Terpaksa Menikahi Atasanku

Terpaksa Menikahi Atasanku
Eps 78. Kedatangan gadis kecil


Happy reading.


≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈


Dalam hidup ini, kamu mungkin mencintai orang yang salah, tapi kesalahan yang ada akan membantumu menemukan orang yang tepat.


******


(Kelvin Marble)


Setiap pagi seperti biasanya aku telah sampai ke Perusahaan dan sekarang sedang berada di ruangan kerjaku. Memijat pelipis sembari duduk terdiam menghayati apa yang seharusnya tidak kulakukan, raga dan batinku telah berhasil di kuasai oleh wanita licik, saat ini sangat sulit ku jelaskan bagaimana perasaanku yang jelas perasaanku bercampur menjadi satu.


“Aku telah di nodai, aku akan hancur! Tidak, itu tidak akan mungkin terjadi Argggghhh!” Brak! Memukul meja dengan keras.


Tok tok tok.


Suara ketukan pintu membuyarkan pikiranku, dengan cepat aku merapikan keadaan diriku serta keadaan di dekatku yang sudah kacau, rambut acak-acakan serta meja kebanggaan ku.


“Masuk.”


“Pak, ini laporan yang kau minta dariku sudah semuanya ku tangani, oh ya nanti sekitar tiga puluh menit lagi kita ada rapat penting dengan kolega bisnis dari cabang properti,” ucap Sekretaris pengganti. sekertaris pengganti yang bertugas hanya menggantikan sampai Zoya kembali.


“Silahkan laporan taruh di sini, tolong kosongkan jadwal untukku hari ini, katakan rapat tidak perlu lagi di adakan aku langsung menerimanya,” sahutku jelas.


“Baik Pak.”


Sekertaris itupun keluar, aku tidak berniat untuk melakukan apapun dalam keadaan pikiran kacau seperti ini justru itu akan membahayakan keselamatan Perusahaan jika aku bertindak gegabah.


“Huuf! Aku harus bertemu dengannya.” Sebelum bertemu dan merundingkan semuanya tentang rekaman, aku justru tidak akan tenang jika belum bisa memastikan apa yang akan harus kulakukan. Lalu aku mengambil ponsel dan keluar dari Perusahaan.


Berjalan sembari mengotak-atik layar ponsel, berniat mencari nama Elie hingga membuatku tidak memperhatikan langkahku dengan baik dan menabrak seorang wanita hingga membuat dirinya terjatuh.


“Maaf Nona, aku sungguh tidak sengaja sekali lagi maaf,” ucapku sembari mengulurkan tangan membantunya berdiri.


‘Jika terus seperti ini aku tidak akan bisa fokus dan akan terus menciptakan kekacauan dasar gara-gara rubah betina itu aku jadi seperti ini,’ batin Kelvin.


Wanita itu pun berdiri mematung seperti sedang ada yang dipikirkan dan menerima uluran tanganku tapi anehnya dia bukannya menerima maaf dariku atau mengomel seperti kebanyakan cewek kalau di tabrak tidak sengaja.


“Evin! Sungguh ini dirimu kan? Wah aku tidak salah meminta pada papa untuk magang di tempat mu, kau tahu kalau aku tadi sampai tidak lagi mengenalimu, perubahan dirimu tambah menarik kau sangat tampan dan gagah, ehmm bolehkah aku memeluk mu?” ucap wanita di depanku yang tidak ku kenali.


‘Kali ini apalagi, belum selesai urusanku dengan Elie sekarang sudah datang gadis centil,’ batin Kelvin. Aku memijat pelipis kembali dosa apa aku terus-menerus di kelilingi oleh wanita tidak jelas.


“Hey kenapa kau melamun Evin? Apa kau tidak mengenaliku lagi? Aku adalah gadis imut-imut, cantik dan periang lalu kita adalah tetangga rumah. Secepat itu kau lupa padaku hanya selang beberapa tahun sebelum kau meminta pindah ke Perusahaan ini, duhh jika seperti ini seharusnya aku langsung ke rumahmu saja,” ngomel gadis tersebut panjang lebar.


‘Tetangga rumah? Gadis centil ini ah ya kenapa aku sampai lupa dia bukannya Viora Lausy? Gadis centil yang selalu menganggu ku sekarang dia sudah tumbuh dewasa,’ batin Kelvin.


“Aww sakit! Hey gadis kecil kenapa kau malah mencubit ku? Kau gadis kecil tapi tanganmu saat tajam, potong kuku mu secepatnya!” omel ku padanya yang sesuka hati bertingkah.


“Salah kau sendiri Evin, siapa suruh tidak mendengar ucapan ku malah melamun, aku pertama kali kesini dan seharusnya kau menerimaku dengan baik satu lagi aku bukan gadis kecil, umurku sudah 19 tahun,” sahut Viora serta pengakuan darinya.


“Bagimu kau tetap gadis kecil yang centil, lalu untuk apa kau kesini apa kau tidak sekolah? Aku akan melaporkannya pada papamu,” ancaman dariku tapi wajahnya tidak terkejut meskipun aku mengancamnya.


“Aku sudah masuk kuliah, sekolah apalagi! Silahkan saja lapor, toh papa sendiri yang menyetujui untuk aku magang di sini dan lagi kau harus tahu papa akan menitipkan aku padamu Evin, sebentar lagi beliau akan menghubungi mu, oh ya di mana tempat aku mendaftar namaku? Ayo temani aku Evin, aku takut wajah orang-orang di sini terlalu menor dan malah menatapku,” ucap Viora.


“Baiklah gadis kecil, tidak perlu takut mereka tidak akan memakan mu, karena dirimu sudah kau anggap dewasa jadi coba pergi mendaftar di tempat ujung sana, aku harus pergi sekarang ada urusan penting nanti aku akan kembali menemui mu, jika ada kendala hubungi aku,” ucapku sembari memberikan nomor ponsel milikku.


Viora menarik nafas panjang, “Baiklah Evin, aku tunjukkan diriku sudah dewasa! Semangat Viora imut kau pasti bisa!”


“Berjuanglah gadis kecil, aku pergi dulu,” ucapku seraya mengacak-acak rambutnya.


Hari yang melelahkan buatku tapi sedikit terobati karena kelucuan setelah bertemu gadis kecil tetangga rumahku. Sebelum aku kembali ke tempat sekarang, dulu sewaktu masih sekali aku pindah dari Filipina dan menetap di Paris, keluarga kami menjadi tetangga yang baik.


Niat ku terhenti karena kejadian di atas, sekarang aku harus bertemu dengan Elie, aku tidak akan biarkan terus-menerus seperti ini. Saat ini aku sudah memasuki mobil serta mencoba menghubunginya dan waktu berpihak padaku dia langsung menerima ajakan untuk bertemu di sebuah Cafe.


Tentu saja karena terburu-buru aku melajukan mobil dengan kecepatan tinggi hingga aku sampai di tempat yang sudah ku janjikan. Alhasil aku memasuki Cafe tersebut dan menunggunya di sana.


Sekitar lima belas menit menunggu akhirnya dari balik kaca Cafe aku melihat sosok Elie sedang turun dari mobilnya lalu ia berjalan mendekat.


“Hay Kelvin, sudah lama menunggu ku? Maaf jalanan macet,” sapa Elie.


Aku hanya mengangguk mendengar sapaan darinya, tidak perlu basa basi terlalu manis dengannya aku langsung membicarakannya hal yang perlu ku bicarakan.


“Serahkan hasil rekaman itu padaku Elie jika tidak-”


“Jika tidak apa Kelvin? Kau ingin mencoba mengancam ku? Heuh tidak akan mudah seperti itu, kau harus menuruti keinginan ku terlebih dahulu,” sahut Elie tidak ingin mengalah.


‘Wanita ini sungguh membuatku geram, tahan Kelvin tahan bukan waktunya meluapkan emosi,’ batin Kelvin.


“Katakan keinginan bagaimana?” tanyaku.


“Nikahi aku secepatnya,” ucap Elie dengan permintaan konyol menurutku.


“Hey, apa kau pikir menikah itu lelucon yang bisa kau lakukan kapan saja?”


“Tidak Kelvin, tentu saja aku sudah memikirkannya dengan baik dan juga aku mencintaimu, jadi apalagi yang harus ku tunggu?”


≈≈≈≈≈≈≈


Ada kedatangan seseorang dan sudah menempati posisi sebagai gadis kecil bagi Kelvin, bagaimana hubungan mereka kedepan apakah Elie akan murka atau biasa saja, kali ini aku akan membawa kisah mereka, di depan sedikit info akan ada kisah Claudia dengan Zoya, jangan lari terus di tunggu guys.