Terpaksa Menikahi Atasanku

Terpaksa Menikahi Atasanku
Eps 113 Robekan tubuh ini


Happy reading


≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈


Brian sangat kekeh dengan niatnya untuk membunuhku, ingin berlari juga tidak bisa pasti dia tidak segan-segan langsung menghabisi ku.


‘Viora ... di manapun kamu berada saat ini tolong maafkan aku, semoga kamu mendengar apa yang hatiku ucapkan. Hari ini mungkin ajal kematian ku sudah dekat, aku banyak salah denganmu, jika nanti aku benar-benar mati satu tujuanku setiap malam aku akan selalu menghampirimu dan tidur di sisimu semoga dengan kematian ku ini bisa membawa kebahagiaan untukmu. Aku mencintaimu Viora,’ batinku terakhir kalinya.


Aku sudah pasrah jika memang aku harus mati di bawah kekejaman Brian, maka biarkan 'lah, mungkin dengan ini semuanya akan kembali baik-baik saja. Aku berdiri dengan ketakutan lalu menutup mata.


“Kelvin, terimalah kematian mu. Aku turut berdoa semoga kamu bisa masuk surga dengan dosa pengkhianatan darimu ini!!”


‘Sudah pasrah, pasrah dan pasrah. Oh Tuhan maafkan aku,’ batin.


JLEBB! Suara pisau yang tertusuk tapi entah kenapa aku tidak merasakan sakit, apa mungkin karena aku sudah berdoa?


“Lari Kelvin! Cepat lari ...!”


Suara teriakan Elie membuatku membuka mata dan terkejut melihat Brian sudah tergeletak dengan tangan kanannya memegang siku kirinya, cucuran darah terus mengalir dari tubuh Brian.


‘Syukurlah aku tidak jadi mati. Viora, aku pasti akan mencarimu setelah ini. Tunggu aku,’ batin. Aku berlari begitupun Elie yang sudah berlari di depanku, tapi tiba-tiba.


DORR!


Sakit, sangat sakit tertembak benda kecil tapi begitu menyakitkan rasanya seluruh tulang ini remuk menahan kesakitan yang amat pedih. Tembakan tepat mengenai di paha kananku. Brian berhasil menembak ku saat dirinya juga sedang sekarat. Membuatku terjatuh dan tidak dapat berjalan namun Elie yang menyadari kalau sesuatu sedang terjadi, ia kembali dan menghampiriku lalu membantu aku berjalan dengan tertatih-tatih.


Sedangkan Brian, aku melihat dari jarak jauh ia bangun dengan perlahan-lahan sambil memegangi sikunya lalu pergi meninggalkan kediamanku. Hatiku lega akhirnya setelah ia pergi tapi entah kenapa tiba-tiba mataku rabun dan bayangan Elie tidak bisa kulihat dengan jelas dan akhirnya aku tidak sanggup lagi lalu entahlah kesadaranku hilang.


* * *


(Eliezer)


“Kelvin ... bangun Vin, ia masih bernafas aku harus cepat membawanya kerumah sakit.”


Akibat tembakan dari Brian hingga membuat Kelvin tidak sadar, pahanya terus mengeluarkan darah. Aku menangis melihatnya, gara-gara aku membuat Kelvin harus menanggung semuanya seharusnya aku yang tertembak. Aku rela mati untuk dirinya tapi kenapa harus dia yang mengalami semua ini?


Aku sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit, dengan terburu-buru agar cepat sampai. Aku sangat takut jika semakin lama justru membuat Kelvin kehilangan banyak darahnya, aku tidak ingin itu terjadi.


Setibanya di rumah sakit terdekat, Kelvin langsung di bawa oleh beberapa petugas kesehatan lalu Kelvin langsung di masukan kedalam ruang unit gawat darurat agar bisa di selamatkan. Aku sendiri menunggunya di luar dengan kekhawatiran yang amat dalam.


“Bedebah kamu Brian! Jika Kelvin ku tidak terselamatkan, aku akan membalas dendam ku, lihat saja kematian akan datang padamu. Sebaiknya aku harus menemui Tuhanku,” gumam ku seraya pergi dari rumah sakit.


(Ruangan unit gawat darurat)


Dokter sedang berusaha menyelamatkan Kelvin dari kematian, mereka sedang berupaya mengeluarkan peluru dari paha Kelvin lalu menjahitnya agar luka tembak itu tertutup dan memasangkan perban agar menutupi luka serta menghentikan darah agar tidak terus keluar. Ia banyak kehilangan darah sehingga membuat dokter juga memberikan donor darah yang sudah tersedia.


--------


“Maaf Suster, apa kamu bisa membawaku untuk berdoa? Maksudku, aku ingin bertemu Tuhan dan meminta bantuan, bisakah?”


Terlihat Suster itu sedang berpikir, mungkin saja dia sedang mencerna ucapanku.


“Maaf Mbak, saya tidak tahu karena saya seorang muslim mungkin yang Anda maksud bukan keyakinan seperti itu tapi setahuku tidak ada tempat khusus Gereja di sini,” ucap Suster itu tidak tahu.


“Oh baiklah kalau begitu terimakasih Sus.”


“Sama-sama.”


Aku tidak dapat mencari di sini maka ku putuskan untuk keluar dari rumah sakit dan mencari langsung Gereja terdekat. Sekitar beberapa menit mencari aku langsung menemukan sebuah Gereja yang cukup besar dan aku langsung naik kesana.



Aku mencari pertolongan kepada yang besar. Memohon ampun agar Kelvin bisa terselamatkan. Melihat-lihat ke sekeliling sangat ramai pengunjung yang datang.


‘Bapa ... tolong selamatkan Kelvin, buat agar dia sembuh supaya dia bisa kembali normal dan sehat. Aku tidak mau dia terbaring lemah dalam kesakitan. Dan hukum Brian yang telah membuat orang yang ku sayang menderita. Aku sangat takut kehilangan, aku ingin hidup dalam kebahagiaan bersamanya dan tidak ada siapapun yang bisa mengganggu hubungan kami berdua, aku mohon,’ batin meminta doa.


Lalu bersujud di depan Tuhanku dan setelah itu aku pergi kembali kerumah sakit untuk melihat keadaan Kelvin. Setibanya di sana terlihat dari balik kaca kecil Dokter masih berusaha menyelamatkan Kelvin.


Aku kembali menunggu, air mataku mengalir karena Dokter juga belum keluar memberi kabar untuk tentang dirinya. Aku sangat takut. Sekitar lima belas menit Dokter keluar dari ruangan tersebut. Dengan cepat aku menghampirinya.


“Bagaiamana Dok keadaan pacar saya?” tanyaku dengan sangat cemas.


“Pacar Anda sudah berhasil keluar dari masa kritisnya, lukanya juga sudah terobati. Untung saja Anda membawa kemari dengan cepat jika tidak mungkin dia sudah kehilangan nyawanya, tapi jika boleh saya sarankan sebaiknya penembak itu segera dilaporkan ke polisi,” saran Dokter juga memberitahukan keadaan Kelvin.


“Eee baik Dok, lalu apa saya bisa melihat pacar saya langsung?”


‘Heh melaporkan ke polisi? Sama saja mengantarkan nyawaku karena telah menusuk Brian,’ batinku mencoba menjawab.


“Oh silahkan tapi tunggu sampai pacar Anda dipindahkan ke kamar inap ya, baik jika begitu saya permisi dulu,” ucap Dokter lalu pergi dari hadapanku.


Aku hanya menganggukkan kepala, lalu berlari lebih dekat dengan pintu ruangan dan melihat Kelvin sedang siap dipindahkan. Aku mengikuti mereka yang sedang membawa Kelvin keruang inap. Wajah pucat Kelvin sungguh membuat hatiku sakit apalagi melihat ia terbaring seperti ini.


* * *


Cepatlah sembuh agar kita bisa kembali bahagia lagi.


Agar aku terlindungi, agar aku bisa memelukmu lagi. Jangan terbaring lemah dan tidak berdaya seperti ini sungguh membuat hatiku tidak berdaya melihatnya. (Eliezer–Kelvin)


≈≈≈


Kelvin yang malang, lalu apa Brian akan mati atau dia hanya cedera? Sertakan kesan dan dukungannya guys.