Terpaksa Menikahi Atasanku

Terpaksa Menikahi Atasanku
Eps 70. Elie gagal


Happy reading.


≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈


(Eliezer)


Dia menjalankan aksinya, membuatku ingin lebih. Benar ucapannya jika dia juga bisa memuaskan aku meskipun kepuasan dari Kelvin lah yang membuatku ingin lagi dan lagi.


------------------------------------------


Penyatuan kami selesai, aku sedang duduk termenung dengan satu botol minuman di depanku dan satu rokok sedang ku hisap, sedangkan Brian masih tenggelam dalam lelapnya tidur.


‘Haruskah aku bertahan lagi dengan Brian? Tapi bagaimana jika dia nantinya justru ingin membunuhku lagi? Ah rasanya aku sudah tidak betah dengannya,’ batin Elie.


Pikiranku melayang memikirkan bagaimana nantinya jika aku harus terus hidup bersama pria pscyo seperti ini.


“Aduh ... Kenapa bodoh banget sih Elie,” ucapku pada diri sendiri. Tiba-tiba sebuah ide kembali terlintas di pikiranku, aku yakin saat ini pasti akan berhasil.


‘Kau memang pintar Elie, tidak salah lagi tunggu sampai Brian menguasai Zoya dan setelah itu aku bisa melihat kehancuran mereka, baru aku akan menceraikan Brian meskipun dia mengancam tidak ingin pisah, aku pasti bisa bagaimana juga harus lalu pergi menarik perhatian Kelvin kembali,’ batin Elie.


“Hahaha idemu sangat cemerlang Elie,” ucapku pada diriku sendiri.


“Ide seperti apa sayang?”


Tiba-tiba suara Brian membuatku tersadar, aku tidak tahu dia sudah lama berdiri di sana atau baru mendengar ucapanku.


“Tidak Brian, hanya aku sedang memikirkan ide untukmu, itu saja,” ucapku berbohong.


“Untukku sayang? Sebegitu nya kamu membenci dengan Reiner? Sehingga terus-menerus kau memikirkan tentang itu,” sahut Brian.


“Bukan seperti itu Brian, aku hanya sedang berpikir tentang rencana mu, menurutku semakin cepat semakin bagus dan bisa merasakan kepuasan juga dari wanita lain, bukankah begitu sayang?”


“Tentu, tapi menurutku kamu lah yang terbaik yang bisa membuatku puas,” ucap Brian.


“Ah jangan memujiku Brian.”


‘Kau sudah masuk kedalam perangkap ku Brian, lakukan saja seperti keinginanku dan setelahnya aku bisa tertawa melihat musuh ku hancur juga dirimu Brian, sebab aku sudah tidak mencintaimu lagi,’ batin Elie.


“Brian, bagaimana kalau kita percepat saja rencana kita, aku sudah tidak sabar,” pintaku.


“Boleh saja sayang tapi aku mau jika nanti aku sudah bisa menguasai istri Reiner, aku mau setelahnya kau juga ikut memberi kenikmatan untukku, bagaimana sayang?” tanya Brian.


“Tentu saja aku mau,” sahutku.


Lalu Brian pun mengangguk dan kami langsung bersiap-siap, tentu saja rencana ini tidak akan berhasil jika hanya aku dengannya yang melakukan, justru kami memanggil tiga orang bayaran ku yang akan ku utus untuk menculik Zoya.


Senyum kemenangan berpihak padaku, aku sangat senang sudah bisa mengelabuhi dua pria sekaligus, dan nanti tinggal jalankan aksiku. ‘Tunggu saja Zoya, kau akan mati di tanganku,’ batin Elie.


Aku dan Brian sudah siap, lalu kami bergegas masuk kedalam mobil.


Brian melirik kearahku. “Sayang, apa sebaiknya kau tidak usah ikut, bagaimana jika nantinya ini justru membayangkanmu? Kau kan sedang hamil sayang.”


“Baiklah sayang, jika itu keuanganmu,” Brian pasrah.


Lalu Brian langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, serta aku langsung menghubungi salah satu anggota bayaran ku, kami saat itu berniat pergi ke kediaman Reiner. Sebab jam-jam seperti ini pasti Zoya ada di rumah, dan Reiner sedang berada diluar.


Tidak butuh waktu lama aku dan Brian sudah sampai didekat kediaman Reiner, aku pun meminta salah satu anggota ku untuk memastikan terlebih dahulu, apakah ada orang atau tidak.


Ia pun menurut lalu berjalan didepan pintu kediaman Reiner, sampai ia menekan bel beberapa kali hingga keluar salah satu yang kuduga itu adalah petugas keamanan di kediaman tersebut.


Dari jarak yang sedikit jauh, aku lihat anggota suruhan ku sedang berbincang dengan petugas di sana dan akhirnya ia pun kembali menemuiku.


“Bagaiamana?” tanyaku pada salah satu anggota bayaran.


“Kosong Nyonya, kata petugas tadi majikannya sama-sama sedang tidak berada di rumah, dan mereka juga tidak tahu majikannya pergi kemana,” ungkap salah seorang bayaran ku.


“Argggghhh sialan! Kemana perginya mereka? Berani sekali menghindar dariku, apa mereka pikir mereka sudah aman,” ucapku geram.


“Sabar sayang, kita tidak perlu gegabah seperti itu, tenanglah mungkin mereka sedang keluar sebentar, sebaiknya kita tunggu saja,” sahut Brian.


“Kita pergi saja, tunda untuk hari ini, kita atur kapan waktu yang tepat,” perintahku.


Aku kesal, rencana yang sudah matang aku buat harus gagal dengan sia-sia, bahkan tidak ada jejak mereka di rumahnya. Terpaksa kami memutar arah untuk kembali dan menyusun rencana yang lebih baik, aku sangat tidak bisa untuk tenang sampai aku bisa membuat Zoya masuk kedalam perangkap ku dan ku jadikan santapan lezat untuk Brian.


Aku sudah sangat menanti waktu yang akan datang, benar-benar ingin sekali aku melihat sebuah adegan liar dari Brian dengan wanita busuk itu lalu aku bisa hidup tenang bersama Kelvin.


Perjalanan kami lalui dengan cepat, Brian sibuk dengan ponselnya sedangkan aku sibuk dengan pikiran liar ku. Sampai akhirnya kami sampai di kediamanku, aku turun dari mobil serta para anggota bayaran ku juga ikut.


“Kesini kalian semua! Aku akan berikan sebuah pekerjaan tentu saja dengan nominal uang yang besar,” ucapku.


Aku sengaja memanggil mereka untuk mendengarkan apa yang seharusnya mereka kerjakan.


“Baik Nyonya, ada apa?” tanya salah satu anggota bayaran ku.


“Aku mau kalian terus waspadai keberadaan Zoya dan Reiner, ingat saat Zoya sedang sendirian jangan sampai lengah, kalian harus lakukan apa yang sudah aku perintahkan. Ku pastikan bayaran setimpal untuk kalian, duit dan juga kenikmatan, kalian paham?”


“Siap Nyonya, akan kami lakukan,” sahut mereka serentak.


“Bagus, sekarang kalian bisa pergi,” ucapku.


Dan akhirnya mereka pun pergi dari kediamanku, tinggal aku juga Brian. Aku langsung masuk kedalam serta Brian, dia langsung mengikuti ku.


Tiba-tiba Brian merangkul pundak ku. “Sayang, sudahlah jangan terlalu fokus seperti itu, kita santai saja.”


“Aku tahu Brian, tapi aku tidak tenang jika seperti ini, aku mau cepat-cepat biar aku biar melihat kesakitan Zoya dan merengek-rengek meminta ampun sampai kandungan bayinya pecah, ah aku sangat ingin sekali,” ungkapku.


≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈


Hallo semuanya, aku mau kasih tahu kenapa makin kesini kisahnya Zoya dan Reiner makin banyak konflik dan ini itu, nah sedikit pemberitahuan kalau kisah ini bukan kisah seperti pelakor pada umumnya atau kisah pada pasangan yang musuhan terus tiba-tiba akur lalu ending, bukan guys tapi ini beda, sangat beda. Aku membawa sesuatu yang beda, jangan lupa terus dukung.