
Happy reading.
≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈
Seorang pemenang yang sesungguhnya adalah ketika dia mampu melawan amarahnya dengan kesabarannya, dan memaafkan dengan ketulusan.
*******
"Tidak apa-apa sayang, itu memang sudah seharusnya kau tidak menyukai masalalu ku tapi bukan berarti selamanya kau harus bungkam persoalan yang sangat berat seperti ini, sebab aku tidak ingin kehilanganmu," ungkap Reiner penuh kasih sayang.
"Terimakasih Mas, aku sungguh bahagia, jika saja dulu aku tahu semuanya dari awal justru aku akan langsung membicarakannya dengan cepat, tanpa hanya berdiam diri dan menyakiti perasaanku sendiri," sahut Reiner.
"Iya sayang." Cups! Cups ... sampai berkali-kali. Reiner mengecup mesra bibir istrinya, begitupun sebaliknya mereka sedang berpacu dalam nafsu. Sampai membuat Zoya banjir.
"Kau menyukainya sayang?" tanya Reiner.
Zoya hanya mengangguk dalam terengah-engah merasakan sensasi atas setiap perlakuan dari suaminya. Jam menunjukkan pukul 00:15. Dan saat itu mereka memulai aktivitas wajib bagi setiap pasangan, hingga terus berlanjut dan berhenti tepat pukul 02:30 dini hari. Reiner yang memang cekatan dalam hal itu pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menaklukkan istrinya berada dalam pelukannya.
******
Terlihat sinar mentari menyinari pagi, seperti memberi semangat untuk hari ini. Untuk menjalani hidup yang penuh masalah ini. Zoya terbangun tepat pukul jam 09:00, ia kesiangan sebab semalam waktu istirahatnya telah diambil oleh suaminya dan itu cukup melelahkan meskipun kehangatan berada didalamnya.
Lalu Zoya beranjak dari tempat tidur dan berjalan ke wastafel, menuntaskan semua yang menganggu di wajahnya. Sekitar beberapa saat ia pun selesai dan keluar dari kamar mandi. Dilihatnya Reiner yang masih tertidur pulas, ia tidak berniat menganggu suaminya tidur meskipun ia sendiri tahu suaminya harus berangkat kerja.
Lalu Zoya pun pergi menuju ke dapur untuk membuat sarapan tapi saat dilihatnya kulkas kosong, tidak ada bahan makanan yang bisa dimasaknya kecuali sebungkus roti yang masih tersisa. Akhirnya tidak ada pilihan ia pun memanggang roti tersebut dan menyeduh susu untuknya juga suaminya.
Saat sedang sibuk menyiapkan sarapan, tiba-tiba Reiner berjalan pelan-pelan sambil menggaruk-garuk kepalanya, dia terlihat belum cukup mendapatkan kesadaran. Zoya hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya itu.
Tanpa menuju ke wastafel terlebih dahulu, Reiner menarik kursi dan memilih duduk langsung dimeja makan. Zoya pun kesal melihatnya. "Mas, bangun, ayo bangun ...."
Reiner tidak peduli, ia seakan tidak mendengar suara apapun. Akhirnya Zoya dengan terpaksa menarik tangan suaminya dan membawanya ke kamar mandi. Blurrr ... suara air yang keluar dari shower.
Reiner tersentak kaget. "Sayang, ihh ... kamu nih, aku ngantuk masih, nanti aja mandi," rengek Reiner.
"Udah diem!" tegas Zoya, ia sedang memandikan bayi besarnya, Reiner hanya menuruti dan tidak banyak tingkah.
"Ihhh kamu yang, lama-lama kaya mami tiri, judes banget sama aku," gerutu Reiner. "Biarin, biar kamu puas," ucap Zoya seraya tersenyum.
Sedang seriusnya Zoya memandikan bayi besarnya itu tiba-tiba sifat nakal Reiner kambuh, dengan cepat ia menangkap bola indah besar menggantung di dada Zoya, membuatnya terkejut kaget. "Mas! Kamu ini ah jangan buat aku jantungan."
"Maaf sayang, abisnya unyu banget kamu, gemesin tau," ucap Reiner seraya tangannya sudah mulai meraba-raba ke segala arah yang ada ditubuh Zoya.
Berniat memandikan Reiner, justru dengannya harus ikutan karena ulah suaminya yang nakal. Zoya pun menurut atas setiap perlakuan suaminya. Tidak ada cara lain sebab itu memang sudah keharusan.
"Ngga sayang, mas udah ambil cuti untuk tiga hari," sahut Reiner.
"Loh cuti buat apa Mas? Aku tau pasti lagi ngga mood kan kekantor?" tanya Zoya.
Reiner lalu menarik tangan istrinya dan membawanya duduk bersamanya. "Sayang! Kamu nih masih muda loh udah sering lupa, ngga inget, Mommy kan nyuruh kita buat dateng buat acara penyambutan calon bayi kita."
"Ehh iya, duhh aku bisa-bisanya lupa," gerutu Zoya.
"Nah maka dari itu aku memilih untuk langsung cuti tiga hari, satu untuk sama kamu, terus besoknya untuk acara sambut calon bayi kita, besoknya lagi sama kamu terus tidur," ucap Reiner seraya tersenyum, memperlihatkan deretan giginya yang putih.
Zoya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku suaminya. "Terserah kamu lah, ehh aku lupa kasih tahu mas, persediaan bahan masakan kita sudah habis, belanja yuk," pinta Zoya.
"Siap sayang! Ya udah yuk kita pergi sekalian kita cari gaun untuk pesta besok malam," Zoya pun tersenyum melihat suaminya yang begitu ceria dan pengertian.
Mereka pun beranjak turun menuju kelantai bawah. Lalu mereka sudah memasuki mobil dengan satu supir pribadi, perlu diketahui kediaman mereka selain ada anggota bayaran milik Reiner juga sudah memperkerjakan supir, sebab Reiner tidak mau jika istrinya harus naik taksi apalagi dalam keadaan hamil besar itu justru membuatnya lebih khawatir.
Sekitar beberapa menit mereka telah sampai di sebuah Mall terkenal bernama SM Mall of Asia, sebuah pusat perbelanjaan yang berlokasi di Bay City, Pasay, Filipina, di dekat SM Central Business Park, Teluk Manila.
Zoya pun turun dari mobil, lalu ia menggenggam tangan suaminya dan membawanya berkeliling melihat-lihat bahan apa saja yang akan dibelinya. Cukup butuh waktu lama untuk mereka hanya untuk belanja bulanan.
Bahan-bahan makan pun sudah siap dibeli lalu mereka memberikan supirnya terus mereka melanjutkan perjalanan menuju tempat fashion untuk mereka menghadiri acara sambutan kandungannya.
Zoya pun mengambil beberapa gaun begitupun dengan Reiner mengambil beberapa jas keren untuk ia kenakan.
"Mas, cocok ngga aku pakai? Terus kamu pilih deh, gaun warna merah, biru atau putih?" tanya Zoya.
Reiner sedang berpikir. "Udah cocok kok sayang, cantik lagi, terus kalau yang itu sih ... eeee keknya warna putih deh yang."
Zoya pun melirik gaun-gaun yang ia perlihatkan tadi. "Merah aja mas, nampaknya lebih mewah lagi deh."
Reiner menarik nafasnya memburu. "Aku pusing liat kamu, yang." Mendengar itu Zoya pun tersenyum.
Saat sedang sibuk-sibuknya mereka tiba-tiba seorang perempuan berjalan mendekat kearah Reiner.
≈≈≈≈≈≈≈≈≈
Hallo guys jangan lupa terus dukung karya Author, mudah kok, dengan LIKE, KOMEN dan berikan VOTE. Kalian harus memberikan VOTE. Sebab itu akan membuatku untuk lebih semangat dan menghadirkan yang lebih keren.
Maaf ya pembacaku, aku ngga bisa crazy up karena sistem aku gini 1 chapter terbuka jika sudah 500 vote dan berapapun chapter yang ingin kalian baca sebanyak itu juga votenya. Sebab ngetik itu butuh tenaga dan mood yang baik. Yang tidak mau kasih tidak masalah asal sanggup nunggu, saya tidak memaksa di sini.