
Happy reading.
≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈
Zoya dan Kelvin, mereka sedang menuju pulang, tak ada percakapan berat diantara mereka hanya sesekali ngobrol itupun hanya pembicaraan ringan. Tak beberapa lama kemudian sampailah mereka di kediamannya Zoya.
Kelvin turun diikuti oleh Zoya. Jam masih menunjukkan pukul 14:30, dan itu masih ada waktu jam kerja. Mereka memasuki kediaman tersebut.
"Silahkan duduk dulu Vin, sebentar aku buatkan minum dulu ya," ucap Zoya, ingin beranjak dari depan Kelvin.
"Ehh, ngga usah lagi Zoe, aku ngga lama jadi ngga perlu buat minum, mau langsung balik aja terus kamu mending istirahat jangan banyak gerak dulu," sahut Kelvin.
"Jadi mau langsung balik terus Vin?" Zoya bertanya.
"Iya Zoe, mumpung masih ada waktu dikit lagi, nanti kalau kamu kenapa-kenapa hubungi aku ya, ponsel jangan jauh-jauh aku pamit pulang dulu," ucap Kelvin.
"Yaudah Vin kalau gitu hati-hati ya," sahut Zoya.
Kelvin menganggukkan kepalanya. Lalu ia beranjak keluar dari kediaman tersebut, begitupun dengan Zoya mengantar sahabatnya sampai didepan. Ia menunggu sampai Kelvin benar-benar menghilang dari pandangannya.
Zoya kembali masuk kedalam, hari itu tidak ada siapapun dikediaman mereka selain beberapa penjaga yang memang menjaga keamanan rumah itu. Reiner juga belum pulang sebab belum waktunya untuk pulang.
Ia berjalan menuju ke dapur, berniat melihat sarapan yang bisa dimasak, berhubung waktunya memang harus berdiam di rumah untuk beberapa saat sampai ia melahirkan, lalu membuka kulkas dan melihat masih ada beberapa bahan untuk dimasak tiga menu lagi. Lalu tanpa menunggu lama ia akhirnya mengambil bahan-bahan tersebut dan membuatnya.
Ia membuat carne asada fries, makanan yang terbuat dari bahan utama kentang goreng, lalu dibuat krim asam dan keju. Sebab hanya ada beberapa bahan ringan yang bisa ia masak. Lalu ia membuat pho, itu ada jenis makanan yang ia buat dari bahan mie kuah lalu dicampurkan dengan daging atau ayam yang juga di lengkapi dengan jeruk nipis, kemangi dan sebagainya.
Menu terakhir ia buat adalah menu pelengkap yaitu makanan mochi, itu dibuat menggunakan bahan selai kacang dan juga buah-buahan. Tiga menu itu termasuk makanan favorit dari California. Meskipun juga dibeberapa negara juga membuat makanan tersebut tapi tentu dengan ciri khas masing-masing.
Zoya sudah siap membuat sarapan lalu ia merapikan bahan-bahan yang tadi bertaburan saat ia memasak. Setelah semuanya selesai lalu Zoya beranjak pergi dari tempat tersebut, jam menunjukkan pukul setengah lima, ia tahu sebentar lagi suaminya akan pulang. Lalu ia bergegas untuk merapikan dirinya dan menuju kamar mandi.
Tidak butuh waktu lama ia pun selesai dengan aktivitas mandinya. Lalu ia beranjak dari sana dan mengambil hair dryer untuk mengeringkan rambutnya. Terdengar dari balik kamarnya suara langkah kaki yang semakin mendekati kamarnya. Zoya pun penasaran dan melihat keluar tanpa pakaian hanya melilitkan handuknya.
‘Ternyata suamiku sudah pulang,’ batin Zoya.
Meskipun keadaan rumahtangga mereka sedang tidak membaik, Zoya pun tetap menghampiri Reiner yang sekarang sedang berjalan menuju ke kamar mereka. Zoya pun tepat berdiri didepan suaminya lalu ia mengambil tas kerja yang sedari tadi ditenteng.
Zoya berinisiatif untuk memperbaiki keadaan rumahtangga mereka, lalu bergegas membantu Reiner membuka jas kebanggaan seorang CEO, suaminya terus melihat tingkah yang dilakukan oleh istrinya itu.
Merasa tidak nyaman hanya saling berdiam diri, Zoya pun membuka pembicaraan mereka, sebab ia tidak mau terus-menerus berada dalam suasana diam. "Mas, gimana kerjanya lancar?"
"Ya bisa dibilang begitu," sahut Reiner.
"Baguslah, mas sebaiknya mandi terus, lalu setelah itu kita sarapan," kata Zoya.
Reiner pun tidak membantah, ia menganggukkan kepalanya, lalu Reiner beranjak dari tempat mereka berdiri dan memasuki kamar mandi. Meskipun diantara mereka tidak harmonis seperti dulu tapi setidaknya Zoya senang perkataannya dijawab baik meskipun suaminya masih terlihat kaku.
Zoya kembali menjalankan tugasnya yang tertinggal, ia mengambil lingerie lalu memakainya. Sebab hari sebentar lagi akan gelap jadi lebih baik ia memakai lingerie tersebut. Sambil menunggu Reiner keluar dari kamar mandi ia mengambil satu buku yang menurutnya menarik, dengan judul beautiful girl, yang menceritakan seorang wanita cantik yang menjadi rebutan sampai kakaknya sendiri tergila-gila dengannya. Buku itu memang ada di platform sebelah tentunya.
Ia membaca setiap halaman, lalu tidak lama dari itu Reiner pun keluar dari kamar mandi, masih menggunakan handuk yang menutupi setengah badannya, rambut yang masih acak-acakan dan tetesan air dari rambutnya sendiri terus mengalir yang membuat ketampanan seorang CEO tersebut semakin terlihat.
Zoya menatap kearah suaminya, dan tidak bisa berpaling, ada rasa kerinduan yang selama ini ia tahan sebab selalu ada pertengkaran yang selalu terjadi antara mereka. Reiner tidak menyadari bahwa istrinya sedang sibuk menatapnya. Sifat dingin Reiner sangat terlihat jika ia sedang marah.
Zoya beranjak dari tempat tidurnya dan mendekati suaminya secara perlahan, lalu Reiner menyadari jika istrinya berjalan mendekat tapi ia masing tidak menoleh kebelakang dan pura-pura tidak mengetahui jika istrinya sedang mendekatinya.
Rasa rindu dari Zoya begitupun dengan Reiner, meskipun Reiner saat itu bersikap dingin seolah tidak menyadari bahwa istrinya menginginkan lebih darinya. Ia masing sibuk dengan mengelap rambut coklatnya. Meskipun Zoya semakin mendekatinya.
Lalu dengan tiba-tiba Zoya memeluk Reiner dari belakang, meskipun pelukan darinya tidak erat sebab perutnya yang semakin membesar, ia merebahkan kepalanya di bahu suaminya.
Reiner masih tidak peduli dengan tingkah istrinya, ia seolah tidak ingin membalas pelukan istrinya padahal ia justru lebih menginginkan istrinya bisa terus seperti itu. Lama Zoya memeluk suaminya dari belakang, sesekali ia mengusap dada bidang itu yang sekarang sudah lama tidak dapat ia rasakan sandaran lagi.
‘Kenapa dia tidak membalas pelukanku, ah sudahlah biarkan aku menikmati kerinduan ini sebentar lagi,’ batin Zoya.
Zoya terus melakukan hal yang sama, ia memang tidak ingin melewatkan kesempatan itu meskipun perutnya sedikit kesusahan.
≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈
Hallo guys jangan lupa terus dukung karya Author, mudah kok, dengan LIKE, KOMEN dan berikan VOTE. Kalian harus memberikan VOTE. Sebab itu akan membuatku untuk lebih semangat dan menghadirkan yang lebih keren. Nah jika kalian penasaran langsung saja seperti yang udah Meldy bilang untuk dukung juga sertakan vote kalian agar Meldy memberikan kejutan-kejutan di setiap episodenya okay.