
sang mentari menyinari alam dengan cahaya paginya dikediaman Aidil sudah berkumpul untuk makan pagi
seusai sarapan Aidil dengan ceria berangkat ke kantor tak lupa dia singgah untuk menjemput calon istri nya dan kedua anak nakalnya
" oh iya paman, apa mau ikut aku ke perusahaan jalan jalan " ucap Aidil dengan nada sombong
" tidak " tolak Kevin mentah mentah
" trus paman di rumah saja kaya cewek " ucap Aidil lagi membuat Kevin menatap nya kesal
" terserah ku saja lah " ucap Kevin ketus
" kak apa kamu mau ikut jalan jalan ke rumah sakit sekalian kak Kevin lihat rumah sakit yang perna mengundang kakak untuk bekerja di sana ?? tanya Siska yang membuat Kevin tanpa banyak pikir langsung mengiyakan
" baiklah aku ikut " ucap Kevin semangat membuat Aidil kesal
" di ajak cewek cepat giliran cowok gak mau dasar bucin tapi tidak bisa pacaran " ucap Aidil pelan tapi masih bisa di dengar oleh Kevin dan Siska
" apaan sih kamu Dil " ucap Siska membela Kevin
" pergi Sono berdua , awas di makan mayat sana " ucap Aidil dan pergi meninggalkan kevin dan Siska
.......
Di perusahaan
" bos ini berkas yang harus di tandatangani" ucap Bimo memberikan setumpuk berkas
" loh kok banyak bangat sih " ucap Aidil kesal
" kan bos yang libur Mulu gak ingat sama asisten kalau dia juga mau ikutan libur hanya di kasih harapan palsu doang " omel Bimo kesal
" kok kamu ngeggas sih " ucap Aidil dengan suara agak tinggi
" kan kenyataan bos , " ucap Bimo melangkah pergi meninggalkan Aidil yang menganga tidak percaya dengan asistennya yang sudah berani dengannya
" awas saja gajimu akan tidak cair bulan ini " teriak Aidil tapi tidak didengarkan oleh Bimo
jam sudah menunjukan pukul 12:00 membuat perut Aidil dangdutan
" astaga aku lupa sama Yuli dan anak anakku " ucap Aidil dan berlari keluar dari pintu tapi tiba tiba matanya panas saat melihat sahabatnya yang mencoba mendekati calon istrinya
dengan langkah penuh emosi Aidil menyamperi mereka
" ngapain kamu disini Rei ?? tanya Aidil dingin
" wah pak Presdir datang , aku mau ajak Yuli makan siang tapi dia selalu menolak ,dan sebagai teman yang baik kamu harus membantu ku membujuk nya " ucap Rei yang membuat Aidil kepanasan
" tidak akan bisa " ucap Aidil masih dengan nada dingin
" maksudnya?? tanya Rei bingung
" Yuli calon istriku,enak saja kamu mau ajak makan " ucap Aidil tegas
" kan masih calon sobat , aku perna mendengar sebelum jalur hijau melengkung itu masih bisa ditikung haha " ucap Rei tidak percaya dengan omongan Aidil
" omongan mu aja tidak benar mau dekatin calon istriku mau cari mati kamu " ancam Aidil
" kalian bisa liat gak sih kalau orang sedang fokus jangan berisik , kalau mau berisik diluar saja " ucap Yuli emosi
" dia duluan syg " ucap Aidil
" sayang ,sayang enak saja manggil orang syg " ucap Rei ketus membuat Aidil menatapnya tajam
" pak Rei saya mohon agar anda tidak mencari masalah disini ya " ucap Yuli
" baiklah demi kamu aku tidak akan melakukan hal memalukan seperti dia " ucap Rei menunjuk ke arah Aidil
" hei kamu memang harus di kasih pelajaran ya " ucap Aidil yang sudah emosi , mengangkat tangannya tapi segera ditahan oleh Yuli
" mas jangan membuat harga dirimu jatuh karena hal seperti ini " ucap Yuli tegas
" apa benar kamu yang jadi calon suami nya ?? tanya Rei meremehkan
" pak Rei asal anda tau kami bukan lagi calon tapi kami sudah menikah empat tahun yang lalu " ucap Yuli yang membuat Rei kaget
" hah apa aku bisa percaya kalian begitu saja " ucap Rei tidak percaya
" terserah anda saja " ucap Yuli
tiba tiba sosok dua tuyul datang dengan Bimo membuat senyuman di wajah Aidil terukir
" hai anak Deddy,kalian dari mana saja ?? tanya Aidil kepada kedua putranya
" Eddy om imo idak unya uit buat Eli Ainan ( Deddy om Bimo tidak punya duit buat beli mainan ) ucap Alfi kepada Deddy nya yang membuat Bimo menggaruk kepalanya yang tidak gatal
" Bim apa benar ?? tanya Aidil dengan suar menyeramkan
" anu bos sebenarnya aku lupa bawa dompet jadi tidak bisa belikan mereka " ucap Bimo
" siapa mereka ?? tanya Rei bingung
" huh aku lupa ,apa kamu tidak melihat wajah mereka yang mirip dengan ku ?? tanya Aidil tapi masih tidak mendapat jawaban dari Rei
" mereka adalah putraku dan Yuli " ucap Aidil penuh kemenangan membuat Rei sangat syok
" apa benar yang dikatakan dia ?? tanya Rei ke Bimo dan diangguki oleh Bimo
Rei berlari keluar dengan rasa sakit dihatinya membuat Yuli merasa tidak enak
" mas " ucap Yuli ke Aidil dengan suara pelan
" biarkan saja , dia memang seperti itu mencintai seseorang tapi tidak mencari tau sebenarnya" ucap Aidil memeluk Yuli
" ingat bos ada kami disini " ucap Bimo
" woe asisten sialan , kenapa kamu selalu merusak pemandangan" ucap Aidil kesal
" itu bukan pemandangan bos tapi kesempatan bagi bos " ucap Bimo yang membuat Aidil menatapnya tajam
" baiklah bos terserah anda saja kalau begitu kami keluar silahkan dilanjutkan" ucap Bimo lagi
" udah telat sialan " kesal aidil