Terpaksa Menikahi Atasanku

Terpaksa Menikahi Atasanku
Eps 53. Kedatangan tamu.


Happy reading.


≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈


(Zoya Khalisa More)


Huaammmm! Aku terbangun, dari tidur panjang ku. Kesadaran ku belum stabil, rasa kantuk juga masih hadir di mataku. Aku melihat ke sekeliling, sepi tidak ada suamiku. Dan pikirku saat itu tentu dia sudah berangkat bekerja. Tapi ada sesuatu hal yang membuatku ganjal. ‘Selimut? Darimana ini? Perasaan semalam aku tidak mengambil selimut, ah sudahlah.’


Tidak ingin terlalu banyak berpikir, aku bergegas bangun menuju kamar mandi terdekat. Setelah semuanya kulakukan di kamar mandi. Lalu aku melakukan yoga beberapa menit sebelum aku berangkat ke kontak. Seperti biasa jadwal kantor itu jam delapan kecuali memang ada hal penting yang memang harus aku datangi secepatnya. Kelvin meringankan beban jadwal itu hanya untukku meskipun itu memang sangat adil menurutku tapi yasudah lah.


Krutt Krutt, suara perut sangat berisik. Aku sangat lapar. Lalu aku memutuskan untuk membuat beberapa sarapan untukku saja, sebab suamiku akan sarapan di kantor. Aku beranjak menuju ke dapur dan saat kulihat sudah tertata rapi makanan lengkap dengan susu.


Aku berpikir sejenak, ‘apa mungkin suamiku yang menyiapkan semua ini? Bukannya dia lagi marah, ah sudahlah jika memang dia menyiapkan ini untukku syukurlah berarti dia tidak marah lagi denganku.’


Tidak menunggu lama aku langsung menyantap hidangan makanan di depanku. Rasanya lumayan meskipun sedikit hambar tapi sudah enak meskipun ini pertama kalinya dia memasak. Beberapa menit makanan itu ku lahap habis. Tidak peduli akan rasa yang hambar, ini sudah menjadi bukti bahwa suamiku tidak lagi marah denganku jadi aku harus menghargai setiap usaha manis darinya meskipun itu seberapa.


Tok tok tok.


Suara mengetuk pintu dari luar mengangetkanku. Aku beranjak dari tempat semula berjalan melangkah kedepan. Dan saat kubuka pintu ternyata mertuaku datang. Sepertinya memang aku tidak diberi izin untuk ke kantor, padahal aku ingin bekerja ada saja yang menghalanginya.


Tentu saja aku menyambut beliau. “Eh Mommy, masuk mom."


Kami melepaskan kerinduan sebentar dengan saling memeluk dan tentu mertuaku mengecup pipiku istilahnya itu cipika-cipiki.


Mommy melirikku. "Suamimu udah pergi ke kantor ya nak?"


”Iya, silahkan mom duduk dulu," lirihku.


"Ah ya, ehmm mommy tidak akan lama sayang, hanya ingin memberitahumu sesuatu," ucap beliau sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.


"Sesuatu mom? Aku jadi penasaran," sahutku.


"Tidak perlu penasaran sayang, ini memang sudah seharusnya dan ini malahan sudah lewat dari jadwal yang mommy tentukan, lihat undangan ini aku sudah atur semuanya termaksud gedung acara," ucap Mommy seraya memberikan surat undangan untukku.


"Sambutan kehamilanku harus di gedung mom, apa tidak terlalu berlebihan?" lirihku tidak nyaman.


"Tentu sayang, kau itu menantuku jadi segala sesuatu tentu harus diadakan dengan meriah dan mewah, aku ingin membuat kejutan juga untuk teman-temanku bahwa aku akan memiliki cucu kembar, itu sangat menyenangkan nak," ucap Mommy ceria.


"Ah baiklah mom jika begitu aku turun gembira," ucapku patuh dan tidak ingin membantah.


"Baiklah sayang, mommy tidak bisa lama-lama, mom harus mendatangi rumah kerabat kita satu-persatu dan itu melelahkan jika terus menunda-nunda, jaga dirimu baik-baik ya sayang mom pamit dulu," ucap beliau.


"Ah tentu mom, dan terimakasih banyak untuk ini," ungkapku.


Mommy beranjak pergi keluar, dan aku mengantarnya sampai didepan pintu tapi tiba-tiba langkahku terhenti sebab beliau menghentikan langkahnya dengan cepat.


"Ah tidak masalah mom, itu hal yang biasa tanpa surat undangan pun aku masih bisa mengundang mereka jadi tidak perlu khawatir," sahutku.


"Kamu memang menantu yang pengertian, aku beruntung memilikimu, ah yasudah mommy pergi dulu," ucap beliau pamit.


Mommy pamit serta tidak lupa memberiku pelukan ringan, aku mengantarnya sampai beliau benar-benar tidak terlihat lagi di halaman rumahku. Aku pun masuk kembali ke rumah. Tiitt! Langkahku terhenti baru sebentar aku beranjak dari pintu suara klakson mobil membuatku harus menghentikan jalanku.


Aku melirik kearah luar ternyata Kelvin menemuiku. Ia berjalan mendekat kearahku. "Hay Zoe, apa kau sakit?"


"Ah tidak, masuk dulu Vin."


"Ya baiklah terimakasih," sahutnya.


Aku mempersilahkan ia duduk dan membawakan minuman serta cemilan untuknya.


"Tumben sekali datang, padahal aku baru ingin mau berangkat kerja," ucapku membuka percakapan singkat.


"Aku sedikit khawatir denganmu, kupikir kau sakit makanya tidak ke kantor, dan lagi kau tidak mengabari ku sama-sama sekali," ucap Kelvin sedikit panik.


"Ah ya maaf, aku telat bangun dan tadi mertuaku juga datang kesini jadi ya aku harus melayaninya beliau dulu," ungkapku jujur.


"Mertuamu kesini? Baiklah jika begitu kita berangkat ke kantor bareng gimana?" ajak Kelvin.


Aku menganggukkan kepalaku mengiyakan ajakannya. Lalu aku mengeluarkan surat undangan dan memberikan padanya. "Ini bacalah, tadi mertuaku kesini hanya untuk memberitahu tentang acara sambutan kandunganku, dan ini tiba-tiba, semuanya sudah diatur."


"Wah Zoe! Aku pasti akan hadir," ucap Kelvin semangat.


"Memang kau harus hadir, tapi tunggu kau hadir dengan siapa?" ucapku sengaja seraya menahan tawaku.


Kelvin menarik nafasnya memburu. "Zoe! Aku tahu tidak memiliki pasangan, ah aku jadi malu. Apa di sana juga dimeriahkan dengan berdansa? Jika memang benar aku harus menyewa satu orang untuk semalam untuk ikut denganku."


Ucapannya membuat tawaku pecah. "Hahaha Kelvin, Kelvin. Ah sudahlah jangan pikirkan pasangan mana yang akan kau bawa, tapi menurutku memang nanti akan dimeriahkan dengan pesta dansa secara aku bisa menebaknya hal lain apalagi setelah sambutan itu jika bukan berdansa bukan? Belum lagi acaranya di gedung mewah."


"Tidak masalah Zoe, aku tampan dan gagah bukan hal yang sulit, itu bisa ku atur, akan kubawa satu gadis cantik untuk menemaniku di sana tapi tentunya bukan sembarang gadis, bisa dikatakan seperti dirimu gadis baik-baik," ucap Kelvin bangga.


"Ah, aku tidak yakin, sudahlah jangan pikirkan, itu hanya sambutan untuk kandunganku bukan acara aku akan menikah lagi jadi jangan perlihatkan khawatir jika memang ada pesta dansa dan kau tidak memiliki pasangan bergabunglah denganku," ucapku seraya tersenyum.


******


Cukup kesedihan untuk diri sendiri, pancarkan kebahagiaan senantiasa kepada semua orang.


≈≈≈≈≈≈≈≈


Hallo guys jangan lupa terus dukung karya Author, mudah kok, dengan like, komen dan berikan vote. Kalian harus memberikan vote. Sebab itu akan membuatku untuk lebih semangat dan menghadirkan yang lebih keren. Nah jika kalian penasaran langsung saja seperti yang udah Meldy bilang untuk dukung juga sertakan vote kalian agar Meldy memberikan kejutan-kejutan di setiap episodenya okay.