Terpaksa Menikahi Atasanku

Terpaksa Menikahi Atasanku
Eps 130 Pesta part 4


Happy Reading


Alvero menyadari bahwa Viora sedang menahan emosinya dan ia juga tidak suka kalau orang yang ia cintai dipeluk bebas oleh orang lain.


“Lepaskan tubuhmu dari badan tunangan ku!” bentak Alvero tanpa peduli dengan semua orang yang melihat kearah mereka.


Kelvin tercengang mendengar ucapan Alvero. Ia tidak mungkin percaya dengan apa yang ia denger dan lihat saat ini.


“Haha tidak, tidak mungkin! Katakan Viora, kalau Pria ini bukan tunangan mu, ayo katakan jangan diam gadis kecilku,” timpal Kelvin yang tidak menerima semua itu.


“A–aku ya benar kami sudah tunangan jadi kumohon menjauh dariku. Ayo Al, kita pergi saja dari sini,” ungkap Viora seraya menggandeng tangan Alvero.


“Kau dengar itukan Kelvin? Kalau kami sudah tunangan jadi sebaiknya jangan terlalu lancang memeluk milik orang lain dan sebaiknya kamu kembali ke acara pestamu. Maaf kehadiran kami semuanya jadi kacau, ayo gadis manja kita pergi.” Alvero juga tidak ingin meninggalkan momen yang berharga itu.


Alvero pun membawa Viora lepas dari pelukan Kelvin, lalu mereka bermaksud ingin pergi dari acara itu, tapi lagi-lagi langkah mereka terhenti.


“Viora! Tunggu,” ucap Ibunda Kelvin menggunakan microphone.


Terpaksa Viora dan Alvero berhenti dan melihat kearah suara tersebut.


“Viora, jangan pergi sayang. Kalian sudah datang kesini jadi alangkah baiknya kalian tetap di sini sampai acara selesai. Kemarilah Tante juga merindukanmu,” ucap Ibunda Kelvin, seraya turun dan menemui Viora.


Acara pesta ulangtahun berubah menjadi acara pesta drama. Semua orang mengamati apa yang sedang terjadi bahkan ada yang sengaja mengambil momen-momen mereka melalui ponselnya. Viora tidak dapat bergerak karena ia juga tidak mungkin pergi setelah Ibunda Kelvin menegurnya.


Ibunda Kelvin semakin mendekati Viora lalu memeluk gadis yang selama ini mengisi hati anak tunggalnya. Begitupun sebaliknya mereka saling membalas pelukan. Para tamu undangan tersenyum bahagia serta mengisi ketegangan dengan tepukan tangan.


Alvero yang sedari tadi hanya terdiam menyaksikan apa yang terjadi, begitupun Kelvin. Mereka berdua saling menatap dengan tatapan rasa benci yang sangat besar.


“Kelvin, ambilkan kue lalu suapi Viora. Menantu Bunda ini sudah jauh-jauh datang kesini. Cepat layani dia dengan baik, dan juga temannya ini. Mari nak kita berbincang-bincang di sana,” ucap Ibunda lalu membawa pergi Viora bersamanya.


“Siap, Bunda,” ucap Kelvin menurut dan pergi meninggalkan Alvero yang masih berdiri di sana.


‘Sial! Sepertinya aku sudah salah mengajak Viora kesini, awas kamu Kelvin kalau berani merebut gadisku,’ batin Alvero dengan amarah yang ia tahan-tahan.


MC acara pun mengalihkan perhatian para tamu kembali ke acara utama. Sehingga semua orang mendengar dan menyaksikan pemandangan indah Kelvin yang sedang menyuapi Viora. Para tamu kembali memberi tepuk tangan. Entah kenapa mereka semua sangat menyukai kehadiran gadis kecil Kelvin.


Viora yang sedari tadi mencoba mencari celah agar bisa memberikan kode kepada Alvero. Ia masih malu dengan apa yang sudah terjadi dan sekarang justru dirinya yang terus menjadi perhatian bagi semua orang.


‘Sejak kapan aku jadi menantu Ibunda Kelvin? Dilamar saja belum apalagi menikah, lagian jika mereka kembali membicarakan perjodohan ku tentu saja aku akan menolaknya, karena aku tidak menyukai Kelvin sebab dia sudah bersama dengan Elie iblis itu,’ batin Viora.


Acara utama selesai, semuanya sudah sibuk mengambil hidangan makanan yang sudah tersaji begitupun dengan Claudia yang sedari tadi sudah menunggu lama waktu yang ia nantikan.


Claudia memantapkan tekadnya untuk pergi ke dapur namun tidak ia ketahui bahwa orang lain melihat tingkahnya itu sedikit mencurigakan. Orang lain sibuk dengan acara justru dirinya seperti maling yang celingak-celinguk.


Claudia menuju ke dapur tempat di mana mereka sudah janjian. Begitupun dengan Vanny, secara diam-diam ia mengikuti wanita itu tanpa tahu dia siapa terlebih dahulu.


“Kakak, apa kamu sudah melakukan tugasmu?” tanya Claudia yang sudah bertemu dengan Elie.


“Sudah, perhatikan gelas-gelas itu. Keempat gelas itu pasti akan segera di bawa kesana. Jadi tugasmu perhatikan dua gelas yang sudah kuberikan tanda garis merah itu sudah berisi racun, usahakan agar kamu memanggil pelayan itu sebelum orang lain yang mendahuluinya, paham?” tanya Elie serta membuat Claudia agar mengerti.



“Paham kak, baik kalau begitu kakak langsung pergi saja dari sini biarkan semuanya aku yang mengurus,” sahut Claudia dengan mantap.


“Bagus Claudia, aku pergi dulu begitupun kamu jangan lagi di sini jika tidak mau orang lain curiga.” Elie lalu keluar secara diam-diam dari acara tersebut.


Begitupun Claudia juga pergi dari sana dan kembali ketempat acara berlangsung, sepanjang jalan ia sudah menghafal apa yang Elie katakan.


Vanny menyadari ada yang tidak beres yang akan terjadi, ia sudah mendengar semua yang dia wanita itu katakan tanpa mereka ketahui. Lalu ia berjalan perlahan-lahan menuju gelas minuman yang sudah terisi racun, lalu dengan cepat ia membuang semua minuman itu dan menggantikannya dengan air yang baru.


“Dasar siluman, kalian pikir aku tidak tahu rencana kalian, tapi siapa wanita itu yang bersama Elie? Sepertinya aku baru melihat dia. Sebaiknya aku harus selidiki wanita itu jangan sampai dia juga mau merebut Reiner dari Zoya. Harusnya aku yang pantas untuk Reiner,” ucap Vanny lalu kembali ketempat acara.


Claudia sudah bersama dengan orang-orang terdekat Zoya. Semua orang sedang menikmati hidangan lalu ia juga berinisiatif untuk menikmatinya.


“Pelayan! Lihatlah kami di sini tidak ada minuman, berikan air itu padaku dan juga teman-temanku ini,” ungkap Claudia lalu mengambil dua gelas satu untuk Zoya dan juga Viora.


“Terimakasih Claudia,” ucap Zoya serta menerima gelas yang diberikan.


“Sama-sama.”


‘Rasain kalian, emang enak! Ayo habiskan setelah itu anakmu akan mati dan suamimu akan ku goda,'juga kakakku akan bahagia bersama Kelvin setelah kalian koma,’ batin Claudia.


Zoya dan lainnya meminum habis gelas yang sudah diberikan tanda tanpa tersisa. Claudia sudah menantikan reaksi yang akan terjadi, tapi betapa terkejutnya ia tidak ada gejala-gejala apapun yang terlihat.


‘Ini kak Elie salah kasih racun apa? Kok nggak ada terjadi apapun. Ihhh ngga seru ah! Awas kamu kak, udah bohongin aku,’ batin Claudia kesal.


≈≈≈


Hallo para reader tersayang, aku sudah mendengar keinginan kalian ckckck. Zoya dan Viora yang manis gagal celaka demi kalian, sertakan kesan juga dukungan guys terimakasih.