
hari ke hari tak terasa hari pernikahan Yuli dan Aidil semakin dekat membuat Yuli dan pamannya harus pulang ke kampung halaman
kini Aidil sangat lah senang karena persiapan pernikahan mereka sudah 90% selesai berbeda dengan Kevin yang kesal karena keduluan sama keponakannya apalagi Aidil yang selalu sombong kepadanya
Diperusahaaan
" bos nanti kalau sudah menikah jangan lupa kasih tau tips agar anak itu bisa kembar dan nakal " ucap Bimo membuat Aidil Tersenyum penuh kesombongan
" hahaha kamu memang harus belajar sama aku Bim , tapi gimana mau ngajar kamu kalau pacar aja belum ada " ucap Aidil diselah tawanya
" bos kan bisa belajar dulu materi baru praktek " ucap Bimo kesal
" kamu cari pacar dulu biar nanti aku ajarkan gimana gaya yang harus dipakai" ucap aidil
" lah trus yang jadi contoh cewek nya siapa bos ?? tanya Bimo
" ya cewekmu lah" ucap enteng Aidil
" lah gimana jadinya bos kalau cewek ku yang bos contoh " ucap bingung Bimo
" ya kan aku pembukaan nanti kamu penutupan hahaha " ucap Aidil yang membuat Bimo kesal
" enak saja , gimana kalau nona Yuli saja bos " ucap Bimo yang membuat Aidil menatapnya tajam
" kamu mau mati , tidak ada seorang pun yang bisa melihat kulit istriku kecuali aku , dengar tu baik baik " ucap Aidil kesal
" *memang kalau bos gila ditambah bucin memang bodoh " gumam Bimo kesal tapi masih bisa didengar Aidil
" apa kamu bilang hah* ?? tanya aidil dengan suara tegas
" coba saja kalau Yuli nolak pasti si bos gila itu sikap nya masih seperti dulu tapi untunglah si bos sudah tidak sedingin dulu " gumam Bimo
" si bos mau nikah , kakaknya udah dekat sama Kevin tapi gimana jadinya nanti ya hubungan mereka jika Aidil sama Yuli udah nikah ,itu kan gak boleh apalagi Kevin paman Yuli dan Siska kakak kandung bos gila ,kayaknya ada yang sebentar lagi sakit hati ini , itu lah mengapa aku tidak mau mencari cewek , kalau di selingkuhin mirip bos dulu rasanya sesak tapi dulu bos ada untungnya juga sih dapat makanan saat mabuk hihihi " lanjut Bimo bergumam cekikikan
" Bimo lebih baik sendiri dari pada tersakiti ingat itu " lanjut lagi Bimo
Di kediaman nenek Vivin
hampir semua dekorasi sudah terpasang dan undangan sudah terbagi ke masyarakat desa dan keluarga dari kedua calon pengantin, keluarga Yuli dan Aidil sepakat tidak mempublikasikan pernikahan nya ke media karena Yuli tidak mau jika harga diri calon suami nya tersebar karena mereka mempunyai anak sebelum menikah apalagi usia anaknya sudah hampir memasuki 4 tahun dan cara berbicara mereka juga sudah mulai lumayan lancar
" unda lumahnya dikasih begini ?? tanya Alfi penasaran dengan dekorasi rumah
" ini buat acara Minggu depan " ucap Yuli
" acala apa bunda ?? tanya Alfa
" acara makan makan supaya Alfa sama Alfi cepat besar " ucap Yuli lagi
" yes makan-makan pacti enak " ucap Alfi senang
" kakak tidak Pellu ,Kaka cudah besar " ucap Alfa sombong
" ohh kakak tidak mau Alfi jadi nanti Alfi saja yang makan banyak banyak ya biar adek lebih tinggi dari pada kakak " ucap Yuli menyindir putranya dengan segera Alfa langsung meminta digendong
saat digendong Alfa membisikkan sesuatu di telinga bundanya
" bunda anti kakak mau makan banyak jangan kasih tau siapa siapa ya bunda " bisik Alfa tidak mau didengar oleh adiknya membuat Yuli menggelengkan kepalanya melihat tingkah Alfa yang sangat persis dengan Deddy nya