
Happy reading.
≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈
(Eliezer)
“Sialan! Sedikit lagi aku berhasil membunuhnya tapi pria sialan itu tiba-tiba menolongnya aaarrghh aku benci kegagalan," gumam ku.
Aku sangat membenci kegagalan, hanya tinggal sedikit lagi dan Zoya akan mati didepan mobilku, hari itu aku sedang mengintai Zoya dan aku tau dia sedang berada di sebuah Mall seorang diri.
Brian lalu menghampiriku ia duduk tepat di sampingku. “Kenapa sayang? Keliatannya kamu gelisah sekali, cerita dong sama aku kalau lagi banyak masalah.”
“Aku ngga apa-apa Brian, mungkin cuma kecapean aja, oh ya aku keluar sebentar lagi ya, ada hal yang harus ku urus lagi bolehkan?”
“Tentu saja boleh sayang tapi jangan menemui pria lain, aku tidak ingin kau mencari pria lain selagi diriku, kau mengerti,” pinta Brian.
“Tentu, aku aku akan tetap untukmu tenanglah, ya sudah aku pergi dulu ya.”
Aku ingin beranjak dari rumah dan pergi masuk kedalam mobil tapi tiba-tiba tanganku dihentikan olehnya hingga membuatku terdiam menatapnya.
“Sayang, apa kau lupa sesuatu sebelum pergi?” tanya Brian. Lalu ia mendaratkan satu ciumannya untukku dengan sangat lembut dan bergairah. Setelah itu aku pun tersenyum lalu pamit dari hadapannya.
“Jangan senang dulu Brian, aku hanya ingin bertahan denganmu sebentar lagi dan setelah aku berhasil dengan caraku setelah itu kau harus siap-siap pergi dan aku akan mencari Kelvin untuk menggantikan posisimu,” gumam ku saat sedang berada dalam mobil.
Tujuanku hanya satu, aku ingin bertemu dengan pujaan hatiku, sudah lama aku tidak bertemu dengannya. Jam menunjukkan pukul 17:25 itu berarti Kelvin sudah berada di rumahnya.
“Aku harus cepat-cepat menuju kesana.”
(Kediaman Kelvin)
Aku telah sampai di tempat tujuan, saat ini aku sudah berada di depan rumahnya, lalu aku pun mengetuk pintu sembari nunggu Kelvin. Tidak lama kemudian seseorang membukakan pintu yang saat itu bisa ditebak pelayan di tempatnya.
“Maaf, Anda siapa?” tanya pelayan tersebut.
Aku tidak menjawab dan langsung masuk dengan terpaksa, meskipun membuat pelayan itu terus saja mencoba menghentikan langkahku.
“Kelvin ... Keluar, ini aku ....,” teriakku sembari memanggil namanya.
“Maaf, Tuan kami tidak bisa di ganggu sembarangan, sebaiknya Anda pergi saja karena Tuan kami tidak mengizinkan Anda masuk kesini,” ungkap salah seorang pelayan tersebut.
Para pelayan itu mencoba menghentikan langkahku tapi aku tidak bisa dihentikan, aku tahu Kelvin pasti sedang berada di kamarnya tapi dia sengaja tidak ingin turun menemuiku, bukan Eliezer namaku jika hal sepele seperti ini tidak bisa ku atasi. Lalu aku pun berlarian naik ke lantai atas kamarnya.
“Kelvin ... ini aku!”
“Ada apa?”
Kelvin tiba-tiba keluar di kamarnya. Aku tidak menunggu lama dan tentu saja aku pun mencari kesempatan untuk membuatnya luluh dan sedikit cairan air mata palsu.
Aku langsung berlari dan memeluknya erat, ”Kelvin, kau taukan bagaimana sikap Brian terhadapku, dia tadi mencoba lagi ingin membunuhku, aku sangat takut Vin, dia sangat kejam.”
“Lalu apa hubungannya denganku?”
“Tentu saja ada hubungannya Vin, kau harus membantu ku mohon, apalagi kau sendiri tahu aku sedang mengandung anakmu, bukankah kita berdua juga memiliki hubungan, oh ya bolehkah aku meminta dibuatkan susu dingin aku haus.”
“Bik, buatkan susu dingin untuk wanita ini dan untukku cukup kopi luwak saja,” ucap Kelvin pada pelayan tersebut, mereka memang masih berada di dekat kami.
“Baik Tuan.”
“Apalagi yang kau rencanakan sekarang Elie? Kau memang tidak jera, seharusnya dulu aku langsung memasukkan mu kedalam penjara,” ucap Kelvin.
“Hey kau tidak bisa seperti itu denganku Vin, kau ingat jika aku sedang mengandung anakmu jadi jangan lupakan itu,” sahutku tidak ingin mengalah.
“Itu bukan anakku Elie! Hari itu adalah kesalahan jadi tidak mungkin kau langsung mengandung, jangan membodohi ku, justru itu anak Brian!” geram Kelvin.
‘Sepertinya Kelvin tidak mempan dengan caraku ini, aku harus merayunya lebih banyak lagi,’ batin Elie.
“Kau harus tahu, Brian itu sangat tidak becus dalam urus membuatku bergairah, dia justru tidak bisa seperti dirimu. Aku sendiri bahkan tidak merasakan sensasi apapun dengannya, jadi ini jelas-jelas anakmu sudahlah Vin jangan terus berdebat aku tidak mau,” aku harus bisa terus menipunya.
“Kau pikir aku peduli denganmu Elie? Tidak akan sedikit pun aku peduli denganmu!” bentak Kelvin.
“Terserahmu saja, sebentar ya Vin ponselku sepertinya ketinggalan di mobil, sebentar ya.”
‘Wanita ini pasti sedang merencanakan sesuatu untukku, aku tidak boleh lengah,’ batin Kelvin.
Aku pun pamit dari hadapan Kelvin, sebenarnya bukan ingin mengambil ponselku tapi justru aku beranjak menuju ke dapur. Saat itu aku sedang melihat seorang pelayan sedang memasukkan kopi kedalam minuman Kelvin, tentu saja aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini, lalu aku menjatuhkan cincin tidak berada jauh dari tempat tersebut.
Aku pun mendekati pelayan tersebut dengan wajah sedikit kebingungan. “Bik, bisa bantu aku, cincinku jatuh sepertinya tidak jauh dari sini, aku capek udah cari dari tadi.”
“Baik Nyonya, tunggu sebentar ya.”
Pelayan itu menurut dan mencarikan yang aku minta, tidak menunggu lama aku langsung memasukkan satu tetes obat perangsang kedalam kopi yang hampir siap. Lalu aku pun berpura-pura kembali mencari cincinku sampai akhirnya aku temukan.
“Makasih ya Bik,” ucapku seraya tersenyum.
‘Dasar bodoh!’ batin Elie.
Aku pun kembali ke kamar Kelvin, kulihat dia sedang sibuk dengan ponsel di tangannya, ternyata dia masih berada di kamar dan sepertinya memang menungguku.
“Kelvin.” Ia pun menoleh mendengar panggilan dariku.
Aku lalu duduk tepat disampingnya. Dia tidak menyapa ku kembali dan lagi-lagi sibuk dengan ponselnya.
“Kelvin, sebenarnya aku kesini itu ingin meminta bantuan mu tapi kau sama sekali tidak ingin menginginkan kedatangan ibu dari anakmu ini,” ucapku mencoba mencari perhatian darinya.
“Ngomong apa sih nggak jelas banget,” sahut Kelvin seakan tidak mengerti dengan maksudku.
“Kelvin! Aku udah capek-capek ngomong, aku mau kamu membantuku dan setelahnya aku janji tidak akan mengganggumu lagi.”
‘Sayang sekali Vin, justru setelah ini aku akan semakin mengganggumu,’ batin Elie.
“Aku tidak percaya denganmu Elie, kau seperti siluman ular buatku sangat berbisa meskipun kau sedang mengandung anakku tapi itu juga tidak membuat hatiku berpaling, kau sama sekali tidak bisa dipercaya,” ungkap Kelvin sedikit kesal.
“Kelvin, seharusnya kau sadar aku seperti ini denganmu karena aku mencintaimu dan bahkan aku rela mengandung anakmu ini itu adalah demi kita,” aku terus mencoba membuatnya yakin.
‘Meskipun aku tidak pernah sama sekali hamil anakmu atau anak siapapun,’ batin Elie.
Perdebatan aku dengan Kelvin terhenti sementara karena salah seorang pelayan sedang memberikan minuman untuk kami berdua.
≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈
Kali ini aku kembali membawa kisah Elie dengan Kelvin, jangan lupa terus dukung aku sebab didepan akan ada kejutan episode-episode tentunya dukung aku serta berikan vote untukku sebanyak mungkin biar aku bisa gila update.