Terpaksa Menikahi Atasanku

Terpaksa Menikahi Atasanku
Eps 15. Gagal


"Sayang bisakah kamu berhenti bekerja dengan Kelvin setidaknya jika kamu memang ingin bekerja, tetaplah menjadi sekretaris kesayanganku jangan di tempat lain bagaimana sayang apa kamu mau?"


"Bagaimana aku harus mengatakan kepada Kelvin, aku baru memulai kerja belum lama ini Mas," Zoya merasa tidak nyaman dengan Kelvin yang sudah banyak membantunya.


"Katakan jika kamu ingin berhenti bekerja atau begini bilang saja jika aku melarang mu bagaimana apa kau setuju sayang?"


"Itu sama saja memojokkan aku Mas."


"Aku tahu kau pasti merasa tidak nyaman bukan dengan Kelvin?" Dia paham maksud istrinya ini.


"Begitulah Mas dia sudah banyak membantuku dan sekarang dia menjadikan aku Sekretarisnya tanpa melakukan percobaan terlebih dahulu bukankah dia memang ingin menbantuku, bagaimana jika aku terus bekerja ditempatnya sampai dia memiliki pengganti?"


"Baiklah jika itu keputusannya aku akan menghargainya tapi aku tidak ingin jika kamu kelelahan bukankah kita nanti akan memiliki anak sayang, dan aku berniat kita melakukan honeymoon kembali, bukankah yang dulu sudah tertunda jadi aku akan menggantinya sekarang."


"Terimakasih Mas aku bahagia sekarang."


"Sayang ke kamar yuk."


"Mau ngapain ke Kamar?"


"Ah kamu udah aku mau ke Kamar....," Reiner merengek seperti bayi dan sesekali menarik tangan Zoya. "Kenapa sekarang kamu jadi anak kecil begini Mas?"


"Enggak tahu, udah ke Kamar cepatlah sayang kita buat Adek bayi yuk"


"Ya udah yuk." Mereka berjalan ingin memasuki Kamar tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar.


Tok tok tok.


"Siapa lagi malam-malam bertamu nggak tahu apa orang mau enak juga," ucap Reiner bukannya membuka pintu malah mengomel seperti ibu-ibu kompleks saja. "Mas buka pintu sana orang udah capek diluar."


"Iya-iya" Zoya menggeleng kepala melihat tingkah suaminya sekarang. Reiner pergi membuka ternyata Mommy dan Daddy-nya datang berkunjung. "Lama sekali kamu buka pintunya capek Mommy tunggu, kirain nggak ada orang."


"Udahlah Mommy, Daddy masuk saja dulu malah kaya mau ribut diluar."


"Iya ini Mommy kamu emang aneh enggak sabaran dikit" ucap Daddy.


"Apa kamu bilang aku aneh! Fine tidur diluar, Reiner nanti kamu tidur sama daddymu biar Mommy tidur sama menantu." Padahal hanya bercanda tapi Mommy sudah marah beneran.


"Ya Mommy enggak seru yang benarlah aku tidur sama Daddy?" Reiner kesal mendengarnya.


"Dek janganlah suruh aku tidur sama Reiner kasian kamu enggak ada yang jagain," ucap Daddy malah membuat Reiner menahan tawanya.


"Iya sama kalian, sama-sama sering bikin ulah, udah mana menantu Mommy?"


"Didalam Mom."


Mommy masuk duluan aku dengan Daddy masih sibuk membahas masalah tidur, kami tidak ingin tidur bersama kasian istriku. "Daddy sih pakai bilang Mommy aneh segala jadinya dengan aku kenakan."


"Udahlah jangan dengerin kali Mommy kamu itu nanti juga lupa dia itu."


"Iya kalau lupa kalau enggak bagaimana?"


Aku memasuki rumah dan melihat Mommy dengan istriku sibuk bercerita ada-ada saja yang di tanyakan Mommy. Mereka berniat untuk menginap disini katanya rindu dengan menantunya, jadinya rencana aku dan Zoya gagal.


Mommy pergi ke Dapur untuk menyimpan barang-barang belanjaannya, kesempatan ku untuk membahas yang sudah tertunda tadi. Aku membawa Zoya menjauh dari tempat sebelumnya. "Sayang bagaimana ini katanya Mommy dan Daddy akan menginap disini."


"Ya sudah baguslah memangnya kenapa?"


"Kamu ini enggak paham ya, nanti kalau mereka disini terus kalau kamu teriak bagaimana nggak asyik lah kalau di dengarkan."


"Kamu ini mesum sekali Mas, udah aku mau ke Dapur dulu bantuin Mommy."


"Tunggu dulu sayang ini sangat penting nanti kamu bantuin Mommy."


"Sangat penting masalah mesum mu begitu Mas?"


"Enggak sayang aku akan prediksi jika nanti aku terlalu kuat bagaimana aku tidak mau mereka mendengarnya malu sayang kemana harus ku bawa wajahku" ucap Reiner sambil menutupi wajahnya, ada-ada saja suaminya Zoya ini. "Udah aku mau kesana dulu bantuin Mommy, nanti kamu bahas lagi itu ini yang lebih penting sekarang." Zoya pergi melangkah ke Dapur.


"Istri gue enggak asyik banget diajak kompromikan sayang kalau begini sabar ya dedek kecil," Reiner berbicara sendiri.


Zoya sudah sampai ke Dapur dan melihat Mommy nya sudah menyiapkan beberapa bahan untuk memulai memasak. "Kupikir Mommy nggak mau masak lagi?"


"Enggak sayang Mommy cuma mau bikin cemilan untuk kita makan sekarang, untuk besok pagi udah Mommy bawain roti."


"Ya udah sini aku bantuin juga."


"Sini sayang."


Kami sudah memulai memasak sambil bercerita, banyak hal yang aku ceritakan, mulai dari aku yang sudah bekerja lagi hingga sampai bagaimana aku bisa pergi dari rumah ini. Bagiku Mommy Reiner sangat baik dan sudah ku anggap seperti ibuku sendiri, beliau mengerti bagaimana perasaanku dan beliau sangat berterimakasih aku telah kembali lagi.


Mommy juga mengatakan jika dia sempat bertemu Elie di Mall, dan beliau menyuruhku untuk berhati-hati dengan perempuan itu, bisa saja dia yang sekarang sakit hati melihat aku dengan Reiner bahagia.


Cemilan pun jadi, kami menyantapnya bersama diruang keluarga sambil sesekali bersenda gurau. "Mommy kami pergi tidur dulu ya aku sudah mengantuk, yuk sayang kita tidur," ucap Reiner sambil menarik tangan istrinya.


"Menantuku malam ini tidur dengan Mommy dan kamu tidur dengan Daddy mu, mau apa kamu son mau marah?"


"Enggak kasihan apa Mom lihat anaknya aku jadi sedih."


"Sana sedih sama Daddy mu."


"Kami pergi tidur dulu ya son, kalau mau marah itu sama Daddy mu saja sana, yuk nak kita tidur biarin mereka disini."


Aku hanya tertawa melihat suamiku sengsara seperti itu, aku tahu maksudnya biarkan sajalah masih ada waktu untuk melakukannya. Sedangkan Reiner mulai cemberut raut wajah yang tidak enak di lihat, diri pergi memasuki Kamarnya sendirian tanpa mengajak Daddy-nya. "Kesal Mommy marah sama Daddy malah aku yang jadi sasarannya, kasian kamu yang sabar ya," ucap Reiner pada dirinya sendiri.


Malam itu dia tidak bisa tidur bayangan istrinya terus terlihat, mencoba untuk menutupi matanya juga tidak bisa tidur, sulit sekali rasanya akhirnya dia memutuskan untuk mandi dan menyiapkan air dingin untuknya.


Acara mandi selesai dan dia memutuskan untuk tidur, perlahan dia mencoba menutup mata dan akhirnya dia bisa tertidur, bayangan istrinya tiba-tiba datang dimimpikannya, istrinya berjalan mendekat lebih mendekat sampai menyentuhnya tiba-tiba sosok wanita tua datang dan menganggu mereka, alhasil istrinya kabur dan sosok wanita tua tersebut memarahinya.


Ternyata sosok itu dimimpinya adalah Mommy nya sendiri. Reiner terbangun, dia mengomel sendiri gara-gara marah dengan mommynya malah terbawa mimpi.