Terpaksa Menikahi Atasanku

Terpaksa Menikahi Atasanku
Eps 90 Penasaran


Happy reading.


≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈


“Claudia hey, kamu kenapa? A–pa ... kamu mengenal suamiku?” tanya Zoya semakin penasaran.


“Suami kamu eh enggak kok, siapa juga yang kenal sama orang hebat kaya gitu hehe, Zoya ... beneran kamu istrinya Reiner, seorang CEO besar pertama di Negera ini seriusan kamu nggak lagi bohong 'kan?” tanyaku.


“Ya enggak dong, mana mungkin aku berani ngaku-ngaku malulah tapi ... kok keliatannya kamu kaya kaget gitu ada apa?” tanya Zoya terlihat dia sedang mencurigai diriku.


“Nggak kok, sebenarnya itu aku sempet denger nama suami kamu itu pas satu orang dosenku nyebutin nama Reiner, yah ... wajarlah aku kaget hehe secara aku berteman dengan istri CEO haduh kamu beruntung banget ya Zoya, aku ikutan senang dengernya.” Biarpun hatiku hancur seketika rasanya seperti teriris pisau pelan-pelan begitu sakit aku menahannya.


“Ah gitu kirain kenapa,” sahut Zoya seraya tersenyum manis.


‘Untung saja Zoya ngga curiga sama gue, kalau kagak bisa di kira gue berteman sama dia ada maunya lagi,’ batin Claudia.


Aku pura-pura melihat kearah jam, sebab aku ingin pergi dari hadapan Zoya agar aku bisa merenung bagaimana kedepannya agar bisa untuk berteman dengan Zoya.


“Zoya maaf banget nih yah aku harus pulang dulu, Steven udah pulang terus makan siang belum aku siapin, akhir-akhir ini dia suka pulang kerumah aku buat makan hehe ngga apakan aku langsung pulang?” aku berusaha ngeles agar bisa pergi.


“Eh iya boleh kok, hati-hati ya Claudia.”


Aku tersenyum sambil mengangguk lalu pamit pulang. Pikiranku terus memikirkan apa yang diucapkan oleh Zoya, Hatiku hancur bagaimana mungkin aku sanggup berteman dengannya meskipun cintaku tidak lagi bisa untuk mendapatkan hatinya kembali. Mereka sudah bahagia bodohnya aku dulu pergi dengan tiba-tiba.


(Zoya Khalisa More)


“Kok tiba-tiba aneh banget? Apa yang salah kalau aku menikah dengan CEO? Perasaanku tidak enak sepertinya Claudia mengetahui banyak hal,” gumam ku saat Claudia sudah pergi.


Aku merasa Claudia memang sedang menyimpan sesuatu dariku meskipun dia mencoba bilang tidak justru matanya tidak bisa berbohong, entah aku sedang berteman dengan orang yang salah ataupun sebaliknya.


---------------------------------------------


(Viora Lausy)


Setelah seharian aku mendiamkan diri dari Kelvin sampai aku sendiri yang tidak sanggup untuk tidak berbicara dengannya, semua gara-gara Tante gila itu Kelvin jadi tidak peduli denganku meskipun aku mendiamkannya.


Setelah malam di mana aku penasaran dengan apa yang mereka lakukan, tidurku tidak nyenyak, bagaimana bisa nyenyak sampai mimpi pun aku terus membayangkan Kelvin sedang syuting tapi anehnya syuting di sebuah kolam dan tanpa pakaian, itu yang aku mimpikan.


Hari sudah siang, waktunya untukku sarapan meskipun aku hanya magang tapi Kelvin tidak membedakan diriku seperti karyawan lainnya, dia memang calon Pangeran yang idaman.


Saat itu aku berniat untuk mengajak Kelvin makan siang tapi sialnya aku harus melihat Tante gila yang bernama Elie itu datang langsung ke Perusahaan dan mengajak Kelvin makan bersamanya justru seketika kepalaku panas melihat mereka berdua berjalan di depanku.


“Tidak boleh gagal harus kacau 'kan makan siang mereka berdua, aku ngga terima pangeranku seenaknya di rebut oleh Tante jahat,” gumam ku sembari mengikuti mereka dari jarak yang tidak jauh.


Terlihat mereka sedang berjalan kearah parkiran tentu saja aku berlari menghampiri agar tidak ketinggalan. Kelvin tercengang melihat diriku sudah duluan masuk sebelum Tante jahat itu yang masuk.


“Gadis kecil ... mau kemana? Udah selesai ngambeknya?” tanya Kelvin terlihat jika dia sedang menahan senyumnya.


“Masih ngambek, Evin udah jalan terus jangan goda aku!” sahutku galak.


Kelvin sudah melajukan mobilnya tapi yang membuatku bingung kami pergi kearah jalan pulang. “Evin ... apa kamu tidak salah jalan bukannya kita mau sarapan ya?”


“Kita memang mau pulang kok gadis kecil, kamu nggak denger ya tadi itu resepsionis umumin kita bisa cepat pulang karena satu keluarga karyawan yang sedang berduka, makanya jangan suka ngelamun,” sahut Kelvin dan ujung-ujungnya dia mengatai diriku.


“Suka-suka aku kalau mau ngelamun juga! By the way semalam kalian ngapain kok tiba-tiba ngga keliatan lagi terus kata Bibik kalian lagi syuting tapi kok aneh syutingnya aku denger suara desahan gitu, Evin ... kamu jahat! Masa cuma ngajakin Tante ini syuting aku malah nggak, nggak sudi di madu kaya gini!” Aku berusaha untuk terlihat kesal didepan Kelvin.


“Heh gue bukan Tante lu, berhenti panggil gue Tante!” timbal Elie geram.


“Suka-suka gue dong panggil Lo apa.”


“Udah malah bertengkar lagi, gadis kecil ngga boleh panggil temen gitu, ah ya semalem itu aku ada keperluan mendadak tapi bukan syuting cuma nonton doang, udah ah kita mau sampai rumah nih aku capek mau istirahat,” timbal Kelvin sambil membela Tante gila.


Kami pun sampai, aku berjalan dengan hentakan kaki yang keras, ada rasa kesal dengan Kelvin, dia sepertinya sudah membenciku. Aku beranjak dan pergi ke kamar sampai Kelvin memanggilku pun aku tidak menyahutnya.


“Dasar Evin jahat, bisa-bisanya dia marahin aku depan Tante gila itu, awas kamu Pangeran, aku bakalan buat kamu cinta mati! Okay Viora saatnya kamu beraksi,” gumam ku lalu mengeluarkan laptop dan mencari apa yang seharusnya kucari.


Pertama-tama aku mencari bagaimana caranya membuat Pria jatuh cinta, setelah membaca dengan teliti akhirnya aku menemukan cara-cara membuat Pria cinta mati, caranya:


- Menjaga kontak mata.


-Bersikap tertarik dan selalu mendengarkan


-Buat si dia merasa spesial.


-Tunjukkan bahwa Anda wanita yang unik


-tersenyum


-jadi diri sendiri


-Mandiri


-Perbanyak sentuhan


Aku fokus di bagian terakhir, membuat banyak sentuhan, justru aku tidak mengerti bagaimana caranya tapi aku harus berusaha dan akhirnya aku menemukan artikel pas untuk bagian terakhir. Setelah mendapatkan itu semua aku save agar bisa ku pahami nanti.


Tidak ku lupakan aku mencari bagaimana syuting yang di tonton oleh Kelvin. Hanya mencari sebentar tapi yang keluar isi yang sangat aneh, justru belum pernah aku melihatnya.


“Pria dan wanita saling menyatu terus mereka melakukan adegan naik turun tanpa baju, nggak salah yang gue liat sekarang? Mereka juga melakukan dengan banyak gaya oh tidak! Mata suci ku ternodai, itu be–benda a ... apa panjang banget masuk ke tempat gue! EVIN ... Lo nanti harus tanggung jawab!”


Aku histeris tidak menentu, lalu aku berlari menuju ke kamar Kelvin. Aku harus tahu jelas tentang ini semua, bagaimana mungkin dia membodohi aku.


≈≈≈≈≈≈≈≈≈


Jangan lupa beri dukungan kalian serta vote ya teman-temanku, terimakasih sudah mendukung Author.