Terpaksa Menikahi Atasanku

Terpaksa Menikahi Atasanku
Eps 21. Jalan-jalan 2


Mereka sudah merencanakan akan berlibur ke Singapore, dikarenakan waktu sebelumnya gagal. Reiner dan Zoya tengah bersiap-siap untuk berangkat menuju bandara, serta didampingi oleh Mommy dan Daddy-nya.


Mereka semua sudah memasuki mobil, Daddy yang sengaja meminta untuk mengendarai mobil sedangkan pasangan muda suami istri tersebut duduk dibarisan belakang. Reiner yang seperti bayi tidur di bahu istrinya.


Zoya mengambil handphonenya berusaha untuk menghubungi Kelvin. Tanpa perlu menunggu waktu lama ponsel langsung tersambung. "Hallo Vin, aku ingin memberitahumu sesuatu."


"Katakan Zoe ada apa?" ucap Kelvin dari balik sebrang ponselnya. "Vin aku tidak bisa masuk kerja, aku ingin meminta izin untuk liburan, paling lama mungkin seminggu, suamiku terus memaksanya untuk berlibur maaf" Zoya merasa tidak nyaman dengan permintaan izinnya yang sudah berulangkali.


"Ah tidak masalah Zoe itukan memang sudah tanggung jawab mu untuk mematuhi suamimu, bersenang-senanglah dan satu lagi bawakan hadiah untukku," ucap Kelvin dan terkekeh.


"Tenang saja aku pasti akan membawa sesuatu untukmu, sudah dulu ya Vin kami hampir sampai ke bandara," Zoya sedikit lega setidaknya Kelvin menjawab dengan semangat pertanda dia tidak marah. "Baik Zoe bersenang-senanglah disana," ucap Kelvin seraya mematikan sambungan.


Perjalanan hampir sampai menuju bandara, Reiner terbangun dari tidurnya. "Sayang kau menghubungi Kelvin lagi?" Zoya melihat kearah suaminya dan mengangguk.


"Senang sekali kamu selalu menghubungi Pria itu," Reiner sudah memasang wajah cemberut.


Mommy dan Daddy-nya tersenyum melihat anaknya sedang dilanda cemburu kepada menantunya."Jangan seperti itu son, istrimu wajar menghubungi Bosnya memangnya seperti kamu," ucapan Mommy justru semakin membuat Reiner cemberut. Zoya menahan tawa melihat suaminya.


Reiner tidak menyukai keadaan seperti dia yang bersalah. "Kenapa aku yang kenak, padahal yang bersalah menantu Mommy." Semuanya terkekeh mendengar Reiner membela diri. "Son, menantu Mommy tidak salah dia justru berniat baik memberitahu Bosnya, kau ini begitu saja sudah marah." Ucap Mommy.


Reiner membuang muka kearah lain. "Terserahlah aku tidak ingin mendengar apapun." Ucapannya justru semakin membuat mereka menertawainya. "Pasti menantuku sangat lelah mengurusi bayi besarnya ini bukan begitu Zoe?" ucap Mommy.


Zoya terkekeh mendengar ucapan Mommy barusan. "Ah bukan cuma lelah tapi cukup melelahkan mom" mereka terus menertawai Reiner.


Perjalanan akhirnya sampai di bandara, mereka semua turun, Mommy dan Daddy-nya langsung mengantarkan mereka. "Nak berhati-hati disana jika terjadi apa-apa kabari kami" ucap Mommy serta memeluk Zoya. "Tentu mom aku akan menghubungimu." Dan membalas pelukan.


Daddy juga melakukan hal yang sama memeluk anaknya dan menantunya. "Jaga istrimu dengan baik lindungi dia, dan jangan pikirkan dengan Perusahaan biar semuanya Daddy yang mengurus." Reiner membalas pelukan.


Mereka berjalan kedepan dan melambaikan tangan kearah orangtuanya, Reiner merangkul istrinya seperti tidak ingin diambil orang lain. Mereka sudah memasuki pesawat. Dalam pesawat tidak ada hal menarik yang terjadi selain mendengarkan musik memakai earphone hingga akhirnya mereka tertidur.


Pasangan ini langsung memasuki kamar hotel yang sudah dipesan, Reiner langsung merebahkan tubuhnya dan Zoya merapikan barang bawaan mereka. "Sayang istirahatlah kenapa malah merapikan itu nanti saja aku juga akan membantumu," ucap Reiner.


"Mas nanti tidak ingin lagi bukankah kita juga akan keliling disini sebaiknya aku langsung merapikan dan kamu cukup tidur," ucap Zoya yang terus sibuk dengan barangnya.


Reiner tidak tega melihat istrinya capek dan langsung membantunya. Selesai sudah merapikan barang, mereka memutuskan untuk mandi bersama. Tidak lagi jika bukan dia memaksa istrinya untuk mandi bersama, dan tentu dengan aktivitas menyenangkan yang dilakukannya.


Hari sudah malam aktivitas mereka memakan waktu setidaknya tiga jam, Reiner yang pintar dan kuat mampu membawa istrinya meminta lebih


mereka sudah bersiap-siap rapi, rencananya mereka akan pergi dulu ke Gardens by The Bay karena tempat tersebut berada di belakang Marina Bay Sands. Mereka memilih teman wisata favorit yaitu taman raksasa seluas 100 hektar, tempat ini menjadi favorit untuk melamar pujaan hati.


Reiner merangkul istrinya dan membawanya berkeliling tidak lupa jika mereka mengabdikannya dengan berpose. "Mas tempat ini sangat indah" kekaguman Zoya. Ia mengusap lembut pipi istrinya dan langsung memberikan sebuah ciuman tepat dibibir istrinya. " Zoya melihat dalam-dalam mata suaminya dan langsung membalas ciuman suaminya.


Disela-sela ciuman mereka Reiner memasangkan kalung cantik dileher istrinya. "Mas ini sangat bagus terimakasih" Zoya langsung memberikan pelukan dan tentu saja ia membalasnya. "Cantikmu semakin terlihat sayang, apa kau bahagia?"


"Tentu aku sangat bahagia bisa bersamamu dan aku mau kebahagiaan kita terus seperti ini" Zoya tidak berbohong kali ini. "Ku pastikan aku akan membuatmu terus bahagia di dekatku sayang dan jangan berpaling dariku apalagi sangat dekat dengan Kelvin aku tidak menyukainya."


Zoya terkejut mendengar suaminya berbicara tentang Kelvin. "Mas kau sangat pencemburu aku dengan dia hanya sahabat dan sekaligus partner kerja" Zoya mengusap lembut kepala suaminya. "Aku tahu sayang kalian partner tapi justru itu sangat membuatku lebih tidak suka," Reiner kesal.


Zoya menggelengkan kepalanya tidak tahu harus bagaimana menjawab ucapan suaminya. "Sudahlah jangan membahas dia bisa-bisa kita jadi bertengkar bukankah disini kita ingin bersenang-senang mas?" ucap Zoya dan Reiner menganggukkan kepalanya.


Mereka selesai ditempat itu dan memutuskan mencari makan, mereka kembali ke hotel dan memasuki restoran disana. Melihat suasana keindahan malam Singapore dari atas gedung hotel.


Selesai dengan rutinitas saat itu mereka kembali ke Kamar. Zoya sedang menonton televisi lengkap dengan satu cemilan besar ditangannya sedangkan Reiner rebahan di pangkuan istrinya, ia seperti bayi besar tidur sambil menyusui. Sesekali ia tersenyum melihat istrinya yang sibuk makan.


Zoya menyadari jika suaminya tersenyum kearahnya. "kenapa kamu tersenyum kearahku?" bukannya menjawab justru Reiner terkekeh. "Sayang aku hanya senang melihatmu sibuk makan," ucap Reiner dan membenamkan wajahnya diperut istrinya. Zoya tidak peduli dengan ucapan suaminya dan terus melanjutkan memasukkan cemilan kemulut nya.


Reiner mengusap perut istrinya. "Sayang kapan disini ada isi?" mengerti dengan ucapan suaminya. "Aku tidak tahu mas tapi yang terpenting kita harus terus berusaha dan berdoa," ucapan Zoya barusan mengundang Reiner untuk membawa istrinya. Tanpa perlu meminta kepada pemilik ia langsung menjalankan aksinya. Dan malam itu menjadi mereka bersatu kembali.