
Happy reading.
≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈
Kamu tidak perlu memaksakan orang yang kamu cintai mencintaimu juga, jangan hanya kamu mencintainya kemudian kamu memaksakan agar dia juga mencintaimu. Cinta itu nggak bisa dipaksain jadi tidak usah memaksa agar dicintai juga. Kalau kamu mencintai dia seharusnya kamu harus mengerti dengan perasaannya.
*******
“Tidak Kelvin, tentu saja aku sudah memikirkannya dengan baik dan juga aku mencintaimu, jadi apalagi yang harus ku tunggu?” Elie terus memaksa agar aku bisa memenuhi kemauannya.
“Aku tidak bisa menikahi mu, itu bukan kekonyolan yang harus kita lakukan.”
“Meskipun aku akan menyebarkan rekaman kita berdua, apa kau juga tidak akan menikahi ku Kelvin?” Elie terus bersikeras untuk memaksaku.
“Ya, tidak perlu mengancam ku Elie, sekeras apapun kau memaksaku tetap aku tidak akan menikahi mu, kita hanya melakukan kesalahan bukan karena cinta jadi camkan itu,” aku tahu wanita ini tidak akan menyerah dengan apa yang dia inginkan.
“Katakan Kelvin kenapa kau tidak bisa mencintaiku seperti cintamu untuk Zoya? Jelas-jelas dia sudah memiliki suami tapi kenapa kau tidak bisa menyerah untuknya! Lihatlah aku di sini untuk sedikit saja Kelvin ....,” geram Elie mencoba menekan diriku hingga aku melihat tetesan air mata perlahan keluar dari matanya.
‘Kenapa tiba-tiba hatiku sakit melihat air matanya keluar? Apa aku hanya kasihan dengannya tapi kenapa hatiku juga terasa amat sakit,’ batin Elie.
Aku terdiam menatap Elie, dia sekarang sedang menangis tersedu-sedu. Aku tidak tahu apakah itu tangisan sungguhan darinya atau hanya sandiwara untuk bisa mengelabuhi ku lagi, entah kenapa hatiku amat pedih melihat ia menangis seperti ini di depanku, rasanya aku ingin mencoba menghiburnya agar berhenti menangis tapi keberanian ku sangat kecil justru aku malu.
‘Sebaiknya aku menunggu Elie sampai selesai menangis,’ batin Kelvin.
Aku menunggu tangisannya reda, aku terus menatapnya, ada rasa kecewa yang amat dalam terlihat dari dirinya jika sedang menangis seperti itu. Melihat ia menangis seperti ini rasanya aku tidak berniat untuk membentaknya.
“Kel–Kelvin, maaf apa boleh aku memelukmu sebentar saja,” pinta Elie dalam isak tangisnya.
Aku hanya mengangguk mengiyakan permintaannya, sepertinya dia memang sungguh menangis, jadi ku biarkan dirinya mendapatkan apa yang dia mau. Elie memelukku erat, sontak tanganku mencoba membalas pelukannya dan mengusap lembut rambutnya. Para penjuru Cafe semuanya melihat Elie menangis membuatku harus menunduk.
‘Kali ini aku mengizinkan mu untuk mendapatkan belah kasih sayang dariku, tolong berhentilah menangis hatiku sangat tidak tega melihatmu,’ batin Elie.
Sepertinya aku hanya tidak bisa melihat wanita menangis di depanku tapi justru Elie pernah juga menangis di depanku dan saat itu kenapa aku tidak peduli dengannya? Justru aku membentaknya. Semoga aku tidak jatuh cinta dengannya.
Tiba-tiba Elie melepaskan pelukannya, aku melihat matanya sembab sepertinya kali ini dia tidak bersandiwara di depanku.
“Maaf Kelvin, aku seharusnya tidak menangis seperti tadi di depanmu sekali lagi maafkan aku,” ucap Elie.
“Ya tidak masalah aku bisa memaklumi dirimu,” sahutku.
“Tapi kenapa kau membalas pelukanku Kelvin? Tidak seperti biasanya kau ingin membalas pelukan dariku, apa kau mulai mencintaiku?” Elie tiba-tiba bertanya hal konyol denganku.
Elie menggeser kan dirinya lebih dekat denganku, ”Kau jangan berbohong Kelvin, jelas-jelas sangat aneh tidak biasanya kau peduli denganku hingga sampai membalas pelukanku tapi terimakasih untuk perhatian mu.”
Aku sedikit lega mendengar ucapannya, mana mungkin aku akan perhatian karena mencintainya, sangat mustahil akan terjadi jika aku sampai mencintainya. Melihat Elie seperti tidak ingin membahas masalah rekaman video lebih jelas, kedatangan ku mencarinya hanya demi rekaman jangan sampai gagal meskipun hatiku tersentuh hanya dengan melihatnya menangis.
“Elie, sudah cukup kesedihanmu sekarang katakan bagaimana masalah rekaman kita, apa kau ingin meminta imbalan bayaran dariku? Aku akan memberikan apapun yang kau minta asalkan jangan meminta menikahi mu,” ucapku terus terang.
Elie menghembuskan nafas panjang, ”Maaf Kelvin aku tidak bisa menyerahkan rekaman itu padamu, jika memang kau tidak ingin menikahi ku saat ini tidak masalah tapi biarkan aku tinggal denganmu, bagaimana?”
‘Oh tidak, bencana apalagi yang akan aku terima kali ini? Itu tidak bisa terjadi bagaimana jika sampai Zoya tahu lalu dia tidak ingin lagi bertemu denganku?’ batin Kelvin.
“Tidak bisa Elie, aku tidak akan memberikan izin istri orang lain untuk tinggal bersamaku lagipula aku pria normal tolong mengertilah,” ucapku mencoba menolaknya.
“Apa kau takut Kelvin sampai Zoya akan tahu? Jika kau takut karena Brian itu hal mudah aku memang ingin meminta cerai dengannya tapi jika kau tidak mau jangan salahkan aku jika nanti rekaman kita sampai tersebar bukankah itu lebih malu?” aku bisa lihat Elie sangat pintar mencoba untuk menguasai ku.
“Tapi Elie aku tidak bisa-”
Kringg ... Kringg .... Kringg.
Tiba-tiba sebuah panggilan menganggu acara tawaranku dengan Elie. Membuat ucapanku terpaksa terhenti. Aku melihat sebuah panggilan masuk dari nomor yang tidak aku kenali.
“Hallo ini siapa?”
“Evinnnnn! Ini aku, kau di mana? Aku sedang mengisi formulir magang yang diberikan oleh karyawan mu tapi ini membuatku pusing Evin tolong kemari lah arrrggh aku muak mengisi ini ....!” geram Viora berteriak dari balik ponselku.
Aku menepuk jidat mendengar permintaan dari gadis kecil itu, hanya mengisi formulir magang sudah ribut sampai kupingku sakit mendengar teriakkan darinya.
“Maaf gadis kecil, saat ini aku tidak bisa untuk membantu tapi aku akan menyuruh sekretaris ku untuk membuat beban mu sedikit ringan, sudah dulu ya gadis kecil,” ucapku menolak permintaan darinya.
“Sialan kau Evin! Awas saja saat kita bertemu aku akan mencubit tanganmu!” ucap Viora lalu mematikan ponsel sebelah pihak darinya.
****
“Siapa Kelvin yang barusan menghubungi mu? Sepertinya sedang ada keributan ya aku tidak sengaja mendengar teriakkan, apa itu Zoya?” tanya Elie tiba-tiba.
“Ah bukan, ini teman lamaku dia hanya sedang kesulitan ya sifatnya memang sedikit manja denganku, oh ya tentang kau ingin tinggal denganku maaf tapi sepertinya aku tidak bisa Elie.”
“Teman lama, teman seperti apa wanita atau pria? Lalu kenapa Kelvin, apa karena bukan Zoya yang meminta untuk tinggal denganmu? Apa aku memang tidak berhak untuk mencoba menjadi orang penting di hidupmu? Aku mencintaimu meskipun kau sama sekali tidak menginginkan diriku berdiri didekat mu, aku selalu gagal dalam menjalin hubungan, selalu kesialan yang ku dapat.”