
Happy Reading
“Mama tidak mau tahu apapun permasalahan kamu dengan Kelvin, kami tidak akan ikut campur sebab kami sekeluarga hanya akan berfokus dengan tujuan kita bersama kalian akan segera menikah. Dan Mama mohon sama kamu supaya sekali ini saja kamu mau mendengarkan keinginan kami karena apa kamu selama ini sudah jadi anak manja yang keinginanmu selalu aku penuhi,” ungkap Mama yang sama sekali tidak berpihak padaku.
“Mama egois! Mama tahu kalau aku udah pacaran sama Alvero, jadi aku ngga mau di jodohkan sama Kelvin.”
“Apa kamu bilang pacaran bersama Alvero?! Apa Mama tidak salah dengar Viora? Begini saja jika pun benar kalian sudah pacaran lebih baik cepat kamu tinggalkan Alvero!” perintah Mama yang sangat egois.
“Tolong Ma, kali ini berpihak padaku. Soalnya ngga mungkin aku tinggalkan Alvero, dia sudah banyak membantuku. Dari mulai aku sampai bisa secantik ini untuk demi dia, Mama tolong mengerti,” sahutku berusaha membuat Mama sadar.
“Mama tidak akan menyetujui hubungan kalian, apa kamu mau menjadi anak durhaka gara-gara dia? Coba kamu pikir, apa yang sudah Alvero lakukan untukmu, menjadikan kamu model? Apa pernah kamu pikir perasaan Mama saat kamu memilih keluar dari pendidikan? Seharusnya sadar Viora. Kami sengaja mendidik mu hingga kamu sampai naik ke pendidikan tinggi agar nantinya kamu bisa meneruskan Perusahaan keluarga kita. Tapi apa, kamu justru menjadi model yang sama sekali tidak berguna!”
“Cukup Ma! Cukup! Aku bukan anak durhaka, tapi aku memang tidak ingin menikah dengan Kelvin. Mama tidak tahu dia seperti apa di masa lalu. Dia sudah sangat menyakiti perasaanku! Apa Mama tega menikahkan anak satu-satunya Mama dengan Pria yang sudah menyakitinya?! Aku tidak akan mau sekalipun Mama memaksanya aku tidak akan rela.” Dengan keberanian tinggi aku menolak keinginannya.
“Masa lalu? Jadi karena masa lalu?! Sampai kamu tega-teganya membuat Mama kecewa. Dengarkan Viora, tidak ada siapapun di dunia ini yang indah dengan masa lalunya, sekalipun ada dia juga pasti memiliki kepahitan hidup yang ia rasakan. Jadi Mama rasa masa lalu seseorang itu bisa di ubah yang terpenting kamu percaya Kelvin tidak akan melakukan hal yang sama denganmu.” Mama juga ingin kalah.
“Apapun yang Mama katakan, aku tetap tidak akan menikah dengan Kelvin! Sekalipun aku pernah mencintai dia. Namun sekarang bukan lagi cinta melainkan kebencian!”
“Baik Viora, kamu boleh tidak akan menikah dengan Kelvin. Tapi, dua hal yang harus kamu ingat. Pertama Mama dan Papa tidak akan menganggap mu lagi anak, kedua kamu tidak akan melihat kami lagi sampai kami mati. Jadi silahkan saja jika memang kamu tetap tidak ingin menikah dengan Kelvin,” ancam Mama yang sangat sadis.
“Apa-apaan ini Ma? Kenapa kamu membuat hidupku rumit. Ini bukan lagi jaman Siti Nurbaya yang harus menikah karena terpaksa. Aku sudah besar, sudah seharusnya aku menentukan hidupku sendiri.”
“Silahkan kamu tentukan hidupmu sendiri. Mama benar-benar kecewa sama kamu, berkali-kali kami menuruti semua keinginanmu, tapi keinginan kami sama sekali tidak kamu patuhi. Baiklah kalau tidak ada yang kita bicarakan lagi mulai besok kamu bisa ambilkan semua barang-barang mu dan pindah dari rumah, juga Mama akan menghapus namamu di akta keluarga kita,” ungkap Mama seraya pergi meninggalkanku yang masih berdiri mematung.
“Tapi Mama! Aku ini anakmu.”
“Mulai sekarang Mama tidak akan mengakui mu anak sebelum kamu patuhi keinginanku, selamat tinggal anak durhaka! Setelah menjenguk Alvero, Mama akan langsung balik.” Dengan tegas Mama mengakhiri hubungannya denganku.
‘Oh Tuhan, ternyata Mama sungguh-sungguh tidak akan menjadikan aku anaknya lagi. Tapi, mana mungkin aku bisa kehilangan orangtuaku. Aku yakin pasti Kelvin sudah mengacaukan pikiran mamaku sampai beliau setega ini dengan anaknya. Awas kamu Kelvin, aku mau menikah denganmu. Tapi aku tidak akan tinggal diam. Aku akan membalas semuanya agar kamu hancur,’ batinku geram.
Aku berusaha mengejar Mama yang sudah pergi dari hadapanku. Beliau sudah kembali masuk ke ruangan tempat Alvero berada.
“Tante, Viora. Sepertinya di luar tadi seperti ada orang ribut-ribut ya?” tanya Alvero penasaran.
“Oh iya! Tadi pas Tante sama Viora keluar ambil handphone ketinggalan di mobil terus di sana ada Ibu sama anaknya lagi ribut masalah keluarga gitu,” timpal Mama berusaha ngeles.
“Iya Al, udah jangan banyak mikir kamu 'kan belum. pulih total sebaiknya perbanyak istirahat,”. sahutku mencoba menasehatinya.
“Iya Viora, aku bakalan dengerin kata-kata kamu kok,” ungkap Alvero seraya tersenyum lebar.
‘Maafkan aku, Al. Sudah berbohong mungkin memang ini takdir hidup yang harus ku tempuh. Namun, aku janji aku tetap akan menjadi pacarmu meskipun nanti aku akan menikah, tapi percayalah aku tidak menyakitimu,’ batinku seraya membalas senyumannya.
Aku melirik Mama tapi beliau tidak melirik balik kearahku. Sampai segitunya aku di abaikan sedangkan Papa sibuk bercerita tentang bola bersama Alvero. Namun, tidak dengan Mama. Aku berniat baik agar permusuhan tidak terjadi antara aku dengan Mama. Mengambil handphone seraya mengirimkan pesan padanya.
«Ma, aku akan menuruti keinginanmu. Aku bersedia menikah dengan Kelvin.» Share to Mama.
Setelah mengirimkan pesan singkat namun memiliki makna yang besar. Aku melihat Mama melirik kearahku seraya tersenyum. Bisa ku tebak kalau beliau sudah membaca pesanku.
‘Tapi Mama jangan senang dulu, aku akan menikah dengan Kelvin tapi tidak untuk membuatnya bahagia melainkan penderita yang dulu pernah ia lakukan untukku,’ batinku.
Mama mencoba mendekati Alvero. “Nak, sepertinya kami harus pamit dulu soalnya ada hal yang harus kami kerjakan. Semoga kamu cepat sembuh ya.”
“Iya terimakasih banyak Tante sudah mau repot-repot menjengukku,” sahut Alvero.
“Al, sebentar yah aku anterin Mama sama Papa keluar dulu.”
Alvero hanya menganggukkan kepalanya. Aku langsung mengikuti Mama dari belakang. Tepat berada di luar Mama langsung menarik tanganku untuk lebih mendekat dengannya.
“Sayang, gitu dong jadi anak kebanggaan kami berdua. Dengarkan nak, jika pun kamu tidak lagi melanjutkan pendidikan Mama sudah tidak keberatan karena Perusahaan kita akan menjadi satu dengan Kelvin. Itu artinya kita tidak kehilangan pewaris tentu saja anak kalian nantinya yang akan meneruskan kedua Perusahaan,” ungkap Mama begitu gembira seraya memelukku.
“Iya Ma, aku ikut senang,” sahutku berbohong.
“Ya sudah, nanti malam seperti yang sudah kamu ketahui kita akan mengada makan malam bersama dengan keluar mereka. Dandan yang cantik ya gadis kecilku. Mama sama Papa pamit dulu,” ucap Mama dan beranjak pergi.
* * * *
Hello guys. Aduh kisah Viora, Kelvin, dan Alvero nggak lama lagi bakalan ending dan akan di lanjutkan di S3. Jadi beberapa episode lagi akan berfokus untuk mereka. Sertakan kesan dan dukungan jika berkenan.
Salam sayang ~ Meldy Ta