatu saat nanti saya sudah tidak bisa bekerja mereka yang akan melindungiku , walaupun saya sejujurnya saya tidak mempunyai suami ,saya sangat bersyukur bisa memiliki mereka berdua " ucap Yuli panjang lebar dan berlari meninggalkan Dara sendiri di meja makan


dara yang mendengar kan kata kata yang keluar dari mulut Yuli tertegun dan yang lebih membuat Dara penasaran dan kaget adalah kata akhir yang diucapkan oleh Yuli .


" apa maksudnya itu"