Terpaksa Menikahi Atasanku

Terpaksa Menikahi Atasanku
Eps 76 Kelemahan Kelvin


Happy reading.


≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈


Perdebatan aku dengan Kelvin terhenti sementara karena salah seorang pelayan sedang memberikan minuman untuk kami berdua. Aku sangat menanti waktu ini.


“Terimakasih Bik.” Aku mengucapkan terimakasih kepada pelayan yang sudah membawakan minuman untukku juga Kelvin.


“Kelvin, bagaimana jika mengobrol santai sambil menikmati minuman ini, aku sudah lelah untuk berdebat denganmu mulutku jadi kering.”


“Jika kau lelah lebih baik cepat habiskan minuman mu dan silahkan pergi dari rumahku, aku tidak menyuruhmu untuk datang kemari,” ucap Kelvin.


Aku mengacuhkan ucapannya, aku berjalan lebih dekat kearahnya sembari mengambil segelas kopi miliknya.


“Baiklah Kelvin jika itu maumu tapi sebelum aku pergi bolehkah aku meminta sebelum kepergian ku ini kita mengobrol sedikit layaknya teman dekat bukan musuh mu, hanya sebentar jika kau bersedia, ambillah kopi luwak ini dari tanganku,” ucapku sembari menyodorkan minuman kearahnya.


Aku melihatnya terdiam, mungkin saja dia sedang berpikir sesuatu atau merencanakan sesuatu untukku, entahlah aku tidak tahu. “Hey kau sedang berpikir apa? Ayolah Kelvin, aku hanya ingin mengobrol baik-baik denganmu itu saja.”


“Baiklah Elie, tapi ini hanya untuk sementara selepasnya kau bisa langsung pergi dari hadapanku,” ucap Kelvin sembari mengambil minuman dariku.


“Kau memang tidak tega melihat wanita membujuk mu, tidak salah aku jatuh cinta denganmu,” ucapku sembari tersenyum kearahnya.


“Tapi sayang sekali aku belum tertarik untuk membalas cintamu Elie,” sahut Kelvin ketus.


‘Heuh lancang sekali, kau akan menarik kata-katamu setelah ini Kelvin,’ batin Elie.


Aku tidak peduli jika sekarang dia belum mencintai aku tapi aku akan tetap membuatnya jatuh kedalam pelukanku dan setelah itu aku akan siap membuatmu jatuh kedalam rokku, aku yakin Kelvin sebentar lagi kau akan mengikuti apa keinginanku.


Aku melihat Kelvin meminum seteguk air kopi, keinginan ku ingin dia langsung menghabiskan dan tidak ada sisa di gelas itu, aku harus mencari bahan pembicaraan untuk kami.


“Ah ya Kelvin, kedatangan ku mungkin kau sudah tau ingin mendapatkan bantuan darimu tapi sebelum itu tentunya aku ingin mendengar sesuatu dari mulutmu mengenai kabar Zoya?” aku mencoba mengalihkan pembicaraan, membahas tentang Zoya tentu saja sangat sensitif bagi Kelvin.


“Apa maksudmu Elie? Kau! Jangan mempermainkan aku,” geram Kelvin, dia sangat marah hanya mendengar nama wanita itu.


“Tidak ada, aku hanya ingin tahu bagaimana kabarnya, sebetulnya ... Kelvin, a–aku sudah sangat bersalah dengan Zoya, kau tahu jelas terlalu banyak keburukan yang sudah kulakukan padanya aku ingin menembus kesalahan ku,” ucapku mencoba untuk memancingnya.


“Kau pikir aku akan percaya dengan mulut busuk mu? Heuh sayang sekali Elie aku sedikitpun tidak mempercayai mu lagi, sebenarnya apa lagi yang kau rencanakan sekarang?” tanya Kelvin sembari meminum kembali seteguk kopi miliknya.


‘Habiskan kopimi Kelvin, sepertinya aku hanya terus memancing emosinya,’ batin Elie.


“Jangan selalu menganggapku buruk Kelvin, bukankah wanita yang kau anggap ini sudah pernah berada dibawah celana mu? Uups! Sepertinya aku salah bicara hehehe tapi aku tidak salah justru kau sangat menikmati keindahan saat kita berdua, apa kau mau lagi? Tentu saja aku akan langsung menerimamu,” ucapku berusaha membuat amarahnya memuncak.


“Sialan kau wanita iblis, kau memang tidak tahu malu enyah kau dari hadapanku! Jangan sampai aku menyuruh petugas keamanan untuk menyeret mu!“ ucap Kelvin dengan murka sembari menghabiskan minumannya sampai tidak tersisa.


‘Rencanaku berhasil,’ batin Elie.


‘Sebentar lagi sepertinya aku akan menguasai mu,’ batin Elie.


Kelvin tidak menyahut ucapanku, sepertinya obat dalam minumnya akan beraksi, aku tidak salah lagi sebentar lagi dia pasti akan berada dalam pelukanku.


Kelvin tiba-tiba bangkit dari duduknya, ia terlihat gelisah dan gerakannya tidak menentu, aku melihat dia sedang berusaha melepaskan bajunya sendiri karena kepanasan padahal AC di ruangan kamarnya sudah sangat dingin, aku tidak menyia-nyiakan kesempatan ini lagi. Aku pun pergi mengunci pintu kamarnya.


“Panas ... Elie, kenapa aku rasanya sangat kepanasan begini, aku tidak tahan sungguh ini rasanya sangat panas, tolong aku ... tolong Elie,” ucap Kelvin memohon kearahku.


Aku tahu obatnya sedang mulai mencoba mengendalikan dirinya, sungguh sangat berfungsi obat perangsang milik Brian yang diam-diam ku curi dari kemejanya.


Melihat Kelvin yang sudah seperti cacing kepanasan itu, aku tidak tinggal diam, kamera yang sudah ku siapkan sejak dari tadi dalam tas ransel milikku, lalu aku mencoba menaruhnya tepat di samping ranjang miliknya agar semuanya terekam sempurna.


Aku berjalan mendekat kearah Kelvin, tentu saja aku tidak akan menyia-nyiakan, perlahan aku membantu membuka kemeja miliknya yang sedari tadi sudah kepanasan.


“Sabar sayang, bukankah tadi kau yang tidak menginginkan aku kenapa sekarang malah sebaliknya?” ucapku seraya tersenyum manis kearahnya.


“Elie, apa yang kau katakan ... a–aku ah kau sangat cantik Elie, sungguh aku tolong ... kumohon Elie aku menginginkan mu,” ucap Kelvin memohon.


‘Sudah pernah ku peringatkan Kelvin, bagaimana pun caranya kau harus menjadi milikku dan sekarang saatnya,’ batin Elie.


Aku tersenyum bahagia melihat pria idamanku sangat terang-terangan menginginkan diriku, aku sungguh tidak sabar menunggu lama. Kelvin yang sedari tadi sudah melepaskan pakaian miliknya satu persatu, tentu saja aku mengikuti hal yang sama, hingga kami keduanya sama-sama tidak tersisa apapun.


“Meskipun kau menginginkan aku dengan cara terpaksa, Kelvin aku sangat ingin jika kau menginginkan aku dengan penuh cinta seperti cintamu kepada Zoya,” ucapku didepan wajahnya sembari mengusap lembut pipinya.


“Apa yang kau katakan Elie? A–aku hanya menginginkan dirimu untuk saat ini,” sahut Kelvin.


‘Astaga kenapa dengan diriku? Tidak mungkin aku bisa segila ini dengan Elie,’ batin Kelvin.


“Baiklah sayang ayo kita mulai, aku harap kau melakukannya seperti dulu,” ucapku seraya menarik Kelvin keatas ku.


Mataku terpejam merasakan kenikmatan yang tidak duanya, memeluk orang yang sangat aku cintai sekaligus berada dibawah tubuh miliknya sungguh surga bagi diriku. “Ohh Kelvin ...! Ahh Kelvin ... ya seperti itu.”


Aku dengan liarnya menampung Kelvin ke dalamku, sedangkan Kelvin dia lebih semangat bahkan jauh lebih semangat seperti dulu saat kami pertama menyatu, hingga suara desahan kenikmatan yang ku keluarkan sangat keras, aku tidak peduli meskipun jika pelayan rumah miliknya mendengar suaraku.


Di balik kamar milik Kelvin.


Beberapa pelayan ada yang sedang bersih-bersih dan ada yang sedang lewat, mereka tidak sengaja mendengar suara familiar seperti dalam sebuah sinetron khusus dewasa tapi suara itu jelas bukan dari televisi.


Bersambung..


≈≈≈≈≈≈


Maaf ya guys, kalau aku udah jarang update rutin, karena keadaan ku sedang sibuk ditambah diriku sedang sakit tapi aku janji bakalan usaha update untuk kalian meskipun aku sakit, jadi aku mohon dukungan kalian buatku supaya aku tidak sia-sia update dan lagi kalian jangan lari saat aku tidak update.