Anak Kembarku Tanpa Deddy

Anak Kembarku Tanpa Deddy
tukang ojek


Aidil dengan kesalnya mengayun sepeda menelusuri lorong lorong perumahan dia berharap akan mendapatkan pohon mangga yang berbuah tapi sudah beberapa menit Aidil masih belum mendapat kan pohon mangga yang berbuah ,


zei yang ikut memilih naik ojek karena takut mobil nanti tidak bisa lewat hanya bisa tersenyum penuh kemenangan melihat putranya yang mengayun sepeda supir nya


" pak kapan nyampe nya ni ?? tanya tukang ojek Tersebut


" kamu ikuti saja yang baik sepeda " saut zei


" memangnya mau kemana sih ?? tanya lagi tukang ojek Tersebut kepo


" mau cari pohon mangga " jawab zei


" buat apa pak , pohon mangga kan banyak gak perlu dicari , tu ada pohon mangga " ucap tukang ojek Tersebut menunjuk ke arah pohon mangga yang berada disamping rumah warga


" cepat panggil dia " ucap zei ke ojek tersebut


" pohon mangga " teriak tukang ojek tersebut


" kamu manggil siapa ?? tanya Zei kesal


" pohon mangga " jawab tukang ojek Tersebut lagi dengan bodohnya


" astaga ,pantas saja kamu jadi tukang ojek , yang ku maksud itu yang naik sepeda didepan kita " ucap zei kesal


" ohh "


" yang naik sepeda " teriak lagi tukang ojek tersebut yang lagi lagi membuat Zei kesal


" astaga kenapa dengan otakmu ?? tanya Zei dengan kesal


" memang nya otak saya kenapa pak , otak saya seperti nya baik baik saja " jawab tukang ojek Tersebut


" Aidil " teriak zei


" Aidil " teriak tukang ojek


" kamu ini giliran aku manggil kamu juga ikutan " ucap zei


" tadi kan bapak gak kasih tau namanya " ucap tukang ojek Tersebut


" ahh terserah mu cepat kejar " ucap zei membuat tukang ojek tersebut berhenti dan buru buru turun dari motornya mengejar Aidil


zei yang melihat ingin sekali melempar helm ke kepala nya agar bisa encer


zei tidak memperdulikan tukang ojek tersebut ,zei hanya melewati nya begitu saja


" pak motor saya " teriak tukang ojek tersebut kembali mengejar zei yang membawa motor nya


" Aidil stop " teriak zei membuat Aidil langsung memberhentikan sepedanya


" ada apa Pi ?? tanya Aidil dengan keringat yang bercucuran


" tu ada pohon mangga didepan tadi " ucap zei membuat Aidil sangat lega


" benarkah Pi ?? tanya Aidil dengan mata yang membinar dan diangguki oleh papi nya


" pak kenapa tinggalin saya " ucap tukang ojek tersebut ngos ngosan


" siapa Pi ?? tanya Aidil


" tukang ojek " jawab zei dengan wajah yang kesal


" kok papi yang bawa motor dan kenapa dia jalan kaki ?? tanya Aidil bingung


" ahhg gak usah dibahas papi malas membahasnya " jawab zei


" ayo , pohon mangga nya disana " ucap zei dan diangguki oleh Aidil


Aidil memutar balik sepedanya begitu pun dengan zei memutar balik motor tukang ojek


" pak sudah selesai ngejar dia?? tanya tukang ojek tersebut membuat Zei langsung menancap gas meninggalkan tukang ojek tersebut yang masih dalam pikiran bodohnya


" mas tadi kenapa cari pohon mangga , memang nya mas main petak umpet sama pohon mangga ?? tanya lagi tukang ojek tersebut tidak sadar jika motornya sudah meninggalkannya lagi


Aidil yang mendapat pertanyaan bodoh langsung mengetahui kenapa papinya sangat kesal tadi


Aidil tidak menjawab pertanyaan bodoh tukang ojek tersebut dan meninggalkan nya sendiri


" loh kok gak dijawab " ucap tukang ojek tersebut pada dirinya sendiri


tukang ojek tersebut kembali memutar otaknya dan mengingat motornya


" hah motor ku " teriak nya kembali berlari mengejar zei yang membawa motor nya