
setelah melihat sesuatu yang seperti biji didalam kandungan Yuli melalui layar monitor yang terpampang jelas di mata mereka , Aidil yang sedikit bodoh pun hanya bisa plongo-plongok
semua keluarga nya menangis terharu dengan apa yang dilihat nya kecuali Aidil yang tidak tau apa apa , dulu Aidil memang selalu menemani Yuli saat Pemeriksaan waktu hamil kedua nya tapi dulu bentuknya tidak seperti yang sekarang karena usia kandungan Yuli sudah 3 bulan dulu
" apa kamu memakan batu sayang ?? tanya Aidil yang membuat seketika semua orang menatap nya
" ini apa ?? tanya Aidil lagi menunjuk ke arah layar yang ada didepan nya yang melihat tatapan orang sudah mengarah pada diri nya
" apa kamu bodoh Dil ?? tanya mami Yani
" apa mami tau itu apa , bukan kh itu semacam batu atau biji salak , ehh tunggu apa kamu memakan salak kemarin ?? tanya Aidil lagi
" sini kau bodoh , lihat baik baik gambar itu " ucap mami Yani Manarik tangan Aidil lebih mendekat ke arah layar
" itu adalah calon adik alfa dan Alfi " ucap Siska yang seketika membuat Aidil menoleh ke arah Siska , tak lama dia kembali menoleh ke arah layar didepan nya disana dia menatap nya masih lama seakan tidak percaya dengan ucapan Siska
" apa kak Siska yakin aku akan mempunyai anak lagi ?? tanya Aidil dan di angguki oleh Siska
seketika Aidil lompat memeluk mami nya dia sungguh kegirangan dengan berita hari ini , mami Yani yang dipeluknya mencoba untuk mendorong Aidil tapi tenaganya tidak sebanding dengan Tenaga kebahagiaan Aidil
" woe bodoh , mami tidak bisa bernafas " teriak mami nya yang membuat Aidil segera melepaskan pelukannya
" mami aku akan mempunyai anak lagi , apa mami tidak senang ?? tanya Aidil dengan kesenangan yang sangat berlebihan
" iya mami tau , " jawab mami Yani yang kembali membuat Aidil menggendongnya dan memutar mutar seperti di film India
" woe aku pusing " teriak mami Yani memukul mukul bahu Aidil
keluarga nya yang melihat hanya bisa tersenyum manis , hati mereka semua Sangat gembira mendengar kehamilan Yuli
" turun kan Dil, mami sungguh pusing " ucap mami Yani dengan suara lirih
" Dil kamu mau bunuh mami mu ?? tanya papi Zei yang membuat Aidil menghentikan nya
" was kamu Dil " ucap mami Yani lirih dan terjatuh tak sadarkan diri
" mamiiiii " teriak Aidil yang syok melihat mami nya sudah pingsan
suara pintu berbunyi tanda ada yang masuk dan ternyata itu adalah kembar dan Kevin
" Deddy kenapa Oma tidur disini ?? tanya Alfa yang juga ikut berjongkok di samping Oma nya
" Oma pingsan " jawab Aidil
" wow kai kuat " ucap Alfi dengan jempol terbalik ke arah kai nya
" kenapa Oma pingsan Deddy ?? tanya Alfi
" Oma sangat senang karena Alfa dan Alfi akan segera mempunyai Adek " ucap Aidil
" benarkah Bun ?? tanya Alfa dan di angguki oleh Yuli
" yey , aunty Siska maaf kan Alfa ya , Alfa tidak jadi mau ambil adek aunty kakak sudah punya " ucap Alfa
" lah siapa juga yang mau , aku tidak mau ya anak ku jadi ngeselin seperti kalian nanti kalau udah besar kalau bergaul dengan mu " ucap Kevin
" mana ada , Alfa itu orang nya imut , lucu, pintar, ganteng , baik , tidak nakal , rajin bermain , tidak bisa kalah kalau main sama adek , rajin habiskan ayam nya adek , dan rajin mandi " ucap Alfa
" hei kencrut kau banggakan dirimu yang rajin bermain itu hah " ucap Kevin
" kan kata Deddy jangan nakal , main saja " jawab Alfa
" kau ini mas , mereka masih kecil belum tau apa apa " ucap Siska
" kakak sudah besar " jawab lagi Alfa
" hei Dil kalau anak mu nanti lahir jangan sampai sifat nya mirip mereka ya " ucap siska
" tidak bisa harus mirip kakak , gak boleh tidak " ucap tegas Alfa
cukup lama mereka berada didalam sana hingga seseorang datang berteriak yang tentu saja membuat mereka kaget bukan main
" Aidil sialnnnnnn " teriak mami Yani melangkah ke arah Aidil dengan wajahnya yang sudah sangat menakutkan
" nak lindungi Deddy " ucap aidil langsung menggendong Alfa
" Oma Deddy bilang Oma Cemen " ucap Alfa yang membuat Aidil membulat kan mata nya
" apa kamu sudah puas mempunyai Deddy dan apa kamu sudah tidak ingin melihat Deddy hiidup " ucap Aidil
" aaahhhhhggggg, sakitt " teriak Aidil saat telinga nya sudah ditarik sedangkan Alfa yang di gendongan Aidil bukannya dia menolong deddy nya malah dia membantu Manarik telinga deddynya
MAAF KALAU ADA KATA KATA YANG TIDAK SESUAI YA , AUTHOR TIDAK TERLALU BISA JIKA TENTANG RUMAH SAKIT