
Happy reading.
≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈
Jarang orang mengakui, kesederhanaan adalah kekayaan yang terbesar di dunia ini. Suatu karunia alam, dan yang terpenting diatas segala-galanya ialah keberanian. Kesederhanaan adalah kejujuran, dan keberanian adalah ketulusan. ~ Pramudya Anaknya.
********
Saat berada diluar Elie masih menunggu kami kupikir dia akan pergi tapi rupanya, Reiner sudah berada dalam mobil, aku ingin menghampiri wanita itu tapi Kelvin menghentikan langkahku. "Tidak ada gunanya Zoe sudahlah biarkan aku yang mengurusnya."
Aku menurut dengan ucapan Kelvin. Dan aku jika ikut masuk kedalam mobil sedangkan Kelvin berjalan kearah Elie.
"Sini kamu!" ucap Kelvin menarik tangan Elie dengan kasar. Aku masih bisa mendengar ucapan mereka karena berada cukup dekat dengan mobil.
"Kelvin sakit! lepaskan aku!" ucap Elie geram, tidak terima atas perlakuan buruk.
Aku melihat keadaan sangat genting. ‘Oh tidak, sepertinya Kelvin kehilangan kendali, aku harus turun jangan sampai ia membahayakan nyawa Elie,’ batin.
"Kau sudah sangat keterlaluan Elie! Aku membiarkanmu tapi kau semakin menjadi-jadi," ucap Kevin geram.
"Memangnya apa peduli mu Kelvin!? Kau saja tidak menginginkan aku lalu untuk apa mendengar ucapanmu, yang harus kau lihat itu aku yang sudah mengandung anakmu bukan wanita perebut itu!" lirih Elie penuh amarah.
"Cukup! Aku tidak ingin mendengar tentang kandungan, kau itu pembohong!" Kelvin pun sama ia tidak ingin kalah.
Aku berjalan dengan cepat, melihat situasi sudah tidak beres, sebelum akhirnya Kelvin benar-benar hilang kendali dan membahayakan Elie justru itu lebih membuatku takut.
Aku berdiri dekat Kelvin berusaha meredamkan amarahnya. "Sudah Vin lebih baik kita pergi saja, sudahlah aku tidak apa-apa,"
"Diam kamu wanita perebut!" ucap Elie kasar sambil menunjuk kearahku.
"Kau itu memang tidak bisa dikasih hati Elie! Lancang sekali kamu mengatakan Zoya perebut justru dirimu yang perebut," sahut Kelvin tidak ingin mengalah.
"Aku perebut? Heeh kau seharusnya bisa lihat Vin aku yang perebut atau dia, justru dia Vin! Kau ingat jika mulanya aku yang kekasih Reiner tapi setelah kedatangannya semua orang berpaling dariku, kau seharusnya sadar diri Zoya, kau itu tidak pantas berada dikalangan pria-pria seperti mereka, kau pantasnya itu dijalan dan menikah dengan gelandangan bukan dengan seorang miliarder itu sangat tidak dengan statusmu!" ucap Elie dengan amarah yang memuncak.
Elie sangat marah sampai-sampai ia menyatakan aku dengan sesuka hatinya, bahkan Kelvin hanya terdiam melihat Elie berbicara sangat kasar dengan puas.
Perlahan air mataku mengalir mendengar ucapan pedas dari Elie, apa memang benar kalau aku sudah menjadi perebut dalam hidupnya? Sampai-sampai ia harus bertingkah semuanya denganku.
"A-aku bukan perebut Elie, perjodohan yang mengharuskan kami untuk bersama jadi aku tidak bisa untuk membatalkannya sebab aku sangat menuruti keinginan orangtuaku sendiri, jika dulu sebelum kami menikah Reiner mengatakan kalau dia sudah memilikimu mungkin aku tidak akan hadir diantara kalian. Tapi sekarang aku tidak bisa menuruti kemauan mu, sebab aku sudah sangat mencintai suamiku bahkan jauh sebelum kami menikah," ucapku kesal dan tidak terima atas tuduhannya untukku.
"Sudah Zoe jangan terlalu dengarkan wanita gila ini, kau memang bukan perebut aku tahu itu," sahut Kelvin membelaku.
"Kelvin kau! Kenapa kau malah membelanya justru di sini aku yang menjadi wanita mu bukan dia, kau harus ingat kalau aku mengandung anakmu," ujar Elie kesal.
"Ini anakmu Kelvin!" ucap Elie membuktikan.
"Ah sudahlah Zoe ayo pergi dari sini, semakin di sini semakin membuatku ingin membunuh seseorang, dan untukmu Elie kita belum selesai!" ucap Kelvin mengancam.
Perdebatan singkat terjadi antara kami masih didepan Club, Kelvin lalu mengajakku untuk kembali ke mobil dan aku menurutinya. Sampailah kami dalam mobil, ia langsung mengemudi dengan kecepatan tinggi.
Reiner masih tidak sadar, dan aku duduk di bangku belakang untuk menemaninya. Aku tahu jika dia kesini pasti setelah permasalahan kemarin. Perlahan aku mengusap rambutnya, tidurnya sangat nyenyak.
Tidak butuh waktu lama sampailah kami di rumah, Kelvin langsung membopong tubuh Kelvin dan membawanya ke kamar.
Kelvin melirikku. "Kau tidak apa-apa setelah melihat Elie? Jika tidak aku akan menginap di sini sampai Reiner sadar dan nanti aku akan menjelaskan semuanya tentang persoalan kemarin."
"Ah, aku tidak apa-apa Vin, sudah jangan menginap biar aku nanti yang akan menjelaskannya, dan lagi besok kamu harus bekerja aku tidak mau masalah seperti ini juga harus membebankan mu," ucapku menolak.
"Baiklah Zoe kalau begitu tapi jika nanti keadaan kalian belum membaik jangan sungkan bicarakan denganku," lirih Kelvin.
"Tentu Vin itu akan kulakukan dan terimakasih untuk hari ini," sahutku.
"Sama-sama Zoe, ah! Aku lupa bukankah kau belum memberitahu tentang sesuatu hal denganku, yang membuat hatimu akhir-akhir ini sangat gelisah," ucap Kelvin mengingatku.
"Ehmm! Sudahlah Vin nanti saja sebab aku harus mempersiapkan diriku untuk bisa menceritakan semuanya, aku sedikit malu ....," ucapku dengan jujur.
"Baiklah jika begitu Zoe, aku pulang dulu dan semoga Reiner cepat luluh dengan penjelasan mu," ungkap Kelvin perhatian.
"Terimakasih Vin."
Setelah pamit aku mengantarkan Kelvin sampai depan dan tidak lupa memberi pelukan kecil untuknya. Aku melambaikan tanganku dan melihat mobilnya menghilang dari kediamanku. Setelah itu aku memasuki kamar dan melihat suamiku masih tertidur pulas.
Aku duduk disampingnya mengusap wajahnya dengan pelan. Melihatnya yang sudah terlelap lengkap dengan pakaian kerjanya. Karena melihatnya sangat tidak nyaman aku berniat untuk menggantikan pakaiannya. Dengan pelan aku membuka bajunya agar ia tidak bangun, tapi saat sedang pakaiannya ku ganti ia justru menggeliat dan akhirnya matanya terbuka.
Ia terbangun, dan menatapku lalu melihat ke sekeliling ruangan, mungkin karena pengaruh minuman membuatnya sedikit kebingungan sudah berada dimana.
"Mas mau aku buatkan teh hangat?" tanyaku.
Ia tidak menjawab ucapanku tapi justru menatapku dengan lama, lalu ia berpaling melihat kearah lain. ‘Ternyata dia mendiamkan aku,’ batin.
Aku beranjak dari tempatnya, aku tahu tidak ada gunanya jika sekarang aku menjelaskan semuanya, lebih baik aku memberinya waktu. Badanku terasa lengket, dan aku memutuskan untuk mandi. Singkat kata tidak beberapa lama aku sudah selesai menuntaskan tugasku.
≈≈≈≈≈≈≈≈≈
Hallo guys jangan lupa terus dukung karya Author, mudah kok, dengan like, komen dan berikan vote. Kalian harus memberikan vote. Sebab itu akan membuatku untuk lebih semangat dan menghadirkan yang lebih keren. Nah jika kalian penasaran langsung saja seperti yang udah Meldy bilang untuk dukung juga sertakan vote kalian agar Meldy memberikan kejutan-kejutan di setiap episodenya okay.