Terpaksa Menikahi Atasanku

Terpaksa Menikahi Atasanku
Eps 109 Bee 'nya Zoya


Happy Reading


≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈


“Dengar sayang, Brian sedang mencari Elie entahlah aku tidak mengerti dengan apa yang ada dipikiran Pria itu sampai dia mencari kerumah kita, dan kamu harus tetap berada di belakangku ingat yah, aku mencintaimu.”


“Lalu kita harus bagaimana Mas? Tidak mungkin kita hanya diam, aku sangat takut.” Zoya sangat panik.


“Sayang tenanglah, kamu hanya perlu mendengarkan ucapanku,” ucapku mencoba membuat Zoya lebih bisa mengendalikan dirinya.


“Baiklah Mas.”


Brian kembali mendekati kami setelah ia mengeledah semua ruangan yang ada di kediamanku. “Katakan di mana kalian menyembunyikan Elie? Dia kesini pasti karena kamu 'kan, Reiner?”


Brian terus mendesak ku berkata jujur atas apa yang tidak kami ketahui, dia sudah gila kali ini bukan lagi keterbelakangannya karena pscyo.


“Elie ngga ada di sini, lebih baik kamu pergi sekarang! Atau pistol ini yang akan membuatmu pergi selama-lamanya, lagian bukannya kalian udah cerai lalu apa masalahmu lagi?”


“Masalahku apa? Jelas ada masalah karena aku masih mencintai dia meskipun kami sudah berpisah. Breng*ek Kalian berdua, awas saja jika aku tahu kalian benar-benar menyembunyikan dia, aku tidak segan-segan langsung membunuhmu,” ancam Brian dengan murka.


‘Aneh, kenapa Brian menuduh kami? Siapa juga yang bakalan sembunyikan Elie, pasti ada sesuatu. Apa aku langsung bertanya dulu saja ya? Semoga dirinya tidak kambuh saat aku bertanya,’ batinku.


“Bentar-bentar, gimana kalau kita bicara baik-baik aku rasa ada kesalahpahaman di sini sebaiknya kita luruskan agar tidak ada pertikaian nantinya, gimana Brian?” tanyaku saat melihat dirinya sudah sedikit tenang.


“Mas, apa ini akan berhasil, bagaimana kalau dia justru menembak kita?” Zoya sangat cemas.


“Tenang sayang, segala sesuatu harus kita coba.”


Brian terdiam sepertinya ia sedang berpikir sesuatu, lalu menjatuhkan pistol yang ia pegang seraya mendekat kearah aku dan Zoya. Dengan sedikit was-was aku berusaha melindungi Zoya di belakangku.


Brian berjalan lebih mendekat tapi tiba-tiba ia menangis tersedu-sedu dengan posisinya yang sedang berlutut. Aku sendiri tidak tahu apa yang sedang ia rasakan tapi sebagai sesama lelaki aku tahu bahwa tangisannya sangat sakit seperti sebuah kekecewaan yang teramat dalam.


“Brian, Lo kenapa?” ucapku seraya mendekat tanpa berbicara formal lagi dengannya.


“Mas, tetap hati-hati.” Zoya terus mencoba mengingatkan aku.


Menyadari kalau Brian sedang dalam keadaan yang sangat kecewa, aku hanya diam tanpa bertanya apapun lagi dengannya. Namun saat aku semakin mendekatinya ia perlahan bangkit lalu berdiri seraya menghapus air matanya dan kembali mengambil pistol yang tadi sudah ia jatuhkan.


“Reiner, gua minta maaf udah buat kekacauan di kediaman Lo, kalau begitu gua pamit dulu,” ucapnya lalu berjalan pergi keluar dari kediamanku.


‘Syukurlah, kupikir dia ingin menyerang ku lagi,’ batinku merasa tenang.


Kekacauan terhenti, aku langsung mendekati Zoya dan memeluknya untungnya saja tidak ada korban atas kejadian yang terjadi saat ini, meski begitu aku juga harus lebih memperketat keamanan. Jika tidak aku takut sampai kejadian seperti ini terulang kembali dan juga menyiapkan lebih banyak peralatan untuk bisa membela diri.


“Mas! Oh tidak aku melupakan sesuatu, aku harus beritahu Kelvin, kalau Brian sedang berulah jika tidak aku sangat berdosa atas diriku,” ucap Zoya yang sangat panik karena kelupaan dirinya.


“Baiklah sayang, hubungi Kelvin secepat mungkin jika perlu bawa Elie untuk pergi sementara waktu darinya.”


Trett ... tret .... trett.


Suara getar terus berbunyi justru membuat Zoya semakin panik karena Kelvin sangat lama mengangkat ponselnya.


“Hallo Vin! Kamu di mana sekarang?! tanya Zoya dengan tidak santai.


“Aku sedang di luar Zoe, memangnya kenapa kok panik gitu?” jawab Kelvin dari balik ponselku.


“Gawat Vin! Gawat ... Brian sedang mencari Elie, kamu tahu tadi dia habis kesini dan mengacaukan kediamanku, untung saja suamiku memiliki penyimpanan pistol jika tidak entah harus bagaimana kami membela diri. Kelvin sebaiknya kamu jangan dulu pulang atau suruh Elie pergi darimu, kumohon aku tidak mau kamu ditembak.” Zoya jelas terlihat sangat panik dengan keselamatan Kelvin.


‘Kekhawatiran Zoya terhadap Kelvin sangat besar, aku jadi kesal, ah bodoh Reiner. Saat ini jangan pikirkan kecemburuan mu sebaiknya pikirkan nyawa orang lain,’ batinku yang tidak menentu.


“Apa Brian juga membawa pistol?! Oh tidak bagaimana ini Zoe, aku sendiri tidak memiliki benda itu,” sahut Kelvin.


“Bodoh! Jika kamu tidak memiliki senjata cara satu-satunya suruh Elie pergi darimu Kelvin ... aku tidak membohongimu! Ayolah lakukan cepat karena sekarang bukan waktunya untuk berdebat denganku.” Zoya terus menekankan Kelvin agar menuruti apa yang ia katakan.


“Baiklah Zoe, tenanglah aku mengerti sekarang tapi bolehkah aku tahu bagaimana keadaan Viora, dia tidak kenapa-kenapa 'kan saat Brian mengacaukan tempat kalian?”


Tiba-tiba Kelvin bertanya tentang Viora, aku bisa mendengarkan karena volume panggilan yang sengaja di besarkan oleh istriku.


“Kelvin ...! Ayolah jangan pikirkan hal lain dulu, pentingkan keselamatanmu, sudah ya aku matikan ponselnya dan kamu harus cepat bertindak, aku tidak ingin melihat kalau Brian berhasil menghabisi mu,” ucap Zoya kalau mematikan ponselnya sebelah pihak.


Zoya melirik kearahku, “Kamu tahu sayang, bisa-bisanya Kelvin menanyakan Viora saat dirinya sedang dalam ancaman. Huuf aku tidak mengerti dengan apa yang ia pikirkan, apalagi mengenai Elie yang bersamanya sungguh membuatku pusing jika memikirkan mereka.”


“Sayang, jelas saja Kelvin mengkhawatirkan Viora, namanya juga cinta jika itu aku pasti aku akan memikirkan kamu juga sudahlah jangan terlalu dipikirkan nanti kamu yang akan sakit. By the way aku suka panggilan mu untukmu sayang, aku lebih menyukai panggilan itu ketimbang ... Mas.”


“Jadi maksudmu, aku harus menggantikan panggilan untukmu, begitu? Ehmm baiklah aku akan memanggilmu dengan sebutan Bee, bagaimana apa kamu suka?” tanya Zoya membuatku sedikit kebingungan.


“Tunggu sayang, kenapa kamu ingin memanggilku Bee bukannya lebih romantis jika sayang?”


“Ya tapi ... karena kamu sudah memanggilku sayang jadinya aku memanggilmu dengan baby cuma bedanya aku hanya menggantikan huruf agar lebih keren, ayolah Bee terima saja ....” Dengan manjanya Zoya memanggilku.


“Baiklah sayang.”


Seketika kecemasan dan kepanikan kami hilang berkat dengan membahas nama panggilan, ada-ada saja.


* * *


Aku akan selalu melindungi mu semampuku. Berdiri di depanmu terlebih dahulu agar kamu merasa aman dan memelukmu agar kamu tidak kelelahan. (Reiner–Zoya)


≈≈≈


Guys gimana kesan kalian untukku? Ehmm, apa ya yang akan terjadi pada Kelvin? Apa dia bakalan menurut dengan Zoya atau justru sebaliknya, lalu bagaimana dengan Claudia yang saat ini sedang memikirkan cintanya untuk Reiner?


Jika berkenan sertakan vote terimakasih.