Terpaksa Menikahi Atasanku

Terpaksa Menikahi Atasanku
Eps 110 Antara orang yang suka rusak hubungan vs orang mudah tergoda


Happy Reading


≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈


(Kelvin Marble)


“Apa yang harus ku perbuat? Bagaimana jika Brian tahu kalau Elie benar-benar bersamaku bisa-bisa aku mati ditangannya,” gumam ku karena merasa cemas.


Kringg ... Kringg .... Kringg.


“Duh ... siapa lagi yang telepon mau pulang juga.”


Betapa syok diriku karena melihat panggilan masuk atas nama Brian. Berarti benar dugaan ku, dia pasti sudah curiga. Lalu aku menarik nafas dalam-dalam agar tidak terdengar aku sedang ketakutan.


“Hallo Brian,” sapa ku.


“Hai Kelvin, apa kita bisa bertemu sebentar? Ada hal penting yang ingin kutanyakan,” ucap Brian lewat ponselku.


“Maaf tapi ... aku sedang sibuk banyak sekali pekerjaan, bagaimana kalau kamu langsung tanyakan saja di telepon?” mencoba membuat alasan sebisa mungkin.


“Baiklah, apa Elie pergi ke rumahmu? Maksudku, aku tidak menuduh mu, mana tahu kalau dia meminta bantuan darimu.” Brian langsung berbicara pada intinya.


“T–tidak, aku juga sudah lama tidak melihat Elie. Oh ya bukannya kalian sudah bercerai?” tanyaku karena penasaran.


“Memang tapi aku masih mencintainya dan ingin memintanya rujuk, kau tahukan aku begitu mencintai Elie, sebab itulah aku ingin memperbaiki semuanya dari awal. Baiklah Kelvin jika begitu, aku tutup teleponnya ya.” Dan panggilan pun berakhir.


“Huuf.” Untung saja Brian tidak curiga jika tidak apa yang harus kulakukan? Tapi sangat aneh tadi Zoya bilang kalau Brian datang ke kediamannya lalu mengamuk lalu kenapa denganku dia berbicara sangat baik? Apa mungkin jika ada seseorang yang mencoba mengacaukan pikirannya sampai tidak dapat mengendalikan diri? Aku rasa pasti ada sesuatu jika tidak mana mungkin sikapnya langsung berubah total.


Begitu banyak pertanyaan yang membuatku bingung. Sudahlah satu-satunya yang harus kulakukan adalah pulang. Setelah memantapkan tujuanku, aku langsung bergegas kembali ke kediaman dan menyelesaikan semua acara ku dengan Elie, dengan alasan begini adalah caraku agar bisa menjauh darinya.


Dengan kecepatan tinggi ku tempuh perjalanan agar sampai dengan cepat. Setibanya di kediaman dengan terburu-buru aku masuk kedalam karena takut jika ada yang mengintip ku.


Elie berlari menyambut kedatanganku, dia berlari saat melihat aku sudah pulang dan menyodorkan tubuhnya lebih dekat agar aku memeluknya tapi aku memeluknya. Dengan cepat aku berjalan langsung menuju ke kamar miliknya seraya membuka lemari pakaian dan mengambilkan dua cover. Berniat memasukkan semua pakaian yang ia punya.


“Ya Elie, aku memang tega. Kamu tahu kalau Brian saat sedang mencarimu, dia tadi juga menghubungiku itu artinya dia sudah curiga denganku lalu apa yang harus ku tunggu lagi jika bukan menyuruhmu pergi. Aku tidak ingin mati konyol di tangan Brian, menikah saja aku belum malah sekarang sudah di ancam mati,” ucapku mencoba memberitahukan hal yang benar seraya memasukkan pakaiannya.


“Kelvin! Jangan mengada-ada, aku tahu semua itu alasanmu agar aku bisa pergi dari sini iyakan? Jujur saja Kelvin mana mungkin Brian datang mencariku, kami sudah bercerai dan kamu harus ingat kalau kita tidak bisa tidak hidup bersama,” ungkap Elie tidak terima dengan keputusanku.


“Kita tidak terikat dalam hubungan Elie, menikah saja belum dan pacar juga bukan lalu apa masalahnya denganku? Dengarkan ini baik-baik Elie, kamu di sini hanya tinggal sementara bukan selamanya karena aku juga tidak mencintaimu, aku hanya kasihan denganmu dan lagi bagaimana aku harus mencari istri jika sampai detik ini kamu terus mengganggu hidupku.”


Mata Elie melotot saat mendengarkan kejujuran dariku, “Berani sekali kamu bicara seperti itu denganku Kelvin, aku tidak akan membiarkan siapapun mendapatkanmu, jika aku tidak bisa mendapatkanmu orang lain juga tidak bisa atau kamu harus mati bersamaku. Ayo Kelvin, kita lebih baik bunuh diri saja biarkan kita mati bersama dan hidup bahagia di surga, ayoo!”


Elie terus memaksaku agar mengikuti kekonyolan yang ingin ia buat. Enak saja dia berani memaksaku.


“Kamu gila! Kamu sama gilanya dengan mantan suamimu itu. Heh karena sekarang sudah begini baiklah kita teruskan saja acting ku yang berujung manis ini. Sebelum kamu mengajakku mati bersama alangkah baiknya ponsel ini untukku, bukankah di sini semua rekaman tersimpan Elie? Aku benar-benar sudah muak denganmu, karenamu hidupku berantakan! Gadisku pergi, kamu harus membayar semuanya,” jeritku tidak ingin tinggal diam.


“Jadi semuanya cuma sandiwara? Karena kamu hanya menginginkan rekaman dariku maka dari itu kamu berpura-pura baik, kamu jahat Kelvin! Kita sudah saling berbuat dan tahu satu sama lain. Apa bedanya Viora denganku? Hah sampai kamu begitu memperdulikan dia hingga kepergiannya juga menyalahi ku, dia pergi sendirian bukan aku yang menyuruhnya.” Elie masih tidak terima dengan yang terjadi.


“Ya, jadi sekarang kamu sudah tahukan kalau aku tidak mencintaimu, salahmu sendiri siapa yang duluan menggodaku jadi ... kamu itu murahan dan aku yang menikmati tubuhmu, sudahlah pergi dari sini aku tidak ingin berlama-lama. Apa kamu mau kalau aku sendiri yang mengatakan pada Brian kamu di sini? Baiklah jika itu maumu akan kulakukan.”


Aku mengambil ponsel lalu mencari nama Brian, kali ini aku tidak sedang mengancamnya biarkan Brian tahu kalau wanitanya memang di sini dan setelah itu aku beralasan kalau dirinya yang sengaja berlindung padahal aku sudah mengusirnya.


“Tunggu Kelvin! Baiklah aku akan pergi tapi tolong jangan katakan apapun pada Brian, kumohon ... aku tidak ingin dia membunuhku meskipun belum tentu tapi dia pasti akan mengikis habis kulitku ini, aku sangat takut Vin .... tunggu sebentar biarkan aku lanjutkan kemas barang-barang,” ucap Elie lalu mengerjakan apa yang ia katakan.


Belum sampai aku menghubungi Brian, Elie sudah memilih jalannya sendiri. Itu lebih baik agar aku terhindar darinya. Saat Elie sedang sibuk dengan mengemasi pakaiannya, aku langsung bergegas mengotak-atik ponselnya.


‘Di bagian mana dia menyimpan salinan ini? Oh Tuhan berpihak 'lah denganku demi keselamatanku,’ batinku saat sedang mencoba mencari salinan rekaman itu.


Syukurlah satu rekaman telah kutemukan dan berhasil ku hapus tinggal mencari beberapa lagi mungkin saja ia juga menyalinnya terlalu banyak tapi apa mungkin? Semua bagian penyimpanan di ponselnya ku periksa tapi tidak ada ketemukan salinan yang lain. Apa mungkin Elie memang sengaja membohongiku?


‘Sialan! Elie sudah membohongiku, dia hanya berpura-pura mengatakan rekaman itu telah ia salin tapi ternyata tidak. Arrrggh memang benar-benar wanita ini,’ batinku.


* * *


Cinta mungkin sulit untukku miliki tapi tidak ada siapapun yang tahu bahwa cinta juga bisa kumiliki dengan cara apapun. (Eliezer–Kelvin)