
Happy reading
≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈
Saat sibuk-sibuknya mereka, tiba-tiba seorang perempuan berjalan kearah Reiner. Zoya sempat kebingungan melihat wanita tersebut. Ia pun mendekati suaminya.
Tapi wanita itu seakan tidak ingin menjauh dan terus berjalan mendekati Reiner.
Reiner menatap wanita tersebut, ia terlihat sedang berpikir sesuatu, ia sama kebingungan seperti Zoya. “Ayo sayang kita pergi dari sini,” ucap Reiner seraya menarik tangan Zoya.
“Ehh tapi mas, aku lagi milih baju, kamu aneh banget tahu tiba-tiba bawa aku keluar,” Zoya kesal.
“Dia sangat familiar dengan seseorang yang kukenal, siapa dia? Sungguh aku pernah melihatnya dan wajahnya juga sangat mirip, lalu siapa wanita disampingnya itu?” ucap perempuan tersebut saat dia melihat kedua pasangan itu telah menjauh darinya.
“Ah sudahlah, akan aku cari siapa wanita itu,” ucap perempuan tersebut dan melanjutkan kegiatannya ditempat itu.
---------------------------------------------
(Zoya Khalisa More)
Tingkah suamiku sangat aneh, dia tiba-tiba menarik ku padahal aku saat itu sedang memilih baju lain dan akhirnya terpaksa hanya beberapa baju yang bisa kupilih. Saat ini kami sedang dalam perjalanan pulang, aku menatap kearah suamiku, tidak biasanya Reiner sibuk menyetir tanpa berbicara sepatah katapun denganku.
‘Ada yang aneh dengannya, siapa wanita itu? Kenapa perasaanku tidak nyaman?’ batin Zoya.
Tak butuh waktu lama akhirnya kami memasuki kediamanku. ‘Sampai kerumah pun dia juga tidak berbicara apapun,’ batin Zoya.
Reiner masuk kedalam mendahului langkahku, sehabis belanja dia terlihat aneh, aku mencoba mendekatinya.
“Mas, baik-baik saja?”
“Mas! Kau mendengar ku!” Aku teriak didepannya.
“Ah ya sayang, ada apa?” sahut Reiner.
“Mas kenapa? Tiba-tiba diem, aneh kaya ada sesuatu, apa aku punya salah?” tanyaku.
“Eee tidak sayang, aku tidak apa-apa, oh ya bolehkah kalau aku istirahat sebentar? Badanku sangat lelah,” pinta Reiner.
Aku pun mengangguk mengiyakan, lalu dia langsung pergi dari hadapanku. Aku langsung mengemasi barang-barang yang telah ku belikan. Menyusun dan merapikan meskipun tanganku sedang berkerja tapi pikiranku masih terbayang dengan seseorang yang kami temui di Mall. Bagiku itu sangat aneh, bagaimana tidak perempuan tersebut melihat kearah suamiku sangat intens begitupun dengan suamiku tapi yang aku heran kan, kenapa Reiner langsung membawaku saat perempuan itu sepertinya ingin menyapa dirinya.
‘Ah sudahlah, jangan berpikiran buruk Zoe, mungkin memang benar suamimu hanya kelelahan dan ingin istirahat, makanya dia membawaku pergi dari Mall,’ batin.
Aku mencoba berpikir positif, semoga saja memang bukan seperti yang aku takutkan. Sesekali aku melirik suamiku, ia sepertinya memang benar-benar tertidur, aku mencoba mendekatinya. Saat aku mencoba untuk berada disampingnya tiba-tiba saja ia pun terbang.
“Mas, maaf aku tidak bermaksud untuk membangunkan mu,” ucapku.
Reiner menarik nafas panjang. ”Tidak apa-apa yang, ah baiklah aku mandi dulu ya, gerah banget rasanya."
Aku pun mengangguk, lalu dia telah menghilang dari hadapanku masuk ke kamar mandi. Aku lalu mengambil cemilan dan menonton film sambil menunggu suamiku selesai. Sekitar tiga puluh menit aku melihat cahaya terang, mataku sepertinya tidak sanggup lagi menahan kantuk. Sampai akhirnya aku tidak tahu apa-apa lagi.
----------------------------------
Percikan air dari shower membasahi tubuhku. Aku menikmati rasa nikmat dari dalam kamar mandi, meskipun bayanganku masih mengingat tentangnya. Wanita yang sempat ingin mendekatiku.
‘Apa memang mungkin dia telah kembali? Wajahnya sangat mirip tapi sekarang dia terlihat lebih anggun dan cantik, Claudia, benarkah itu kamu?’ batin.
Claudia pernah mengisi hatiku, hanya cinta monyet menurutku sebab dulu dia sama sekali tidak menarik untuk dipandang hanya memiliki gigi ginsul yang membuatku tertarik melihatnya tersenyum. apa aku berdosa memikirkan tentang wanita lain? Kupikir tidak, hanya mencoba memikirkan bukan menyentuhnya.
Pikirku terus tentangnya, wanita yang pernah tiba-tiba menghilang dari hidupku lalu dia telah kembali sekarang tapi fisiknya terlihat lebih menarik dari yang kuduga sebelumnya. Tapi jika memang dia telah kembali, bagaimana bisa dia seperti tidak mengenaliku? Dia hanya menatap dan terdiam melihatku.
‘Apa mungkin aku salah orang? Cuma melihat orang yang mirip dengannya, ah mungkin saja begitu, mana mungkin dia dari Medan ke Filipina, belum lagi dia pasti sudah melupakanku,’ batin.
Saat lama aku berada dalam kamar mandi, membersihkan diri tapi juga memikirkan orang lain, sampai akhirnya aku selesai dan keluar dari kamar mandi.
Saat aku keluar terlihat jika istriku sedang tertidur dengan TV menyala sendirinya. Aku langsung mendekatinya dan mengusap rambutnya. Tiba-tiba dia tersadar saat pegangan pertama dariku. Matanya pun melirikku.
”Hoaammm! Mas, kamu udah selesai mandi? Ah aku menunggumu,” ucap Zoya.
”Sayang, tidurlah lagi tidak apa menungguku, jika lelah maka tidurlah, aku mau keruang kerja sebentar yang, jangan menungguku kasian calon bayi kita, dia pasti kelelahan setelah habis belanja,” sahutku. Cups! Satu kecupan mendarat di bibirnya.
“Tapi mas, aku ingin menunggumu, sudahlah ayo kita tidur jangan lagi kerja, ini udah malem,” sahut Zoya tidak terima.
“Sayang, kenapa seperti tidak ingin pisah begini? Aku hanya keruang kerja yang, bukan ketempat lain, tidurlah aku hanya akan mengecek beberapa laporan yang masuk itu saja,” ucapku.
”Baiklah mas, kalau begitu aku langsung tidur ya, kamu jangan kelamaan,” ungkap Zoya.
“Iya sayang, ngga lama kok cuma cek beberapa laporan sebab aku sudah ambil cuti sebaiknya aku juga mengecek rutin laporan dari sini,” ucapku menjelaskan.
Zoya pun mengangguk, aku langsung menidurkannya sembari mengucap rambutnya, sampai benar-benar ia pun terlelap dengan cepat. Tidak lupa memberi satu kecupan lalu aku pun beranjak keluar dari kamar menuju ruang kerja.
Sampailah di sana, aku hanya membuka laptop dan memulai beberapa pekerjaan yang bisa kulakukan dari rumah tapi tiba-tiba ada notifikasi email masuk dari email yang tidak aku ketahui sebab email yang kubuka sekarang adalah email dengan nama perusahaanku. Aku membaca notifikasi tersebut dari @Stivbadboy.gmail.co. Itulah nama email yang tertera yang baru aku lihat.
@Stivbadboy.gmail.co
»Hallo gan, elu Reiner kan?« (Tulisan email masuk)
»Iya benar, Anda siapa? Maaf saya tidak bisa sembarang melayani email masuk, silahkan hubungi email dari pihak resepsionis terlebih dahulu untuk mendaftar« (Balasan dariku)
tidak butuh waktu lama langsung ada notifikasi selanjutnya dari nama email tersebut.
»Ah elu mah sombong banget sekarang, udahlah jangan bicara formal begitu«
≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈
Hallo guys jangan lupa terus dukung karya Author, mudah kok, dengan LIKE, KOMEN dan berikan VOTE. Kalian harus memberikan VOTE. Sebab itu akan membuatku untuk lebih semangat dan menghadirkan yang lebih keren.
Maaf ya pembacaku, aku ngga bisa crazy up karena sistem aku gini 1 chapter terbuka jika sudah 500 vote dan berapapun chapter yang ingin kalian baca sebanyak itu juga votenya. Sebab ngetik itu butuh tenaga dan mood yang baik. Yang tidak mau kasih tidak masalah asal sanggup nunggu, saya tidak memaksa di sini.