Terpaksa Menikahi Atasanku

Terpaksa Menikahi Atasanku
Eps 16. Berhasil


Zoya memasuki Kamar mereka, dia melihat suaminya yang masih tertidur pulas, mencoba untuk membangunkan. "Mas bangun kamu enggak kerja?" Zoya mencoba menepuk pundak suaminya pelan, alhasil dia terbangun, tidak begitu sulit untuk membangunkan suaminya ini.


"Aku masih mengantuk sayang" ucap Reiner dalam keadaan mata masih tertutup, ia menarik istrinya dan membawa ke pelukannya. "Ini kamu bisa telat kerja loh kalau begini udah ayo bangun."


"Sebentar sayang Mommy mana?"


"Mommy udah pulang dari tadi kamu masih tidur Mommy udah duluan sarapan jadinya aku nggak enak kita nggak sarapan bersama."


"Baguslah jadi aku bisa melihat tempat bayi," ucap Reiner terkekeh.


"Dasar mesum kamu!"


"Tapi ganteng kan?" Reiner tersenyum dan memperlihatkan deretan giginya yang putih. "Terserah kamu, udah ayo bangun nanti telat kerja, aku juga harus kerja Mas."


"Sayang kamu tenang nanti aku antar langsung kemuka Kelvin ya biar nggak bisa marahin kamu kalau telat sekarang aku mau melihat tempat bayi semalam nggak jadi ada Mommy, kamu ngga sayang aku dibawah sana udah keras, kalau bisa teriak udah dari tadi," Reiner memulai aksinya.


"Terserah kamulah."


Percuma jika Reiner sudah menginginkan sesuatu pasti dia akan mengejarnya. Perlahan tangan suaminya memulai aksinya, Reiner membuka semua yang menjadi halangan untuknya, sampai keduanya tidak lagi menjadi penghalang, Zoya malu baru kali ini dia melihat bagaimana bentuk sesuatu yang berdiri tegap.


"Aaakhh...," erang Zoya saat bibirnya di gigit oleh suaminya.


Reiner tidak bisa menahan keindahan istrinya ini andaikan dulu dia mulai mencintainya pasti dia bisa melihat keindahan lebih cepat. Lambat laun Zoya mengikuti irama yang dilakukan suaminya, pagi itu menjadi saksi penyatuan mereka, setelah usia pernikahan memasuki ke sembilan bulan.


Kring... Kring... Kring. Suara ponsel berbunyi, Reiner bangun mengambil ponsel masih dalam keadaan polos Zoya yang melihat itu malu. "Sayang Kelvin ini hubungi kamu aku yang angkat ya."


"Hallo ada apa?"


"Zoya kemana ngga pergi kerja" ucap Kelvin dari sebrang sana. "Enggak, kami lagi enakkan jadi istri gue ngga bisa pergi izin ya Vin."


Tanpa mendengarkan balasan terlebih dahulu Reiner langsung mematikan ponsel. "Kenapa kamu jawab gitu Mas aku jadi ngga enak sama Kelvin."


"Udahlah sayang jangan pikirin dia dulu pikirin ini yang dibawah," ucap Reiner sambil menunjuk, wajah Zoya sudah seperti kepiting rebut karena malu.


Pagi itu Reiner melakukannya sampai tiga ronde, sampai membuat Zoya kewalahan dengan suaminya dan mereka pergi mandi bersama.


Mereka sudah selesai dan turun untuk menikmati sarapan, Reiner melihat istrinya pelan-pelan berjalan tanpa menunggu izin ia langsung menggendong istrinya. "Sayang bagaimana jika kita pergi honeymoon lagi seperti yang sudah kita sepakati kemarin?"


"Tentu saja boleh tapi jangan terlalu lama ambil cuti Mas."


"Enggak kok sayang kita cuti seminggu lagian Perusahaan aku juga lagi sibuk-sibuknya, nanti biarkan Daddy yang menjaganya."


"Aku setuju Mas."


"Terimakasih istriku yang cantik." Mereka menikmati sarapan dengan kebahagiaan tiba-tiba suara ketukan pintu diluar terdengar.


Tok tok tok.


"Biar aku yang membukanya sayang."


Reiner pergi melangkah dan membuka pintu ternyata para bodyguardnya datang. "Bos kami membawa berita yang sangat penting," ucap salah satu bodyguard tersebut.


"Katakan."


"Ternyata Bos, Elie dengan Brian memang memiliki hubungan dan mereka sudah menikah sirih tiga bulan yang lalu ini bukti yang sudah kami dapat."


"Berarti benar mereka mempermainkan aku dan apalagi yang kalian dapat?"


"Dan kami sempat mendengar jika mereka akan membalas dendam dengan kita Bos, selebihnya tidak ada hanya itu yang kami dapat."


"Siap Bos akan kami laksanakan."


"Baik kalian bisa pergi."


Reiner kembali ketempat istrinya berada. "Siapa yang datang mas kenapa ngga ajak masuk?"


"Itu sayang bodyguard ku mereka membawa kabar tentang Elie."


"Maksudmu apa kamu masih menginginkan dia?"


"Sayang bukan itu, dengerin dulu aku suruh mereka untuk cari tahu apa yang dilakukan perempuan jahat itu, aku tahu dia tidak akan membiarkan orang lain bahagia, dan kau tahu sayang ternyata dia sudah menikah sirih."


"Aku jadi takut mendengarnya."


"Tidak perlu takut sayang ada aku dan lagi rumah kita sudah kubuat penjagaan untukmu," ucap Reiner dan membawa istrinya ke pelukannya.


"Mas pinjamkan ponselmu aku ingin menghubungi Kelvin sebentar, dan lagi kamu ngga kerja?"


"Enggak sayang aku mau disini saja denganmu, bagaimana kalau kita ke Mall aku ingin membelikan mu sesuatu," ucap Reiner sambil memberikan ponselnya.


"Baiklah tunggu sebentar ya aku menghubungi Kelvin."


"Hallo Vin ini aku Zoya."


"Ada apa Zoe?"


"Vin aku boleh minta izin tidak masuk kerja hari ini saja?"


"Baiklah tentu saja boleh, aku tahu kesibukanmu apalagi sekarang kau bersama Reiner."


"Terimakasih Vin, kau sangat pengertian."


"Sama-sama Zoe."


"Bagaimana sayang Kelvin memperbolehkannya?" ucap Reiner dan Zoya hanya menganggukkan kepalanya.


Seperti rencana sebelumnya mereka memutuskan untuk pergi ke Mall. Sampailah mereka disana. Reiner membawa istrinya ketempat perhiasan dia memang berniat untuk memberikannya hadiah. "Pilihlah kamu ingin yang mana sayang?"


"Benarkah aku boleh memilihnya kamu sangat baik suamiku." ucap Zoya. "Tentu saja suamimu sangat baik."


Zoya sudah memilih kalung yang sangat cantik, dan suaminya sedang memakaikannya. Reiner juga berniat mengajak istrinya ketempat fashion lainnya, dan tentunya saja dia memperbolehkannya memilih sesuka hati, suami dambaan semua wanita.


Tiba-tiba saat mereka sedang memilih baju, tidak sengaja Reiner melihat Elie berada di tempat yang sama tapi dia pura-pura tidak melihatnya. Berbeda dengan Elie malah menghampiri mereka.


"Hai sayang kamu lagi belanja ya dan siapa ini yang kamu bawa maduku ya, aku tidak berniat untuk memberikanmu kepadanya." Zoya terkejut melihat perempuan itu tiba-tiba ada di antara mereka dan apa tadi maduku, enak saja dia menganggap aku madunya itulah pikirannya saat ini.


"Perempuan ngga benar gpain kamu kesini ngga tahu malu ya datang-datang terus bilang madu, siapa yang bakalan jadi madu mu?"


"Udah berani ngomong kamu sekarang ya!" ucap Elie dan ingin menampar Zoya tapi dihentikan oleh Reiner. "Kamu itu seharusnya tahu malu dong, kamu itu siapa berani katain istriku madu lebih baik kamu pergi dari sini jangan mengganggu kami perempuan tidak benar!" Reiner memang sudah muak dengan kelakuan Elie.


"Berani sekali kamu sayang denganku, awas kalian aku tidak akan tinggal diam untuk menghancurkan kebahagiaan kalian lihat saja nanti!" ucap Elie dan pergi dari tempat mereka. "Kamu ngga apa-apa sayang?" Reiner memeluk istrinya. "Mas aku sangat takut dengan perempuan itu dia sangat kejam!"


"Kamu tidak perlu takut aku mempunyai banyak anggota yang akan menjagamu sudah jangan pikirkan perempuan itu, mari kita lanjutkan shopping bukankah kamu ingin memilih baju?"


"Tentu saja mas."