Terpaksa Menikahi Atasanku

Terpaksa Menikahi Atasanku
69 ~ Sequel Sang anak


H A P P Y R E A D I N G


Alvero keluar dari kamar mandi. Ia langsung berganti pakaian di dalam meskipun Alice berada di sana sedang menonton televisi. Hingga membuat Alice menarik handuk yang menutupi tubuhnya sampai Alvero benar-benar tidak memakai benang satupun.


“ Kamu enggak waras ya? Sini balikkan handukku!” Alvero kesal setengah mati bahkan ia mencoba merebut handuk ditangan Alice.


“Aku enggak mau! Lagian aku ini istrimu apalagi kita malam ini baru menikah jadi kamu enggak bisa begitu dong sama aku. Pokoknya aku mau malam ini layani aku tidur. Apalagi aku lagi hamil anaknya kamu!” Dengan memberani dirinya sampai menopang kedua tangan di pinggangnya seakan ingin mengajak berperang.


“Oh ya? Kamu benar-benar siap menerimaku melayani mu? Baik tapi, jangan minta untuk berhenti,” tegas Alvero sambil mendekati Alice.


Alice benar-benar menantang Alvero. Hingga pria itu melakukan semuanya malam itu. Meskipun hanya ada rasa nyaman tapi, di balik kenyamanan tentu saja ada cinta walau Alvero tidak bisa menyadarinya.


...----------------...


...Sepuluh tahun kemudian....


Alice bersama Alvero telah dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Alexander Li Xizing. Dengan sengaja mereka memberi nama dengan awalan huruf A supaya serasi dengan kedua orangtuanya. Juga memakai nama keluarga Xizing sebagai tanda penerus selanjutnya. Sedangkan Steven bersama Claudia di karunia dua anak perempuan kembar bernama. Callyasta Steven dan Clara Steven.


Alexander sedang menempuh pendidikan sekolah menengah atas bersama dengan kedua saudara perempuannya, Callyasta dan Clara bahkan mereka sudah menjadi sahabat. Kemana-mana selalu berbarengan meskipun mereka tahu jika ayah mereka tidak begitu dekat. Setiap kali melakukan pertemuan selalu ada saling memberikan kebencian antara Steven bersama Alvero meskipun di tanggapi dengan saling melontarkan ejekan namun, itulah yang namanya pertemanan walau tiap bertemu selalu membuat keributan tapi, mereka sebagai keluarga selalu membantu satu sama lain.


Di sisi lain. Keluarga Kelvin bersama Viora di karunia seorang anak laki-laki bernama Vino Ketriano Joe Marble yang memiliki ketampanan seperti papanya namun, tidak sama dengan sikap papanya. Kelvin memiliki sikap jail tapi, tidak dengan sang anak justru seperti uncle Reiner yang memiliki sikap dingin bahkan tegas yang tidak bisa di tindas. Vino bahkan tidak sembarang menyahut ucapan orang lain meskipun begitu dia memiliki hati seperti hello Kitty yang tidak bisa melihat bundanya di jail oleh papanya. Hingga permusuhan saling melempar bantal sering terjadi di antara Vino bersama sang Papa.


Saat Viora sedang mengandung Vino. Kelvin sering sekali meledek Reiner sampai akhirnya ia menyalahkan Reiner karena anaknya lebih mirip dengannya. Vino juga sedang menempuh pendidikan sekolah menengah atas di tempat yang sama dengan anak-anak Steven dan Alvero. Namun, sikapnya yang dingin itu membuat teman-temannya tidak banyak ingin berteman tapi, justru membuat perempuan tergila-gila dengannya bahkan Clara sendiri jatuh hati padanya.


Di sisi lain. Anak Zoya bersama Reiner sukses menjadi kebanggaan mereka. Kaylee sudah meraih kejuaraan sebagai perempuan tercantik yang mendapatkan juara pertama lomba kecantikan dan juga ia sudah memiliki museum sendiri dari hasil kerja kerasnya sebagai pelukis hingga mampu mendirikan gedung museum di usianya yang masih muda. Begitupun sebagai Kayrren. Ia mampu menyaingi bisnis Daddy-nya sampai akhirnya dengan berkat usahanya juga doa dari orangtuanya Kayrren telah berhasil mendiri cabang perusahaannya sendiri.


Berbeda dengan anak dari Brian dan Vanny. Yang bernama Rossi. Dirinya tidak ingin melanjutkan sekolah meskipun Brian sendiri memilki kekayaan dan ingin anaknya mengikuti jejak dari keluarga Reiner. Tapi, dirinya tidak suka di atur. Ia hanya ingin hidup mandiri tanpa ingin bersekolah meskipun dirinya harus bekerja diam-diam di dalam club malam.


Sebagai sang Ayah. Brian terkadang merasa tidak berguna mendidik anaknya. Namun, sang istri selalu mencoba untuk menenangkannya supaya gejala di dalam tubuhnya tidak kambuh karena Brian tidak bisa marah sampai melewati batas. Meskipun begitu Rossi selalu berkata bahwa dirinya bisa menjaga kehormatannya namun, di balik itu dunia malam untuk gadis seusianya tidaklah cocok.


...----------------...


Deras hujan membasahi alam semesta. Di sebuah sekolah menengah atas seluruh siswa dan siswi berlarian keluar karena sudah waktunya pulang namun, hujan lebat membuat aktivitas anak-anak itu terhambat untuk kembali pulang. Tapi, tidak dengan Callyasta, Clara, Alex. Mereka bertiga anak sultan hingga hujan bukan menjadi hambatan. Ketiga pulangnya dengan mobil masing-masing. Tapi, di tengah perjalanan tiba-tiba sebuah mobil hilang kendali hingga menabrak mobil milik Callyasta tapi, untung saja mereka tidak terluka hanya mobil yang sedikit lecek.


Callyasta kesal dengan ulah si pengemudi yang tidak tahu caranya mengemudi. Ia tidak berpikir sedang hujan hingga akhirnya Callyasta keluar berniat melabrak orang yang telah menabraknya. Namun, dirinya terkejut saat melihat pria itu turun dari mobil. Kayrren membawa payung untuk turun dan langsung melihat mobilnya yang juga lecet.


Dengan rasa marah Kayrren langsung menghampiri Callyasta. Mereka memang saling mengenal namun, Kayrren yang sikapnya dingin tidak pernah peduli dengan orang lain. Saat ia keluar ia langsung menendang mobil milik Callyasta hingga amarah di keduanya memuncak.


“Hey! Kamu kalau nyetir lihat-lihat dong! Kalau enggak bisa enggak usah sok nyetir. Dasar anak mami hujan aja payah pakai payung!” ketus Callyasta sembari mengejeknya dengan menopang kedua tangan di pinggang.


Suara tegas dari Callyasta mampu membuat Clara ketakutan melihat sang kakak sedang menentang seorang pangeran. Tapi, tidak Alex. Justru kesal melihat Kayrren yang hanya berani dengan perempuan.


“Yang ada Lo yang salah! Udah tahu bawa mobil terus pakai gandengan segala. Kalau mau di gandeng itu jangan dijalan bodoh! Pakai ngatain gue anak Mami. Lo tuh anak yang enggak di harapkan!” balas Kayrren yang tidak ingin mengalah.


Dengan tatapan tajam dari keduanya hingga membuat merek saling mendekat seperti ingin berperang namun, tiba-tiba Clara berlari berdiri di tengah-tengah mereka.


“Hallo Kakak, Kayrren. Maaf ya kakakku tadi enggak sengaja. Udah jangan di ladenin, kak. Dia emang emosian!” timpal Clara sembari tersenyum.


“ Terus Lo ngapain Lo berdiri di tengah? Mau jadi pahlawan?! Awas ya kalian berdua harus ganti mobil gue dan kasus ini akan gue bawa ke jalur hukum!” ancam Kayrren yang langsung pergi kembali ke mobilnya. Saat itu padahal Alex sedang mencoba untuk membantu namun, sayangnya mangsa terlalu cepat pergi.