
Happy Reading
(Author)
Setiap tamu undangan sudah mulai memenuhi aula gedung mewah itu. Tamu dari kalangan atas semuanya berkumpul untuk menghadiri pesta ulangtahun miliader dunia ke-dua siapa lagi kalau bukan Kelvin.
Kedua pasangan suami-istri sedang berjalan masuk kedalam, serta disambut langsung oleh beberapa pengawal kelas atas untuk menyambut Zoya dan juga Reiner begitupun Kelvin. Mereka bertiga berjalan bersamaan tapi sayangnya Kelvin jomblo bagaikan nyamuk yang berjalan diantara kedua pasangan itu.
Alunan musik menggema di seluruh penjuru gedung pesta. Lampu remang-remang yang sengaja dipasang agar membuat keromantisan bagi mereka yang membawa pasangan. Membuat siapapun yang berada dalam acara tersebut merasakan sensasi mesra apalagi untuk kaum pemuja wanita.
Reiner yang sejak tadi terus menggenggam tangan Zoya seakan-akan ingin orang lain melihat kemesraan mereka berdua. Berbeda dengan Kelvin yang sama sekali tidak ada semangat, raut wajah yang cemberut terus ia ciptakan meskipun para tamu wanita yang datang berusaha untuk mencuri perhatian darinya, tapi Kelvin sama sekali tidak tergoda untuk menemani para wanita tersebut.
Zoya melihat tingkah sahabatnya sangat aneh membuatnya harus pamit dari Reiner lalu beranjak menemui Kelvin. “Vin, kenapa? Kok dari tadi aku ngelihat kamu nggak ceria dikit pun padahal di sini gadisnya cantik-cantik loh. Kamu nggak mau gitu kenalan dulu? Mereka lagi nunggu kamu ajak kenalan tuh.”
“Eh, ngga Zoe, aku cuma ngga enak badan aja udah kamu jangan cemas. Tuh suami kamu lihat kesini, sana temui dia terus kalian berdansa gih,” sahut Kelvin ngeles agar membuat Zoya tidak panik.
“Mmm ... ya udah kalau gitu aku kesana lagi yah. Kamu kalau ada apa-apa kasih tahu aku,” ucap Zoya lalu kembali ketempat Reiner berada.
“Tenang saja, Zoe.”
Setelah Zoya pergi lalu Kelvin mengambil segelas wine red yang sudah tertata rapi dimeja makan. Dengan sekali tegukan langsung habis tiada tersisa. Ia berpikir setelah meminum itu lebih baik tapi ternyata tidak, meskipun pesta begitu meriah namun ia sama sekali tidak merasakan kebahagiaan. Ia tahu bahwa dirinya hanya bahagia dengan kehadiran Viora disampingnya.
‘Seharusnya aku senang di saat hari istimewa ku, tapi ini justru aku merasakan kesedihan yang amat dalam, dan tidak menginginkan apapun. Aku tahu hatiku hanya menginginkan satu hal, Viora. Andai gadis kecil ada di sini pasti aku akan sangat bahagia dan bisa menyuapi kue ulangtahun untuknya,’ batin Kelvin yang terus memikirkan cintanya.
Jika Kelvin sedang merasakan kegalauan karena Viora tidak ikut menghadiri acara pesta miliknya, sedangkan Zoya dengan Reiner sedang tertawa bahagia saat berbincang-bincang dengan beberapa tamu undangan. Jauh dari tempat itu dua orang tamu sedang menuju masuk ke acara tersebut.
Claudia bersama Steven memasuki acara pesta. Tidak jauh dari tempat mereka berdiri terlihat Zoya bersama Reiner lalu mereka berdua langsung menuju ketempat di mana kedua pasangan itu berada.
“Biasa, perempuan kalau dandan suka lama jadinya yah ... telat hehe,” sahut Steven yang juga melakukan hal yang sama seperti Claudia.
“Oh ngga apa-apa kok, acara utamanya juga belum mulai,” timpal Zoya seraya tersenyum manis.
“Oh gitu! By the way Rei, aku sama istri kamu ini udah saling kenal. Ya 'kan Zoya?” ungkap Claudia dengan bangga.
“Iya aku udah tahu, istriku udah bilang kalau kalian udah saling dekat, lagian bagus lagi jadi Zoya ngga kesepian lagi, benerkan sayang?” tanya Reiner.
“Hahaha iya, Bee.”
“Ya udah kalau gitu minum winenya dulu bentar lagi acara bakalan dimulai dan kita semua bakalan berdansa,” ucap Reiner seraya mengambil minumannya yang dibawakan oleh pelayan.
Pertemuan perdana bagi mereka berempat berlangsung dengan ceria dengan dihadiri tawa dari masing-masing mereka. Namun tidak dengan Kelvin, ia berdiri jauh dari sekumpulan tamu undangan dan memilih untuk berdiam diri sendirian.
Zoya, Reiner, dan Steven. Sibuk menceritakan hal-hal aneh, mulai dari kegiatan mereka sehari-hari sampai dengan masa-masa sekolah mereka dulu sebab ingin memperdengarkan pada Zoya kalau mereka semua akur dan berteman baik.
Namun berbeda dengan Claudia, ia terlihat panik hingga menjauh dari kumpulan mereka lalu berjalan keluar. Entah siapa yang ia tunggu sampai begitu lama ia berdiri diluar pesta. Tanpa seorangpun yang melihat ia menemui seseorang yang tidak diundang dalam acara pesta tersebut.
“Aduh ... kok lama banget datangnya? Capek aku nunggunya tahu,” omel Claudia sama orang tersebut.
* * *
Maaf kalau episode ini nggak seberapa karena lagi kurang enak badan ditambah aku lihat kesan dari kalian beberapa ada yang nggak keliatan lagi guys, sedih\=_\=