
Aidil yang baru datang kaget melihat rumah yang heboh ditambah lagi dengan mami dan papi nya yang sedang berjoget sampai dapur berantakan
" ada apa ini sayang ?? tanya Aidil kaget melihat mami dan papi nya yang sedang berjoget dengan volume lagu yang cukup keras
" mami lagi buat cendol " ucap Yuli yang asik melihat kedua mertuanya
" Oma sama kai joget " ucap Alfa berlari ke arah mereka diikuti sang adik yang ingin ikut bermain
Alfa dan Alfi bermain di dapur dengan tepung yang dihambur nya kemana mana sampai wajah mereka sudah seperti Mak rempong yang memakai make up 5 cm membuat Yuli yang melihat nya tertawa berbahak bahak
" sayang kok malah ketawa sih , Alfa sama Alfi nanti kalau terjadi apa apa gimana , atau mata nya kemasukan tepung "ucap Aidil sangat khawatir
" Alfa Alfi jangan bermain itu, cepat kemari dan mandi" ucap Aidil yang takut terjadi apa-apa dengan kedua putranya
Alfa dan Alfi tidak mendengarkan ucapan Deddynya , mereka terus bermain sambil berlari-lari
" biarkan saja lah mas, yang penting Alfa dan Alfi senang" ucap Yuli tak menoleh ke arah suaminya dia hanya fokus kepada 4 orang yang yang yang sangat lucu menurutnya berbeda dengan Aidil yang yang sangat pusing dengan Mami dan papi nya
" iya aku tahu sayang yang tapi jika terjadi apa-apa kan enggak lucu, " ucap Aidil
" Alfa Alfi jangan bermain yang membahayakan" teriak Yuli yang mengerti dengan pikiran suaminya dan diangguki oleh kedua anaknya yang masih terus bermain berbeda dengan Mami dan papi nya yang sangat heboh membuat cendol tidak memperdulikan cucunya yang sedang ikut meramaikan memberantakan dapur
para pembantu yang melihat nya hanya bisa pasrah dan sabar untuk lembur membersihkan dapur nantinya
tak lama kemudian cendol yang dibuat Mami Yani sudah jadi dan langsung memberikan kepada Yuli , musik pun mati kini Tinggal kedua anak kembar yang masih asyik bermain dengan tepung serta bahan-bahan masak lainnya
hasil buatan cendol Mami Yani sangat mengharukan karena bentuknya nya dan warnanya berbeda dengan cendol pada umumnya tapi itu tidak membuat Yuli membatalkan makanan yang dipesannya
Aidil yang melihat masakan Maminya memilih langsung kabur , dia tidak ingin menjadi sasaran istrinya untuk membantunya makan cendol yang yang begitu istimewa dari Maminya
tanpa banyak pikir Yuli langsung melahap cendol tersebut dengan lahap , Yani yang sedari tadi melihat Yuli sangat menikmati masakannya sangat penasaran dan meminta untuk mencicipi cendol buatannya sendiri
Zei yang melihat istrinya memuntahkan cendol hanya bisa menahan salivnya kasar , Zei berdoa dalam hati agar tidak disuruh untuk memakannya bahkan mencicipinya
" satu " gumam zei yang sudah melihat mata Yuli mengarah kepada nya
" dua " lanjut gumam zei
" ti...."
" papi coba cicipi rasanya sangat enak " ucap Yuli yang membuat tubuh zei lemas seketika
" benar dugaan ku " gumam zei terpaksa mencicipi nya tapi hasilnya seperti istrinya yang memuntahkan nya langsung
" loh kok di buang sih , padahal cendol buatannya mami enak Lo " ucap Yuli yang membuat Yani dan zei saling berpandangan satu sama lain
zei dan Yani kemudian menoleh ke arah Aidil berada tadi tapi orang yang mereka cari sudah tidak ada ditempat
" Aidil sudah kabur Pi " bisik Yani yang sangat berantakan setelah membuat cendol
" ayo mi kita lebih baik menghindar saja " bisik lagi zei dan diangguki oleh Yuli
" Yuli kami mau mandi dulu ya , " ucap zei Tersenyum kaku
" gak mau cicipi lagi? tanya Yuli dan dengan cepat serta kompak Yani dan zei menggeleng kan kepalanya cepat dan pergi begitu saja
Yuli melihat nya merasa bingung tapi dia tidak terlalu memikirkan nya dan melanjutkan aktivitas nya makan
setelah makan Yuli langsung memanggil kedua anaknya yang masih asik bermain untuk membersihkan badan
"