Terpaksa Menikahi Atasanku

Terpaksa Menikahi Atasanku
Eps 85. Serumah dengan Elie


Happy reading.


≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈


Cari jodoh memang semudah belanja online, ketika kita siap, tinggal pilih, tunjuk dan selesai tapi jangan salah untuk mendapatkan butuh perjuangan.


* * * * *


Hanya menunggu balasan lalu aku kembali fokus dengan jalan didepan. Tidak butuh waktu lama Zoya langsung membalas email dariku.


@zoyakhalisa.gmail.co.id


»Aku sudah tebak Kelvin pasti bakalan cari aku, gak masalah kosongkan waktumu besok pagi, selamat senang-senang dengan gadis kecil muehehe.


“Dasar ini anak kebiasaan,” gumam ku.


“Siapa yang kebiasaan Vin?” tanya Viora tiba-tiba.


“Eh ngga kok.”


Setibanya kami telah sampai di hotel tempat Viora menginap, niat ku hanya untuk membantunya mengambil barang-barang yang ia butuhkan dan membawanya tinggal bersama denganku. Viora langsung masuk terlebih dahulu ke kamar tanpa berkata apapun denganku. Entah kenapa anak itu tidak seperti biasanya banyak tingkah justru dia lebih diam saat ini.


Aku pun penasaran dan menarik tangannya dengan keras hingga ia terjatuh di atas tubuhku, pandangannya terus menatap mataku tanpa berkedip sedikit pun.


“Hey gadis kecil, ada apa denganmu? Tidak seperti biasanya kau diam,” tanyaku saat ia masih berbaring di atas tubuhku.


“Lepaskan aku dulu Evin!”


“Tidak mau ku lepaskan sebelum kau menjawab pertanyaan ku,” aku terus memaksanya meskipun ia berontak dan ingin di lepaskan tapi kekuatannya bukan apa-apa untukku, justru itu malah membuat aku semakin memeluknya.


Pandangan kami saling beradu, wajah putih berseri darinya sudah memerah seperti kepiting rebus, ia terlihat imut saat sedang malu seperti ini.


“Hey gadis kecil, wajahmu memerah apa kau malu?”


“Ti–tidak! Siapa yang akan malu denganmu, kau juga bukan siapa-siapa kenapa aku harus malu, ah sudahlah aku mau berkemas lagi,” ucap Viora lalu melepaskan dirinya dari atas tubuhku.


‘Jadi salah tingkah, dia gadis lucu tapi sayang aku takut untuk mendekatinya, bagaimana jadinya jika sampai keluarganya tau aku mendekati Putri semata wayang ini bisa-bisa aku di cap tidak bisa menjaga amanah,’ batin Kelvin.


‘Oh tidak, hatiku berdegup kencang, bagaimana ini aku sangat malu sekarang? Bisakah aku hidup satu atap dengannya sebab jika seperti tadi bagaimana aku tahan untuk tidak terus mencintainya,’ batin Viora.


Kringg ... Kringg .... Kringg.


Suara ponsel tiba-tiba menghentikan lamunanku, aku pun melihat siapa yang sedang menelpon, ternyata Elie, aku pun mengangkatnya.


“Hallo Elie, ada apa?”


“Kelvin ... Bantu a–aku, tolong izinkan aku untuk menginap di rumahmu malam ini, Brian sedang mencariku, aku takut dia tiba-tiba menemukanku dan membunuh diriku, kau tau hari ini aku sudah menyuruh orang lain untuk membuat surat penceraian untuknya,” isak Elie dari balik ponselku.


‘Jadi Elie benar-benar akan berpisah dengan Brian? Apa ini karena aku? Ah sudahlah nanti ku pikirkan,’ batin Kelvin.


“Tenanglah dulu sebaiknya kau langsung ke rumahku dan langsung masuk, sebentar lagi aku akan pulang,” ucapku seraya mematikan sambungan ponsel.


Aku sedikit peduli dengannya sebab akhir-akhir ini kedekatan ku dengan Elie mulai membaik, meskipun aku tahu dia sosok seperti apa tapi tidak ada salahnya aku membantu serta bersikap baik untuknya agar dia bisa berubah menjadi baik. Aku semakin prihatin lalu kulihat Viora hampir selesai berkemas.


“Sudah tapi kenapa Evin buru-buru? Lalu tadi siapa yang menghubungimu?” tanya Viora terus-menerus.


“Baiklah jika sudah selesai ayo langsung saja kita pulang, tadi temenku telepon dan sekarang dia sudah menungguku di rumah.”


“Baiklah.”


(Kediaman Kelvin) pov Author


Mereka telah sampai di kediaman Kelvin, para petugas keamanan pun langsung menyambut mobil tuannya.


Kelvin langsung masuk ke rumahnya dengan tergesa-gesa, ia ingin melihat apakah kedatangan Elie sudah tiba atau belum. Dari jarak sedikit jauh Elie sudah menunggu Tuan rumah itu datang. Ia langsung berlari menyambut Kelvin.


“Kelvin ... aku sangat senang melihatmu maaf sudah membuatmu khawatir,” ucap Elie seraya memeluk erat.


Karena merasa khawatir Kelvin pun membalas pelukan serta mengusap rambut Elie, ”Tenanglah aku sudah di sini, Brian tidak akan berani masuk kesini untuk mencarimu.”


Dari jarak tidak jauh Viora melihat Kelvin sedang berpelukan dengan seorang wanita. Ia mematung melihat kemesraan orang yang ia cintai didepannya, tidak terasa air mata jatuh membasahi pipinya.


‘Evin, Apa aku memang tidak punya tempat yang spesial di hatimu? Zoya sudah mengisi sebagai sahabat yang kau cintai, lalu wanita ini sebagai apa di hatimu? Kenapa aku merasa dia begitu penting untukmu, kau memeluknya tanpa melihat kebelakang aku sedang menunggumu,’ batin Viora.


Air matanya terus mengalir, karena merasa tidak dibutuhkan Viora ingin beranjak dari sana tapi langkahnya terhenti karena Kelvin tiba-tiba memanggil namanya.


“Viora ... Kau mau kemana? Kemarilah,” pinta Kelvin.


‘Bahkan didepan wanita itu kau malah memanggil namaku bukan lagi nama panggilan gadis kecil untukku, apa memang keberadaanku hanya menyusahkan mu saja?’ batin Viora.


Dengan cepat Viora menghapuskan air matanya tanpa Kelvin ketahui lalu ia berjalan kearah mereka, ”Ada apa Evin? Aku ingin istirahat.”


“Hey kenapa lesu seperti ini? Ayolah kesini dan berkenalan dengan teman barumu lagi, Viora ini Elie temanku, Elie ini Viora adikku lebih tepatnya adik tetangga rumahku,” ucap Kelvin memperkenalkan kami berdua.


Elie mengulurkan tangannya begitupun Viora, mereka saling bersalaman.


“Hay anak kecil, senang bertemu denganmu semoga kita bisa jadi teman baik,” ucap Elie, seringai menyebalkan terlihat dari balik senyumnya.


“Ya semoga saja, Tante,” sahut Viora membalas karena tidak terima di panggil anak kecil.


“Sialan gadis ini berani memanggilku Tante didepan Kelvin, lihat saja kau akan menyesal gadis bodoh, sepertinya gadis ini yang Kelvin temui,’ batin Elie.


‘Enak banget gue anak kecil. Tidak salah Evin suka berteman dengan wanita ini, justru dia juga tidak kalah cantik dari kakak Zoya serta tubuhnya aku saja sebagai perempuan iri melihatnya, kapan gue bisa dapet tubuh indah seperti Tante ini?’ batin Viora.


Wajah tersenyum tapi hati kedua wanita didepan itu saling memaki. Kelvin merasa jika mereka bisa menjadi teman lalu menyuruh mereka untuk duduk bersama.


“Ayo duduk dulu, sebentar ya aku tinggal, mana lagi semua pelayan lagi di butuhin malah nggak ada yang nonggol,” ucap Kelvin seraya pergi dari hadapan dua wanita itu.


“Hey anak bodoh, berani sekali kamu memanggilku Tante, dasar anak tidak tahu diri, kamu itu masih kecil jadi nggak usah sok caper depan Kelvin, kamu pikir Kelvin akan menyukaimu dengan tubuh kecil dan tidak berisi seperti ini, heuh jangan salah Kelvin justru menyukai aku apalagi tubuhku lebih indah darimu, ah ya asal kamu tahu malam ini aku menginap di sini siap-siap tutup kuping mu jika tidak mau mendengar desahan dariku,” ucap Elie dengan bangga.


≈≈≈≈≈≈


Terimakasih telah mendukung Author, jangan lupa mampir di karya baru.