
Aidil bersantai ruang tamu bersama istrinya , Aidil sedari tadi hanya mengelus ,mencium perut Yuli dan sesekali berbicara dengannya walaupun perut Yuli masih belum terlihat buncit
Yuli yang merasa risih dan geli dengan perlakuan suaminya menegur nya tapi Aidil tidak sama sekali mendengarkannya malahan Aidil seperti mengadu kepada calon anaknya yang masih didalam Rahim
" mas sudah dong , geli tau " ucap Yuli mendorong pelan tubuh suaminya tapi Aidil malah berjongkok di depan perut Yuli
" masa bunda mu suruh deddy ganteng pergi , padahal deddy masih mau main sama anak pintarku " ucap Aidil seperti berbicara dengan anak yang sudah lahir
" dia masih belum keluar mana bisa dia bermain , sudah lah mending kamu pergi bekerja sana " ucap Yuli
" tu kan bundamu jahat , dia suruh deddy pergi " ucap lagi Aidil mencium perut Yuli yang semakin membuat Yuli kesal
" Deddy, mending deddy pergi bekerja ya , biar dedek bisa tidur " ucap Yuli meniru suara anak kecil
" hahahaha " tawa Aidil karena merasa gemes dengan istrinya
" adek jangan dengar kata Deddy kalau sudah besar ya , deddy suka buat bunda marah " ucap Alfa yang tiba tiba datang entah dari mana membuat Aidil kaget
" astaga , anak tuyul datang " ucap ceplos Aidil memegang dadanya yang kaget
" berarti deddy bapak tuyul dong hahaha " ucap Alfa dan kemudian melirik Bunda nya yang membuat Alfa tidak berani mengatakan jika bundanya ibu tuyul
" kamu tau tuyul ?? tanya Aidil dengan bodohnya
" iya , kan kakak sama adek suka nonton film tuyul bro dimana mana ada tuyul bro , ada deddy dan ada si Alfi hahaha " ucap Alfa dan Dilanjutkan oleh nyanyian sinetron tuyulnya
" hahahaha " Yuli juga tak bisa menahan tawanya dengan ucapan Alfa tersebut karena dia juga ikut meramaikan jika kedua anaknya nonton
" kamu mau jadi anak durhaka , gak boleh ledekin deddy " ucap Aidil kepada putranya
" anak durhaka yang di film nenek jahat ?? tanya lagi Alfa yang mengira jika deddy nya membahas film
" alfaaaa , mending kamu sana main sama adik kamu " ucap Aidil yang sudah mulai kesal
" bosan , gak ada Oma sama kai dan aunty " ucap Alfa meminta digendong oleh Bunda nya dan tentu saja Yuli langsung mengangkat nya dan mendudukkannya di pangkuan nya
" hei ,. hati hati ada adikmu didalam perut bunda " ucap Aidil yang sudah posesif karena ini pertama kali baginya, dia tidak ingin terjadi apa apa
" memang kenapa adik ku ?? tanya Alfa bingung
" nanti kamu tindih trus jadi gepeng kan gak lucu kalau adik Alfa jadi gepeng " ucap Aidil
" jadi roti gepeng dong deddy?? tanya Alfa dan dengan bodohnya Aidil mengangguk
" kalian berdua ni sama saja , debat tapi tidak masuk akal pembicaraan nya , gak nyambung lagi " ucap Yuli menggelengkan kepalanya
" Deddy kapan adek keluar ?? tanya Alfi yang baru datang karena merasa bosan juga
" masih lama " jawab Aidil
" suruh cepat deddy , alfi bosan jadi adik trus adek juga mau punya adik " ucap Alfi
" memang harus nunggu segitu biar bisa keluar" jawab Aidil
" makannya deddy jangan Cemen , suruh adek saja tidak bisa apalagi suruh kakak sama aku " ucap Alfi yang menurutnya mengandung itu tidak memerlukan proses
" kan memang seperti itu alfiiiiii , kalau mau di keluarin Sekarang nanti cuma matanya yang keluar , mau Alfa sama Alfi ?? tanya Aidil yang sudah sangat kesal
" makanya deddy , jangan pegang matanya kalau mau suruh keluar pegang tangannya biar matanya tidak lepas " ucap Alfa membantu sang adik
" sayang , kamu ngidam apaan sih dulu ?? tanya Aidil mengacak rambut nya prustasi
" alfi tunggu 7 bulan lagi ya " ucap Aidil
" kapan 7 bulan deddy ?? tanya lagi Alfi
" besok " jawab Aidil yang sudah kesal lantaran otak anaknya seperti sedang tersumbat
" yey besok kita punya adek " ucap Alfa dan Alfi dengan senang yang membuat Aidil dan Yuli melotot kan matanya
" sayang aku salah bicara " ucap Aidil yang tau bagaimana sikap sikembar jika diberi suatu janji pasti dia akan mengingatnya sampai kapan pun
" aku gak ikut ikutan " ucap Yuli yang tidak mau ambil pusing
" besok kakak harus pakai baju yang rapi biar adek bisa bedain mana yang ganteng dan tentu saja kakak yang ganteng " ucap Alfa bangga
" aku juga " ucap Alfi tidak mau kalah
Aidil yang seperti ada angin yang lewat memberikan nya sebuah ide membuat Aidil langsung memberikan alasan tak masuk akal kepada anaknya dan tentu saja anaknya yang masih polos hanya bisa percaya
" halo , apa adek besok akan dijemput deddy didalam perut bunda ?? tanya Aidil menempel kan hp nya ditelinga nya seperti sedang menelfon
" astaga , harus nunggu lama lagi , lama sekali , padahal kedua kakak kamu sudah nunggu adiknya datang tapi nanti deddy sampai kan kalau adiknya masih lama keluar karena macet " ucap Aidil dengan volume yang tinggi agar kedua anaknya bisa mendengar
" apa , oh iya nanti deddy sampaikan kepada kedua kakak mu agar tidak nakal harus nurut sama deddy dan bunda agar adiknya bisa cepat keluar dari kemacetan " ucap lagi Alfi yang membuat Yuli ingin tertawa tapi dia memaksakan untuk menahannya
" apa benar kalau kedua kakakmu sudah tidak nakal dan mau menuruti ucapan deddy dan bunda , adik akan selalu bermain dengannya jika sudah keluar , ohh nanti deddy sampaikan kepada Alfa dan Alfi " ucap lagi Aidil
" apa adek bilang , Alfa dan Alfi jika tidak menuruti kemauan deddy dan bunda dedek tidak akan keluar , astaga kalau deddy jadi Alfa sama Alfi pasti akan segera menuruti permintaan adek sih dari pada adek tidak keluar kan Alfa nanti tidak dapat adek baru dan Alfi akan tetap jadi adik tidak bisa jadi kakak " ucap Aidil dengan akting seperti sudah diatas rata rata
" ohh baiklah nanti deddy akan sampai kan semua , kalau begitu adek tidur ya jangan begadang nanti sakit " ucap Aidil yang lagi lagi membuat Yuli hanya bisa menahan tawanya dengan kekonyolan Aidil
" Deddy mau di pijit ?? tanya Alfa langsung setelah Aidil meletakkan hp nya
" tidak usah , deddy hanya haus boleh minta ambil kan air minum ?? tanya Aidil dengan tangan yang menyilang di dadanya
" ok tunggu deddy , kakak akan ambilkan , kalau bunda mau apa ?? tanya Alfa auntusias
" bunda mau dipijit saja " ucap Yuli santai kapan lagi kedua anaknya bisa taat
" adek saja yang pijit bunda ya " tawar Alfi dan diangguki oleh Yuli
Alfa berlari ke dapur dengan semangat juangnya dan begitu pun dengan Alfi yang sangat semangat memijat bundanya walaupun hanya terasa geli pijatannya
" adek mau ngobrol sama dedek nanti ya deddy " ucap Alfi tiba tiba yang membuat Aidil membulat kan matanya
" adek tidur gak bisa diganggu dan kalau Alfi ngomong lagi deddy akan ngadu kepada dedek kalau Alfi nakal " ucap Aidil
" tidak jadi deddy, Alfi hanya becanda " ucap Alfi
like
vote
tq
lumayan 1000 kata hehe untuk malam ini
BERSAMBUNG