
Mereka masih berada di Singapore, sudah memasuki empat hari mereka disini, banyak tempat-tempat yang menarik yang mereka datangi. Dan kali ini mereka ingin mendatangi tempat yang tidak kalah indah dari sebelumnya, katanya jika belum ketempat ini berarti belum benar-benar berkeliling di Singapore.
Mereka pergi ke Merlion Park atau Mermaid and Lion. Patung Merlion tempat wisata yang berbentuk ikan duyung dengan kepala singa ini, mereka berniat kesini karena dianggap sebagai ikon negeri Singapura yang paling terkenal. Mereka tidak lupa melakukan hal yang sama yaitu berfoto dengan patung ini. Dan mereka berjalan memasuki taman Merlion Park.
Mereka berjalan kaki menikmati keindahan sambil merangkul istrinya. "Apa kau tidak kelelahan sayang kita sudah berjalan sejak tadi," ucap Reiner dan Zoya hanya menggelengkan kepalanya. "Sungguh kau tidak capek biar kita istirahat atau kita cari makan?" Reiner sedikit khawatir.
Zoya tetap menjawab dengan menggelengkan kepalanya. "Sayang kau terus menggelengkan kepalamu itu bukan jawaban" Reiner kesal. Zoya hanya terkekeh melihat suaminya itu.
"Baiklah ayo kita cari makan dan kita jalan-jalan lagi," ucap Zoya. Mendengar istrinya menjawab begitu ia langsung menjentikkan jarinya di kepala istrinya.
Mereka akhirnya mencari makan. Selesai sarapan mereka langsung melanjutkan perjalanan tapi kali ini bukan berjalan kaki, Reiner kasihan jika melihat istrinya begitu kelelahan tentunya ia tidak ingin jika Zoya mengeluh untuk acara nanti malam.
Kali ini tujuan mereka ke Esplanade sering disebut sebagai gedung durian atau Theatres on the Bay berlokasi di Esplanade, Singapore seberang Merlion Park. Tujuan mereka kesini ingin melihat pusat seni atau pertunjukan di Singapura. Merasa kelelahan berjalan kaki akhirnya mereka memilih naik kereta MRT dan berjalan kaki dari City Hall sekitar 10 menit.
Di dalam Esplanade, mereka melihat selain teater dan gedung pertunjukan, pasangan ini juga melihat pertokoan serta area terbuka tempat diadakan pertunjukan gratis. Setelahnya memilih pergi ke bagian luar dan berfoto dengan latar belakang Marina Bay Sands dan gedung menjulang. Reiner melihat keceriaan di wajah istrinya, dan ia langsung memeluk dan menciumnya. Zoya langsung membalas perlakuan suaminya.
Hari berganti malam tidak terasa waktu jalan-jalan mereka tersisa dua hari lagi. "Mas bagaimana jika kita pergi mencari oleh-oleh untuk keluarga dan juga Kelvin kamu maukan?" saat mendengar nama Kelvin, raut wajah suaminya berubah, tidak enak dipandang. Zoya paham jelas dari perubahan Reiner saat itu.
"Sayang kenapa harus berikan dia hadiah kita cukup memberi hadiah untuk keluarga," Reiner kesal. Zoya menarik nafas dalam-dalam. "Mas ayolah jangan begitu bagaimanapun dia banyak menbantuku jangan membuatku durhaka denganmu, bolehkan aku membelinya sesuatu sebagai ucapan terimakasih" Zoya berusaha menyakinkan suaminya.
Reiner membuang nafasnya terpaksa. " Baiklah sayang aku memberimu izin tapi cium aku sekarang," ucap Reiner dan terkekeh. Zoya merasa ia sedang dipermainkan oleh suaminya. Ia mencium suaminya sangat lama. "Puas sekarang?"
Reiner tertawa, ia sangat senang menggoda istrinya begitu. Dan dia langsung membalas ciuman dengan mesra. Mereka memutuskan untuk berjalan, suasana malam membuat ia sesekali mendaratkan ciuman ke bibir istrinya, entah mengapa dia tidak tahan jika lama-lama tidak merasakan bibir manis itu. Dan Zoya juga menikmati perlakuan manis tersebut.
Mereka memutuskan untuk mencari hadiah di Orchard Road, dan memasuki pusat belanja terkenal tersebut. Sebelum memutuskan mencari hadiah mereka juga mencicipi berbagai macam makanan kuliner disana dan tidak lupa mereka berfoto karena jalan di Orchard Road sangat indah sangat rugi tidak mengabadikannya di ponsel. Mereka juga memasuki tempat populer disana Lucky Plaza, area depan Takashima, serta mal Ion Orchard.
Mereka melihat berbagai keindahan. Zoya sedang mencari hadiah untuk keluarganya dan juga Kelvin. Sekitar satu jam mereka mencari-cari hadiah tersebut dan akhirnya dapat. Cukup puas mereka jalan-jalan hari ini, dan mereka memutuskan untuk kembali ke hotel dengan naik kereta MRT.
Dalam kereta tersebut istrinya sudah ketiduran dipangkuan Reiner. Wajah cantik yang tertutup sedikit rambut terlihat kelelahan padahal malam ini dia berniat untuk mengajak istrinya bermain kuda tapi melihatnya ketiduran membuatnya tidak tega. Beberapa saat kemudian mereka sampai di hotel dan ia langsung menggendong Zoya membawa masuk ke Kamar.
Zoya bangun dan menggeliat. "Badanku panas mandi yuk," memang dia tidak berbohong. "Kita mandi bersama sayang yakin kamu ngajak aku?" Reiner mencoba menggodanya. Ia terkekeh dan memukul lengan suaminya. "Mas kamu mesum!" Zoya kesal.
Reiner tertawa melihat istrinya. "Mesum tapi ganteng ngga apa-apa sayang, lagian kamu cinta," ucap Reiner dan menggendong istrinya. Zoya malu dengan perbuatan suaminya ini. "Mas turunin aku!"
Reiner tidak mendengarnya justru membawa masuk istrinya ke kamar mandi. Zoya terpaksa menurut menolak pun tidak dia akan kuat jika membandingkan dengan tubuh suaminya. Aktivitas mandi pun berganti Reiner yang memengang kendali atas dirinya. Kelelahan berganti dengan kesenangan selesai mandi malam itu mereka melanjutkan hingga berakhir tengah malam. Dan mereka tertidur dalam keadaan saling memeluk.
Hari berganti pagi, matahari sudah memperlihatkan cahayanya. Zoya bangun lebih cepat dan memutuskan ke Kamar mandi, entah mengapa setelah aktivitas mereka semalaman pagi ini badannya merasa tidak enak. Seketika perutnya sakit, terasa mual dan kepalanya pusing ia berjalan hampir terjatuh untuk saja Reiner cepat datang menolongnya.
Reiner panik melihat istrinya hampir terjatuh. "Sayang kamu kenapa?" belum menjawab pertanyaannya istrinya malah muntah-muntah, Reiner membantu memijat dari belakang. "Kamu baik-baik saja sayang bagaimana kalau kita ke dokter?" Zoya hanya menggelengkan kepalanya.
Tiba-tiba istrinya pingsan, Reiner sangat panik dan langsung membawanya ke Mount Elizabeth Hospital, rumah sakit terbesar dan terfavorit di Singapura, miliader bebas dengan tempat favorit.
Sesampainya disana Zoya langsung diperiksa oleh Dokter. Reiner menunggu diluar. Seketika dokter datang menghampirinya. "Anda suaminya?" ucap Dokter tersebut. Reiner hanya menganggukkan kepalanya.
"Ikut saya keruangan." Reiner mengikuti Dokter tersebut dari belakang. "Jadi dok bagaimana keadaan istri saya?" Ucap Reiner.
Dokter tersebut tersenyum. "Selamat ya Anda akan segera menjadi Daddy, istri Anda hamil dua Minggu sebaiknya sekarang jangan dulu perbanyak aktivitas suami dan istri agar menjaga kandungannya."
Reiner tersenyum mendengar perkataan dokter tersebut. "Lalu apa keadaan istri saya baik-baik saja?"
Dokter mengeluarkan obat. "Keadaan istri Anda dan juga janinnya sangat kuat, pingsan memang banyak di alami oleh beberapa ibu hamil muda."
Reiner sangat bahagia dan ia langsung menghampiri istrinya yang ternyata sudah sadar. Tanpa aba-aba
Ia langsung memeluk dan mencium istrinya. Dan Zoya membalas perlakuan suaminya.