
Happy reading.
≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈
Reiner frustasi karena rencananya gagal sia-sia. Semuanya tidak beres, ia mengumpat dirinya sendiri. Pekerjaan yang sangat penting justru ia tinggalkan demi sang istri agar hubungan mereka kembali normal seperti dulu. Tapi semuanya percuma ia sangat kecewa dengan istrinya. Apalagi jika dia mengingat istrinya sedang bersama orang lain.
-------------------------------------------------
Lain halnya dengan Zoya, ia sedang bersama Kelvin disebuah Restoran dan tiba-tiba ia mendapat sebuah panggilan dari suaminya tapi setelah itu raut wajahnya sedih dan tidak menyenangkan untuk dilihat. Bagaimana tidak secara mendadak mendapat telpon dari orang tersayang tapi panggilan tersebut justru membuatnya gundah.
Kelvin melirik Zoya, ia penasaran dengan wanita cantik didepannya, sejak dari tadi wajahnya murung dan tidak semangat. "Zoe, kau baik-baik saja?"
Zoya mengangguk mendengar ucapan sahabatnya. Ia tidak ingin membuat Kelvin terus terlibat dalam hubungannya.
"Jujurlah Zoe, kau tidak sedang baik-baik saja aku tahu itu," lirih Kelvin.
"Tidak Vin, aku baik-baik saja, oh ya bisa antar kan aku pulang?" ucap Zoya.
"Pulang? Memangnya ada apa Zoe? Tidak seperti biasanya mendadak seperti ini dan tidak lama lagi kita akan masuk kerja," ungkap Kelvin sambil melihat jam ditangannya.
"Aduh maaf Vin, aku lupa, kupikir sudah waktunya pulang," ucap Zoya merasa bersalah.
‘Aduh kok aku minta antar pulang sih, ngga enak banget nih sama Kelvin, ah mulutku ngga bisa kondisikan,’ batin Zoya.
Kelvin menatap Zoya dengan tatapan tajam, ia melihat gerak-gerik wanita itu. "Zoe, ayo jujurlah denganku, kalian ribut lagi ya?"
Zoya mengangguk. Baginya tak ada cara lain selain jujur dengan Kelvin. Memang itu yang seharusnya ia lakukan, jika menutupi pun itu sama saja menyimpan durian yang akhirnya nanti akan ketahuan juga.
"Begini Vin, tadi suamiku telpon dan aku nggak tahu dia kenapa, dia hubungi aku terus dia marah-marah entahlah aku juga kadang bingung harus hadapi sikapnya," curhat Zoya.
"Mungkin dia sedang banyak masalah dan membutuhkanmu berada disisinya, terkadang pria itu ingin juga diperhatikan sama seperti wanita namun mereka sering tidak bisa mengatur amarahnya saat kekecewaan berada dalam hatinya, jadi Zoe, jangan heran kalau Reiner marah tidak jelas, kau harus bisa membuat hatinya membaik, dan ingat aku akan mendukungmu, apapun itu pilihanmu," ungkap Kelvin.
"Terimakasih Vin, aku sangat terharu mendengar ucapannya, ya walaupun terkadang aku sendiri belum bisa mengendalikan diriku untuk paham dengannya," sahut Zoya.
Kelvin beranjak dan duduk lebih dekat dengan Zoya memegang tangan sahabatnya. Ia tahu apa yang sedang dirasakannya meskipun dia sendiri tidak bisa berbuat banyak untuk sahabat tercintanya ini. Meskipun hatinya ingin sekali langsung meminang sahabatnya. Tapi tetap dirinya harus kuat menahan gejolak cinta yang sangat dalam untuk Zoya.
"Dan satu hal yang harus kau ingat Zoe, kau harus bertahan dengan pria yang benar-benar mencintaimu, jangan bertahan dengan pria yang tidak bisa memperlakukan mu dengan baik saat dia sedang marah, dan untuk Reiner aku sebetulnya sedikit tidak suka dengannya sebab dia pernah menyakitimu dan sampai sekarang aku masih mengingatnya," ucap Kelvin.
Ucapan Kelvin sungguh membuat hati Zoya tersentuh, ia memang pernah mendapat perlakuan buruk dari Reiner tapi justru dia juga pernah mendapat kasih sayang yang tiada bandingannya dari suaminya itu. Meskipun ia pernah ingin langsung mengakhiri hidupnya.
"Aku akan pegang ucapanmu Vin, sebenarnya aku yang salah Vin, aku terlalu cemburu sampai aku harus bertingkah egois dengan mementingkan diriku sendiri padahal aku tidak seharusnya seperti itu, justru aku takut untuk jujur dengannya sebab aku malu, ini masalah masa lalu mereka, Elie mengirim gambar mereka berdua tanpa busana," curhat Zoya.
"Apa Zoe!? Elie mengirim mu gambar mereka tidak memakai baju, dasar wanita itu selalu saja membuat hidup orang lain menderita, aku harus memberinya pelajaran!" Kelvin geram.
Zoya takut jika keadaan akan rumit seperti ini, justru karena itu dia tidak ingin menceritakan semuanya. "Kumohon Vin, jangan berbuat apapun kepada Elie, aku yang salah seharusnya aku tidak egois, dan seharusnya aku harus menerima semua masa lalu suamiku. Jika kau masih menganggap ku sahabatmu jangan lakukan apapun."
"Jangan membahayakan orang lain, itu tidak ada bedanya kau dengannya Vin, lagipula aku sudah mencoba untuk melupakannya, sungguh," ucap Zoya berbohong.
"Zoe, jangan terlalu baik dengan musuhmu, aku tidak mau kau terus-menerus merasa terancam seperti ini," sahut Kelvin khawatir.
"Kau harus ingat Vin, dia sedang hamil dan itu mungkin saja anakmu, apa kau melupakan anakmu?" tanya Zoya.
Kelvin menghembuskan nafas panjang. "Itu bukan anakku Zoe, belum melakukan tes jadi aku belum bisa mengakuinya, jangan bilang itu anakku, aku tidak menyukainya," ucap Kelvin membantah.
"Baiklah Vin."
"Jadi Zoe, lalu bagaimana dengan suamimu, apa kau sudah menjelaskan yang terjadi dengan kita sewaktu di bukit?" ucap Kelvin.
Zoya menggelengkan kepalanya.
"Jangan bilang kau belum berbicara apapun dengannya Zoe," lirih Kelvin.
"Memang, aku ingin menjelaskan tapi dia tidak menerima penjelasanku, dan aku merasa bersalah dengannya, terlalu banyak kebohongan yang aku tutupi Vin."
Memang, Zoya merasa bersalah dengan suaminya ia seharusnya menceritakan semuanya agar tidak ada kesalahpahaman antara mereka, tapi hatinya tidak sanggup, ia sangat malu memberi kejelasan dan akhirnya timbulkan masalah terus-menerus.
"Zoe ...." Panggil Kelvin.
"Hmmm, kenapa Vin?" sahut Zoya.
"Aku memang mencintaimu tapi aku justru ingin hidupmu bahagia dengan cintamu, jadi bicaralah pada Reiner, ungkapkan semuanya agar kalian tidak terus saling menyalahkan, dan aku di sini seperti yang sudah kau tahu, aku selalu mendukungmu, " ucap Kelvin.
"Aku sungguh terharu Vin, lagi-lagi kau terus membuatku kembali merasa percaya diri, aku menyayangimu Vin," ucap Zoya dan memberi pelukan ringan untuk sahabatnya ini.
Begitupun dengan Kelvin, tentu saja ia akan membalas pelukan Zoya. "Kau menyayangiku Zoe? Kalau aku ingin lebih bagaimana apa kau mau?" ucap Kelvin seraya menahan tawanya.
Zoya menatap kejam. "Hey, apa kau ingin mati Vin? Aku tidak sedang bercanda! Ah kau ini."
"Ah sudahlah jangan terlalu pikirkan Zoe," sahut Kelvin.
Zoya tersenyum menampakkan deretan giginya yang putih, senyum indahnya kembali membuat wajah cantiknya. Membuat Kelvin terus berpaling menatapnya.
"Tersenyumlah Zoe, kau terlihat lebih cantik jika seperti ini," ucap Kelvin seraya mencubit pipinya.
≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈
Hallo guys jangan lupa terus dukung karya Author, mudah kok, dengan LIKE, KOMEN dan berikan VOTE. Kalian harus memberikan VOTE. Sebab itu akan membuatku untuk lebih semangat dan menghadirkan yang lebih keren. Nah jika kalian penasaran langsung saja seperti yang udah Meldy bilang untuk dukung juga sertakan vote kalian agar Meldy memberikan kejutan-kejutan di setiap episodenya okay.