
H A P P Y R E A D I N G
Mentari terbit laksana memberikan senyuman yang menarik diri untuk bangun dari keletihan yang datang dalam diri yang tak bergerak. Memaksa untuk melihat masa depan yang tak akan ada gerakan. Kemilau berlian tersinari oleh sang fajar yang baru bangun dari tidurnya.
Kelvin terbangun dari tidurnya, ia melirik kearah jam sudah memasuki waktunya bekerja. Tapi, rasanya begitu lelah hingga membuatnya ingin terus bermalas-malasan sembari mengambil ponselnya untuk mengabari kepada staf karyawannya untuk tidak dapat hadir bekerja.
Kelvin lalu keluar dari kamar rahasia miliknya, berjalan keluar dari tempat itu lalu duduk di teras rumah sembari di temani oleh secangkir teh yang sudah di saji oleh pelayan.
Menikmati sejuknya udara pagi tapi, tiba-tiba Viora datang seraya membawa sebuah map yang isinya tidak ia mengerti.
Dengan mudahnya Viora langsung memberikan map tersebut kearah Kelvin tanpa memberikan pertanyaan untuk Kelvin terlebih dahulu.
Kelvin terlihat bengong melihat kearah Viora. “Apa maksudnya ini?”
”Hal yang sangat penting, jadi buka saja pasti nanti akan tahu isinya apa. Lagipula aku sudah menunggumu dari tadi tapi tetap tidak ada tanda-tanda kamu akan datang,” ungkap Viora dengan sinis seraya melipatkan tangan di dadanya.
“Oh yang kamu maksud harus temuin kamu di jam sepuluh itu yah? Tapi ini masih terlalu pagi ... Jam sepuluh aja belum, ayam juga baru bangun,” sahut Kelvin dengan sedikit lelucon.
“Ah sudahlah aku sudah mengubah jadwalnya jadi cepat buka saja map itu lalu tanda tangan! Jangan banyak ngoceh!” Viora terus memaksa Kelvin.
Kelvin lalu mengambil dan membuka map tersebut. Betapa terkejutnya ia saat mengetahui bahwa map itu berisikan surat kontrak pernikahan.
Kontrak itu memuat beberapa pasal yang di antaranya:
Pihak pertama: Kelvin Marble
Pihak kedua: Viora Lausy
1)~Pernikahan hanya boleh di ketahui oleh orang terdekat di antaranya: Keluarga, Zoya, dan Reiner. Selebihnya tidak boleh.
2)~Pernikahan hanya boleh bertahan sekitar 7 tahun dan bisa di rubah dengan kesepakatan kedua belah pihak.
3)~Selama menjalani pernikahan tidak boleh ada kontak fisik tanpa seijin masing-masing pihak.
4)~Selama pernikahan di larang mencampuri privasi masing-masing.
5)~Pihak satu akan memberikan nafkah selama masih terikat pernikahan dengan membiayai kebutuhan hidup meskipun pihak kedua sudah bekerja sekalipun
6)~Pihak satu akan memberikan nafkah setiap bulannya sebesar Rp.35.000.000 atau sesuai kesepakatan.
7)~Di larang memasuki kamar pihak kedua tanpa seijin dari pihak kedua. Tapi, pihak kedua boleh memasuki kamar pihak pertama tanpa meminta izin.
8)~Jika pihak kedua ingin liburan tidak boleh ada larangan dari pihak pertama.
9)~Jika pihak pertama melanggar wajib membayar denda sebesar 2M tiap bulannya.
Demikian surat kontrak pernikahan dibuat langsung di atas materai dan wajib di patuhi dengan sebaik mungkin.
Itulah isi surat kontrak dari pernikahan tersebut.
Mata Kelvin terbelalak lebar saat melihat isi map tersebut.
“Apa ini?” tanya Kelvin menahan amarahnya.
“Bisa di bacakan? Itu kesepakatan untuk kita berdua. Jadi menurutku semuanya sudah jelas, Evin.” Dengan santainya Viora menjawab.
Kelvin langsung melemparnya tepat ke wajah Viora. “Apa kamu memang tidak punya hati? Kontrak pernikahan macam apa itu?! Kita menikah di depan Tuhan! Bukan hanya di depan manusia kita mengucapkan janji suci.”
“Aku sudah katakan kesepakatan itu harus kita laksanakan karena mengapa pernikahan ini terjadi dengan paksaan orangtuamu dan juga aku. Jadi tidak ada lagi yang perlu di perdebatkan. Sekarang aku mau kamu menandatangani kontrak pernikahan tersebut,” ungkap Viora yang terus memaksa.
“Aku mencintaimu, gadis kecil. Selama ini aku mau melakukan apapun demi kamu, bahkan setelah pernikahan kita terjadi kamu memilih untuk meninggalkan aku sendirian di sini, dan itu berjalan sekitar lima tahun. Lalu sekarang kamu datang-datang dengan memberikan surat konyol ini padaku. Apa kamu pernah mengerti tentang deritaku selama ini?!” geram Kelvin seraya bertanya.
“Oh jadi kamu mengungkit masalah derita, begitu? Baik, tidak masalah aku juga akan mengungkit deritaku! Pertama dulu aku bahkan menjadi gadis bodoh yang begitu tergila-gila denganmu, oleh sebabnya aku bodoh kamu bahkan memaafkan kebodohan ku itu. Kedua, kamu bahkan tidak pernah melihatku, di matamu hanya ada Elie dan Elie! Ketiga, kalian bahkan sudah berhubungan badan dan aku sendiri mendengar semua suara yang sedang kalian lakukan. Dan yang terakhir kamu melukai temanku, Alvero. Jadi sekarang siapa yang begitu menderita? Ayo jawab!”
Kelvin terdiam saat Viora mengungkit semua masa lalunya. Ia memang bersalah waktu itu. Hingga membuat Kelvin berlutut di depan Viora.
“Aku tahu, aku memang pantas untuk di hukum seperti ini tapi, aku minta padamu tolong satu hal jangan jadikan pernikahan ini main-main. Kita sudah menikah bukan sedang pacaran. Bahkan aku tidak memarahi mu saat kita menjadi orang asing. Sekali lagi aku mohon ....” Kelvin bersujud dan memohon.
“Aku tidak akan sekalipun mau mendengarkan ucapanmu. Tidak akan! Karena bagiku semua kesakitan yang pernah kamu berikan untukku tidak mudah di hapus begitu saja. Kamu tahu, saat itu hidupku begitu hancur. Bahkan aku ingin mati, Kelvin! Kalian bermain api di dalam kamar padahal aku saat itu berada di sana, dengan terang-terangan kamu bahkan menciumnya di depanku. Kamu juga mengusirku dari rumahmu hanya karena perempuan itu! Jadi aku minta sekarang penuhi semua keinginanku, ayo cepat tanda tangan. Aku tidak punya waktu untuk berlama-lama di sini.” Betapa ketusnya Viora mengungkapkan semua penderitaannya.
‘Maafkan aku, Kelvin. Aku terpaksa melakukan semua ini. Aku hanya ingin melihatmu rela berkorban untukku dan membuatku menjadi satu-satunya milikmu. Semua dosa mu akan ku ampun, 'kan bahkan aku akan menerimamu jika surat kontrak ini sudah terpenuhi. Meskipun aku tahu di dalamnya tertera batas pernikahan kita hanya tinggal dua tahun lagi,' batin Viora yang tidak tega.
Kelvin masih terus bersujud tanpa menjawab apa yang telah Viora katakan padanya. Ia terlihat begitu lemah di depan Viora. Semua itu ia lakukan demi cintanya untuk gadis kecil sekalipun harga dirinya sebagai kepala keluarga sudah di injak-injak.
Viora tidak ingin bermain drama dengan berlama-lama melihat Kelvin seperti patung yang terus bersujud. Ia lalu mengambil map yang berisikan surat kontrak dan langsung menaruhnya di depan Kelvin.
‘Apa memang ini jalan yang harus ku ambil? Aku tidak masalah jika mengenai berapa jumlah nafkah batin tapi, masalahnya pasal yang lain justru memberatkan diriku sendiri bahkan pernikahan sudah di atur jangka waktu,’ batin Kelvin.
Dengan perlahan Kelvin mulai menanda tangani surat kontrak tersebut. Senyum manis terlihat di wajah Viora. Ia akhirnya menang dalam pernikahan mereka. Ia sangat senang melihat Kelvin tidak berdaya seperti itu justru cintanya semakin dalam untuk suaminya meskipun ia tidak ingin jujur dengan perasaannya sendiri. Bahkan rasanya ia ingin sekali memeluk Kelvin namun, niatnya harus di urung.
“Nah gitu dong Pangeran. Bereskan masalahnya jadi kita tidak perlu bertengkar hanya karena hal sepele seperti ini,” ucap Viora dengan ceria seraya mengambil map tersebut.
“Ia gadis kecil, kamu benar tapi, bolehkah aku bertanya satu hal mengenai kontrak pernikahan tersebut?” tanga Kelvin meminta izin.
“Tentu saja," sahut Viora.
“Di pasal tujuh di sana di sebutkan bahwa pihak pertama di larang memasuki kamar pihak kedua. Jadi bukankah kita hanya memiliki satu kamar di sini?” tanya Kelvin dengan serius.
“Oh begitu, baik aku akan setuju denganmu," ungkap Kelvin jelas.
‘Aku setuju meskipun aku akan selalu mencoba mengganggumu, gadis kecil,’ batin Kelvin yang tidak terima sepenuhnya.
Semua kesepakatan sudah di setujui, Viora juga sudah menanda tangani surat kontrak mereka. Lalu ia pergi beranjak dari hadapan Kelvin.
Kelvin penasaran kemana istrinya akan pergi hingga ia mencoba untuk mengikuti setiap langkah Viora. Sebuah map berwarna merah, serta mengeluarkan beberapa lembar pas photo dan juga lengkap dengan fotocopy ijazah dan surat-surat penting lainnya milik data diri Viora.
‘Viora mau kemana? Kok keliatannya kaya orang mau lamar kerja. Tunggu, jika memang ia ingin melamar kerja untuk apa? Toh perusahaan satunya lagi adalah milik keluarganya sendiri, tapi sudahlah aku sudah tidak boleh lagi mengurus privasi hidupnya,’ batin Kelvin penasaran.
Kelvin langsung menebaknya jika Viora akan melamar kerja. Ia lalu berniat untuk mengirimkan sebuah pesan kepada staf karyawan di tempat perusahaannya sendiri.
(Buka lowongan kerja khusus untuk bagian sekretaris, dan cukup menerima pegawai wanita minimal dua orang tidak boleh lebih. Besok biar saya sendiri yang akan langsung mewawancarai. Lakukan segera tanpa adanya pertanyaan.) Pesan yang Kelvin kirimkan dengan cepat dan langsung mendapat balasan dari pegawainya.
Viora sudah selesai mengemasi semua keperluan yang ia butuhkan. Lalu ia melangkah keluar dari kamarnya. Dengan cepat Kelvin langsung sembunyi.
Tanpa pamit dengan Kelvin. Viora langsung keluar dari rumah dan pergi kemana yang ia sukai.
“Punya Perusahaan sendiri malah di kuasai oleh orang lain. Papa tega membiarkan Kelvin yang harus mengelola semuanya padahal aku juga pintar bahkan aku lulusan sarjana S2. Membosankan sekarang aku harus melamar pekerjaan di tempat orang lain. Cari pekerjaan itu sulit, menyebalkan,” omel Viora saat sudah berada di dalam mobilnya.
Supir pribadi menahan tawa saat mendengar Nyonya besar mengomel sepanjang jalan.
“Nyonya, maaf nih saya lancang tapi, dari tadi saya lihat nyonya marah-marah terus. Kenapa harus kerja, Nya? Padahal Tuan sudah kerja keras,” ungkap supir pribadinya seraya bertanya.
“Iya sih Pak, cuma mau gimana lagi aku juga harus cari kesibukan. Lagian kalau lama-lama di rumah sendirian yang ada bete banget. Eh Bapak, jangan bilang-bilang sama Tuan, soalnya nanti dia pasti ngga bolehin aku kerja,” sahut Viora.
“Tenang Nyonya, saya tidak akan kasih tahu kok. Oh ya kalau boleh tahu Nyonya mau lamar kerjanya di mana?” tanya Pak supir.
“Iya juga yah kemana? Gini aja deh Pak, kita lihat di sekitar sini di mana ada lowongan ya." Viora juga cemas di mana harus ia cari.
Mobil terus melaju kedepan dengan pelan-pelan sembari mereka melihat-lihat di mana ada lowongan pekerjaan hingga Viora akhirnya melihat sebuah perusahaan membuka lowongan dengan tulisan begitu besar.
“Pak! Stop! Kita turun di sini ya. Di sana itu ada lowongan,” ucap Viora seraya mengambil berkas-berkas yang akan ia bawakan.
“Nyonya, tunggu seben-”
Belum sempat Pak supir bicara, Viora sudah duluan turun dari mobilnya. Ia langsung bergegas melangkah pergi.
“Itukan perusahaannya Tuan. Ah sudahlah pasti seru tuh kalau mereka kerja bareng-bareng pasti Nyonya ngga di kasih kerja berat-berat,” gumam Pak supir.
Viora sudah memasuki perusahaan tersebut. Ia langsung mendaftarkan dirinya untuk bekerja di sana dengan menjadi posisi sebagai sekretaris di sana.
Senyuman terpancar menghiasi wajah cantiknya, dengan begitu gembira akhirnya ia berhasil melamar pekerjaan dan bahkan Langsung di terima. Sebab ia langsung di coba untuk wawancara oleh staf karyawan di sana. Hingga akhirnya kontrak pekerjaan langsung Viora tanda tangani.
Viora tidak tahu jika perusahaan tersebut adalah milik suaminya. Karyawan di sana saat mengetahui jika Viora yang melamar pekerjaan, mereka langsung memberitahukan kepada bosnya bahwa itu adalah istri Bos sendiri.
Dengan cerianya Viora kembali ke mobilnya. Pak supir sampai ikut-ikutan tersenyum begitu melihat wajah majikannya senang.
“Bahagia banget ya, Nya?” tanya Pak supir.
“Iya! Akhirnya aku dapat pekerjaan padahal ada sih kerjaan lagi jadi model tapi, rasanya setelah menikah bukan waktu yang tepat untukku soalnya nanti Tuan pasti ngga kasih izin,” curhat Viora.
“Iya juga Nya, ya sudah sekarang kita kemana, Nyonya?”
“Kita langsung pulang aja deh.”
“Baik, Nyonya.”
(Kediaman Kelvin)
Kelvin sedang tertawa sembari memegang ponselnya. Ia telah berhasil membuat istrinya akhirnya tunduk ke dalam perusahaannya sendiri dan bahkan sudah menandatangi kontrak. Itu artinya mau berhenti pun sudah tidak bisa karena mengharuskan membayar semua denda yang ada.
“Sayang, jika kamu bisa membuat kontrak atas diriku jadi aku juga bisa melakukan hal yang sama. Tentu setelah itu kamu akan memohon ampun padaku.” Haluan Kelvin begitu tinggi hingga ia berpikir hal yang belum terjadi.
“Aduh ... jadi ngga sabar nunggu besok pagi, pasti bakalan seru pas dia liatin aku yang bakalan jadi atasannya,” gumam Kelvin yang terus-menerus memikirkannya.
Saat sedang enak-enakan berkhayal. Viora pulang dan langsung menuju ke kamar tanpa memberikan salam terlebih dahulu kepada Kelvin.
Kelvin menggelengkan kepalanya saat istrinya pulang tapi, tidak menyapanya terlebih dahulu. “Sayang, kok kamu main pergi aja sih? Sapa dulu kek! Apa kek gitu, aku tadi di samping kamu loh.”
Kelvin kesal dengan tingkah istrinya, ia sampai melupakan tentang pasal dalam surat kontrak pernikahan mereka. Hingga ia berani mempermasalahkan hal sepele dengan Viora.
“Udah ya, aku lagi males ribut mendingan kamu simpen semua itu buat kita ribut besok. Sekarang aku capek mau istirahat. Berhubung saat ini aku masih baik jadi nggak mau tanggapi pertanyaan bodoh itu. Jadi di harapkan mengerti, aku ingin tidur,” ungkap Viora seraya pergi meninggalkan Kelvin yang masih berdiri mematung.
‘Alasan, bilang aja males ribut takut kalah debat. Awas sayang, tunggu besok pagi aku pastikan kamu akan menyesal telah melamar kerja di tempatku,' batin Kelvin.
***___________***
Mempesonanya dirimu. Menyungging senyumanmu saat menghiasi raut wajah sendu mu. Namun, mendiamkan detak jantungku. Aku ingin tersenyum lagi seperti dulu, seperti saat kamu jatuh cinta padaku
Namun, aku naif. Akulah bayang-bayang paling semu. Yang tidak bisa membuatmu bahagia dalam kehidupanku. ~ Kelvin Marble.
Aku tahu cintamu tetap ada untukku, begitupun dengan cintaku yang tidak akan pernah berpaling dari hatimu. Meskipun sekarang aku mencoba untuk menyakitimu sebab aku hanya ingin kamu tahu, rasa sakit seperti inilah yang aku tunggu-tunggu sejak dulu. Aku mencintaimu namun aku juga membencimu. Dua ikatan itu tidak bisa menghilang dari lubuk hatiku. ~ Viora Lausy.