Terpaksa Menikahi Atasanku

Terpaksa Menikahi Atasanku
9~S3 Istriku. Gadis Kecilku Rahasia dalam ponsel dan sesuatu


H A P P Y R E A D I N G


Niatnya mau marah tapi, aku malah ngakak. Dasar! Gadis kecil awas kamu,” ucap Kelvin yang terus senyam-senyum.


Viora pun sudah memasuki kamar mandi. Lalu Kelvin masih tidak lepas senyumannya untuk Viora. Ia berniat menunggu istrinya itu selesai mandi. Sembari rebahan ia melihat ponsel istrinya lalu dengan sengaja ia mengambilnya.


“Ponselnya di sini. Kepoin ah! Lagian gue belum pernah buka handphonenya padahal udah nikah lama. Mumpung dia nggak tahu,” gumam Kelvin seraya membuka ponsel istrinya.


Meskipun Kelvin tahu ini namanya sudah melanggar surat kontrak pernikahan yang tidak boleh mencampuri privasi orang lain tapi, karena ia begitu penasaran dengan isi di dalam. Ponsel Viora tidak memiliki sandi pengamanan. Entah mengapa dia pun tidak tahu kenapa istrinya tidak memasangnya sedikit pun. Lalu Kelvin penasaran dengan isi whatsApp.


Saat pertama whatsApp terbuka sungguh membuat Kelvin membelalakkan matanya. Pasalnya begitu banyak chat mesra bersama dengan Alvero. Yang nanya kabar 'lah, mereka kangen-kangenan, dan bahkan Alvero juga mengirimkan stiker cinta yang begitu mesra.


“Sialan! Dia benar-benar sudah mempermainkan aku dengan mudah, Viora,” geram Kelvin seraya mengeraskan rahangnya.


“Ku pikir kamu hanya berhubungan dengan Alvero karena ingin membalaskan dendam mu agar aku sakit hati tapi, nyatanya kamu ikut-ikutan mesra di dalam ponselmu!” sambung Kelvin yang sudah benar-benar marah.


Kelvin begitu marah dan cemburu. Jelas saja ia melihat semua isi chat dari istrinya sendiri. Lalu tidak ingin sampai di situ Kelvin lalu membuka tempat galery tapi, ia juga melihat album khusus photo istrinya bersama dengan Alvero. Namun, hanya ada tiga gambar, dan selebihnya ada satu album di mana Viora juga menyimpan gambar dari hasil prewedding mereka.


Walaupun demikian tetap saja Kelvin kesal dan jengkel dengan tindakan berlebihan yang sudah Viora lakukan meskipun ia juga menyimpan kenangan pernikahan mereka tapi, itu tidak cukup. Dengan cepat Kelvin langsung memblokir nomer Alvero seraya menghapus semua jejak chatting mereka hingga satupun tidak ada yang tersisa begitu juga dengan photo.


Tidak ada lagi suara percikan air. Kelvin langsung menebak jika istrinya sudah hampir selesai mandi. Lalu dengan tergesa-gesa Kelvin menaruh kembali ponsel seakan tidak ia sentuh. Ia akhirnya berbaring pura-pura tertidur saat Viora keluar dari bathroom.


Viora melihat Kelvin tertidur pulas. Ia tidak curiga apapun dan langsung mengganti pakaiannya. Dirinya pun duduk di tepi ranjang seraya menatap kearah suaminya.


“Malah tidur di atas ranjang lagi. Duh ... gimana aku bisa tidur nih kalau sekarang dia di sini. Bangun dong ... Hey! Bangun .... Tidur di sofa gih biar aku tidur di sini," ungkap Viora seraya menepuk pipi Kelvin berharap agar suaminya pindah.


“Emang kalau tidur di sini kenapa? Ada masalah gitu? Tidur aja. Gua juga ngga bakalan sentuh gadis kaya Lo. Rugi tahu! Jadi mending Lo tidur aja deh, kalau gua tidur di sofa Lo juga ngga ada hak buat perintah sama gua karena ini rumah gua bukan rumah Lo,” geram Kelvin dengan sadis serta mata yang masih terpejam.


Viora mengerutkan keningnya saat Kelvin menyahut ucapannya. Tidak seperti biasa suaminya selalu berbicara manis bahkan dia sekalipun belum pernah mengatakan untuknya dengan sebutan 'gua' begitupun sebaliknya.


”Kok ngomongnya gitu sih? Lagi ngambek yah?” tanya Viora mendekati Kelvin.


“Serah!” Dengan ketusnya Kelvin akhirnya bangun, ia sudah malas malam ini bermalam di kediamannya sendiri. Lalu Kelvin mengambil kunci mobil dan di hentikan oleh istrinya.


“Loh mau kemana malam-malam begini? Nanti kalau Bunda nanya gimana?” Tanya Viora kebingungan melihat tingkah Kelvin.


“Gua mau pergi dan ngga nginap di sini. Muak gua lihat wajah Lo, dan satu lagi jangan ganggu privasi gua, ngerti!” tegas Kelvin lalu ia keluar dari kamarnya.


‘Aneh banget, perasaan tadi lagi baik-baik aja deh,’ batin Viora.


Viora kebingungan tapi, dia tidak banyak menahan Kelvin. Meskipun begitu ia juga penasaran kenapa sikap suaminya begitu lain dengannya. Berbeda dengan Kelvin, ia ingin menenangkan diri tanpa harus melihat wajah istrinya.


Saat ia keluar dari rumah untung saja rumah sepi mungkin Bunda dan Ayah sudah tidur. Lalu Kelvin pun menghubungi Steven, sebab hanya dialah teman yang Kelvin punya yang belum memiliki pasangan jadi tidak salah jika bermalam di sana.


“Hallo, Brother. Lo ada di rumahkan?” sapa Kelvin seraya bertanya.


“Iya ada. Emangnya kenapa? Tumben Lo telepon gua malem-malem,” sahut Steven dari balik ponselnya.


“Gua lagi males nih pengen nginap di rumah Lo. Bolehkan? Kalau iya langsung share lokasi aja ke whatsApp ya,” ungkap Kelvin tanpa ingin bertele-tele.


“Oh, siap-siap.” Steven pun mengiyakan tanpa banyak bertanya.


***----------***


Steven yang sudah tahu jika Kelvin akan datang ke tempatnya, ia pun menyiapkan beberapa botol minuman dan juga cemilan sebab tidak baik jika datang tamu tanpa menyiapkan apapun.


Lalu terdengar suara mobil yang semakin mendekat memasuki halaman rumahnya. Ia langsung membuka pintu dan melihat bahwa Kelvin sedang tidur dari mobilnya. Lalu Steven pun menghampiri Kelvin.


“Lo tumbenan banget kesini. Lagi ada masalah ya?” tanya Steven basa-basi.


“Ya gitu deh. Gua cuma lagi males di rumah. Oh ya Claudia ngga marah 'kan kalau gua kesini?” sabat Kelvin dan bertanya.


“Lo tahu kalau dia udah nggak ada kontak lagi sama gua. Lagian ini rumah baru kok. Yah ... meskipun gua juga kesepian cuma mau gimana lagi,” curhat Steven lalu ia memberikan minuman pada Kelvin.


“Minum dulu yuk. Gua tahu Lo ada masalah jadi mending minum dulu biar kepala Lo plong rasanya. Gua sengaja sediakan minuman sedikit jadi kalau mendadak kepala gue banyak pikiran yah dengan ini kalau habis ya terpaksa ke Club,” cerita Steven seraya meneguk minuman.


Kelvin pun tidak banyak berkomentar, jelas yang di katakan Steven benar. Lalu ia juga tidak menunggu lagi dan langsung memilih minuman. Saat Kelvin sedang meneguk minumannya tidak sengaja ia melihat seorang wanita berjalan di dalam rumah tersebut. Meskipun wajahnya tidak terlihat jelas.


Kelvin lalu curiga dan melihatnya sambil berdiri. “Lo katanya di sini ngga ada Claudia. Terus wanita itu siapa kok ada di sini?”


“Wanita? Wanita yang mana? Setiap malam gua nggak bawa pulang wanita kok. Lagipula kalau gua bawa pulang kesini males kotorin rumah gua mendingan gua milih nongkrong di Club,” ungkap Steven seraya celingak-celinguk.


Steven tidak melihat siapapun sebab di rumahnya memang ia tinggal sendirian dan juga tidak memiliki pelayan. Kelvin pun kebingungan lalu ia memilih untuk duduk kembali.


Steven tahu kalau Kelvin sedang berpikir sesuatu. Ia pun membuyarkan lamunannya.


“Woy udah jangan banyak ngelamun Lo. Tadi Lo bilang rumah gua ada wanita nah itu artinya Lo mending jangan ngelamun. Atau ngga gini aja, mendingan kita langsung ke Club yah mana tahu di sana kita lebih tenang. Mau nggak?” tanya Steven dengan usul yang ia miliki.


“Gimana yah ... kalaupun kita kesana terus mabuk-mabukan nanti pasti ada cewek yang bakal dekati. Ogah ah nanti gua kebablasan lagi kasian bini gua di rumah soalnya,” tolak Kelvin dengan halus.


“Ya udah sih kalau nggak mau mendingan kita nonton sini aja yah," ucap Steven lalu beranjak menghidupkan televisi.


Kelvin lalu penasaran dengan wanita yang ia lihat. Ia pun berniat mencari sosok wanita tersebut. “Steven, gua ke kamar mandi dulu.”


“Oh yaudah tapi, Lo tahu nggak di mana? Nih nanti lurus aja terus belok kiri ngga jauh dari dapur ada kamar mandi kok,” ungkap Steven menjelaskan seraya matanya masih tertuju ke televisi.


“Okay aman.”


Kelvin beranjak ke arah di mana ia melihat sosok wanita misterius tepatnya memang di dekat dapur tapi, anehnya semakin Kelvin mengikuti jejak wanita itu semakin wanita itu terus berusaha menghindar hingga akhirnya wanita itu menghilang tiba-tiba.


Kelvin pun sadar bahwa yang ia ikuti bukanlah wanita biasa. Melainkan sosok misterius hingga ia menghentikan langkahnya karena sudah ketakutan. Wajah aneh tiba-tiba datang di dekatnya sampai bau bunga melati begitu menyerat hingga ia menutup hidungnya.


‘Astaga! Kok tiba-tiba gua merinding begini ya? Apa jangan-jangan yang gua ikuti tadi itu ... Ha-hantu! Gua harus kabur,’ batin Kelvin yang sudah ketakutan.


Ia ingin berlari sejauh mungkin tapi, kakinya perlahan tidak bisa di gerakan. Rasanya begitu berat seperti ada sesuatu yang mencoba menahannya. Lalu akhirnya Kelvin menyadari bahwa ia pasti sedang di kuasai oleh makhluk halus.


“Tolong ... jangan ganggu gua. Di rumah ini gua baru dan juga gua baru kawin belum punya anak, mana sering ribut lagi. Pliss ... setan eh maksudnya hantu baik, cantik, dan imut-imut pliss lepasin kaki gua sekarang,” rengek Kelvin yang terus berbicara sendiri.


Kakinya perlahan bisa gerakan meskipun tidak seperti biasanya lalu ia ingin melangkah pergi tapi, tiba-tiba seorang wanita berparas cantik meskipun sedikit pucat sudah berdiri di depan Kelvin dan memakai pakaian serba putih juga wanita itu dengan perut yang sedikit membesar seperti orang sedang hamil.


Kelvin menelan ludahnya melihat sosok wanita di depannya yang ia kenal. Ia lalu melihat Elie dari ujung rambut sampai ke ujung kaki namun, ia sadar bahwa Elie tidak menyentuh kakinya ke lantai melainkan mengambang bebas.


‘Apa dia kesini mau gangguin gua karena dulu cintanya ngga gua balas? Tapi, saat di makamnya Elie sempat tersenyum. Terus sekarang kenapa dia tiba-tiba di sini padahal semuanya sudah selesai bahkan ia mendengar maaf gua,’ batin Kelvin kebingungan serta masih ketakutan.


Elie berdiri sedikit jauh lalu tersenyum manis kearah Kelvin. Namun, berbeda dengan Kelvin, ia sampai bingung harus melakukan apalagi.


‘Aduh ... masak sih harus ketemu sama hantu? Eh salah Elie dalam wujud lain. Yah .... Tolong Elie, jangan gangguin gua. Bagaimanapun kita dulu tapi, tetap saja kita sudah berbeda alam,” ucap Kelvin baik-baik.


Elie kembali tersenyum. “Aku tidak akan menganggu kamu tapi, aku akan menjaga kamu dari orang-orang yang mencoba untuk menyakitimu walaupun itu istrimu sendiri. Karena aku selamanya akan selalu ada di dekatmu jadi tolong jangan ketakutan melihatku.”


‘Ya ampun gua sekarang benar-benar lagi berkomunikasi dengan hantu! Astaga ... Mimpi apa semalam sampai sial begini tapi .... kayaknya Elie berbeda dengan di dunia nyata, dia tidak menyakitiku melainkan menjagaku. Baiklah aku akan mencobanya,’ batin Kelvin.


“Aku berterimakasih tapi, sepertinya lebih baik pulanglah karena tempat kita sudah berbeda Elie. Ini bukan lagi saatnya untuk kembali karena semuanya bukan seperti dulu," sahut Kelvin yang masih mencoba menahan Elie.


“Aku tahu alam sudah tidak membuatku kembali padamu tapi, tolong berikan aku satu cara untuk menembus semua kesalahanku padamu dengan bisa melindungi mu walaupun di alam yang berbeda. Jika kamu bersedia terimalah sobekan kain kapan ini. Simpan baik-baik agar aku bisa terus melindungi meskipun dari jarak jauh sekalipun,” ucap hantu Elie seraya memberikan yang ia katakan.


Kelvin menelan ludahnya saat melihat kain kafan itu berada di depannya hanya sejengkal. Ia pun terdiam sesaat lalu akhirnya Kelvin pun menerimanya.


‘Semoga gua ngga salah terima kain kapan ini. Semua kesialan tidak ikut dalam kehidupan gua,’ batin Kelvin yang sedang memandangi kain itu. Lalu tiba-tiba Elie pun menghilang dalam sekejap hingga membuat Kelvin kaget.


* * *


Beberapa menit sebelumnya, Kelvin pingsan hingga ia tidak sadarkan diri selama dua jam. Sebab itulah ia bisa bertemu dengan sosok hantu Elie. Steven menemukan Kelvin tergeletak di lantai di dekat dapur. Ia lalu menolong temannya itu.


Kelvin terbangun dan melihat ke sekelilingnya ia sudah berada di kamar milik Steven. Ia lalu melirik ke samping terlihat jika Steven sudah pulas tertidur.


Kelvin bangun berniat beranjak ke kamar mandi tapi, saat ia bangun tiba-tiba sobekan kain berwarna putih jatuh didekatnya dan membuat Kelvin sedikit menjauh karena panik.


“Kain putih? Ngeri banget! Tapi, apa tadi aku mimpi yah cuma kok rasanya kayak bukan mimpi. Ah udahlah kali aja cuma halusinasi,” gumam Kelvin seraya mengambil sobekan kain tersebut lalu membuangnya ke lantai begitu saja.


Kelvin tidak terlalu peduli karena ia sedang pipis yang sudah tinggal di ujung. Lalu menuju ke kamar mandi seraya menuntaskan apa yang sudah seharusnya ia lakukan. Lima menit kemudian ia pun keluar dan memilih untuk tidur kembali.


Sobekan kain kafan tersebut tergeletak di lantai tapi, angin tiba-tiba datang dengan sendirinya hingga sobekan kain itu masuk kedalam saku celana Kelvin. Ia bahkan tidak tahu karena dirinya sudah terlelap.


***------------------------------***


Kicau burung sedang membangunkan alam yang sedang rebah. Percik embun menetes lembut dari pucuk dedaunan. Viora terbangun dari tidurnya. Ia kemudian melihat ponselnya tidak ada satu pun notifikasi dari Kelvin. Ia juga tidak tahu bahwa kenangan bersama sang kekasih, Alvero sudah lenyap karena ulah suaminya, sebab Viora hanya membuka ponsel bagian panggilan.


“Sampai pagi pun kamu belum pulang, Evin. Sebegitu marahnya kamu sama aku. Bagaimana aku harus menjawab kalau sampai Bunda mu bertanya?” gumam Viora dengan menarik nafasnya.


Viora gelisah kemana Kelvin pergi. Dari semalam ia mencoba menghubungi suaminya tapi, tidak ada balasan bahkan ponselnya pun mati. Justru karena itu ia semakin gelisah.


***------***


Penasaran ngga kenapa bisa ada hantu Elie? Ckckck sesuatu pokoknya. Guys jangan lupa sertakan vote. Aku pastikan kisah mereka indah. Salam sayang ~ Meldy