Terpaksa Menikahi Atasanku

Terpaksa Menikahi Atasanku
Eps 57. Tidak ingin kelelahan


Happy reading.


≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈


Zoya dan Kelvin, sudah kembali ke Perusahaan, mereka berjalan beriringan, dan sesekali Kelvin melirik kearah sahabatnya. Mengambil pandangan tanpa diketahui oleh sahabatnya.


Mereka lalu memasuki ruangan masing-masing. Tidak lupa Zoya mengunci pintu, lalu ia terduduk lemah, pekerjaannya yang masih banyak dan juga pikirannya masih dipenuhi oleh suaminya. Dia ingin cepat pulang dan melihat Reiner, rasa rindu tentu saja ada. Bagaimana tidak mungkin, sebab Zoya sangat mencintai pria itu.


Tidak ingin terus menerus terdiam, ia bangkit berniat ingin mengerjakan pekerjaan dengan cepat tapi saat ia bangkit, rasa sakit diperutnya kembali, rasanya seperti dililit. Sesekali tendangan ia rasakan tapi sungguh menyakitkan.


Ia memegang perutnya. "Diamlah nak, Mommy ingin berkerja jangan membuatku kesakitan ....," ia berbicara sendiri dengan kandungannya. Sia-sia rasa sakit itu terus membuatnya kesulitan dan amat pedih, ia terjatuh, rasa sakit sangat kuat membuatnya susah untuk bergerak.


"Bagaimana ini apa yang harus kulakukan? Ah Kelvin, ia Kelvin, aku harus menghubunginya." Zoya sangat panik, ia takut terjadi sesuatu dengan bayi kembarnya, lalu ia mengambil ponsel dan mencari nomor Kelvin dengan gerakan bergetar.


Beberapa saat menunggu panggilan pun tersambung. "Ia Zoe, ada apa?" ucap Kelvin dari balik ponselnya.


"Vin, cepet kesini, a-aku ... tidak kuat lagi, sakit ....," ucap Zoya lalu mematikan panggilan sebelah pihak.


Kelvin tahu sesuatu sedang terjadi dengan sahabatnya, ia bergegas berjalan dari ruangannya, meskipun tidak terasa jauh tapi karena rasa panik membuatnya seperti berlari sangat lama. Didepan ruang Zoya, ia mengendor pintu dengan sedikit kerasa.


Zoya merangkak naik, dengan perlahan-lahan ia bangun, tapi ia kembali terjatuh karena tubuhnya sangat lemas. Tidak ingin membuat Kelvin menunggu lama, ia akhirnya bergeser dengan sangat pelan hingga akhirnya pintupun terbuka.


Kelvin yang sejak tadi memang sudah panik, ia mendekati Zoya dengan cepat. "Zoe, apa yang sakit?"


"Perutku s–sangat sakit Vin, aku tidak tahu kenapa," ucap Zoya bergetar.


Tidak menunggu waktu lama, Kelvin langsung menghubungi keamanan di perusahaannya untuk mereka segera menyiapkan mobil. Lalu Kelvin langsung membopong Zoya yang terlihat sudah sangat lemah.


Kelvin tergesa-gesa menuju mobil. Dan terpaksa ia menyuruh karyawannya untuk menjadi sopir. Ia terus menatap Zoya dengan cemas. Pikirannya pun berhenti berpikir, mobil pun melaju dengan kecepatan maksimum.


Tidak waktu lama sampailah di rumah sakit terdekat. Kelvin lalu membopong tubuh Zoya, mereka langsung menuju ketempat ruangan ibu hamil. Dokter pun langsung memeriksa kondisi Zoya. Sekitar beberapa lama, Dokter memanggil Kelvin untuk ikut serta masuk kedalam ruangan.


Kelvin pun menuruti, ia sudah berada dalam ruangan tersebut. Dokter melirik kearahnya. "Anda suaminya?"


"Iya Dok, saya suaminya, lalu bagaimana keadaan istri saya, ini sudah kedua kalinya terjadi," ucap Kelvin mantap. Zoya menatap Kelvin dengan binggung.


"Baiklah saya jelaskan sedikit penyebab kesakitan ini, menurut yang saya cek istri Anda mengalami nyeri yang sangat kuat. Pergerakan janin terasa lebih intensif pada ibu bayi kembar. Dengan pergerakan ini, biasanya akan muncul rasa nyeri hebat baik di rahim atau dada ibu, karena terkena siku atau kaki bayi. Ini memang sangat sering terjadi, apalagi jika mengandung bayi kembar, istri Anda akan sangat cepat kelelahan, dan juga hamil anak kembar akan mendorong diafragma, sehingga seringkali membuat ibu terengah-engah. Hal ini sebenarnya wajar bagi ibu yang hamil anak kembar," Dokter menjelaskan dengan teliti.


"Jadi dokter, apa itu akan membahayakan istri saya?" tanya Kelvin.


"Tidak, itu memang sudah kendalanya, istri Anda baik-baik saja begitupun dengan calon bayi kembarnya. Hanya saja jika merasa sangat kesakitan segera cek perkembangan janin dengan teratur, dan saya akan berikan obat penghilang nyeri," ucap Dokter tersebut.


Dokter itupun sedang membuat resep obat, Kelvin pun mendekati Zoya, dan berdiri disampingnya. "Kau tidak apa-apa Zoe? Apa sekarang masih terasa sakit?"


Zoya menggelengkan kepalanya. Lalu dokter pun kembali dan memberi beberapa obat serta vitamin untuk ibu hamil tersebut.


"Silahkan Pak, bisa langsung urus pembayarannya, saya permisi dulu," ucap Dokter tersebut lalu pergi meninggalkan ruangan.


Kelvin mengambil sebotol minuman yang sedari tadi sudah ia pesan kepada bawahannya. Lalu ia memberikan obat serta air langsung di sana berharap agar sahabatnya cepat membaik. Zoya pun menurut tanpa membantah, ia langsung meminum apa yang diberikan.


Kelvin lalu mengutus bawahannya untuk membayar semua tagihan rumah sakit, lalu Kelvin fokus dengan sahabatnya. Zoya yang sudah sedikit membaik. Ia melirik Kelvin yang sekarang berada disampingnya. "Kenapa kau berbohong Vin?"


"Aku, berbohong apa Zoe?" sahut Kelvin.


"Kau lupa Vin, sejak kapan kita menikah?" ucap Zoya dengan sedikit tersenyum.


"Ah itu, tidak ada Zoe, hanya ingin mengakuinya saja," ucap Kelvin seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Zoya pun tertawa melihat tingkah sahabatnya, begitupun sebaliknya Kelvin tersenyum menutupi rasa malunya. "Jangan terus membuatku malu Zoe!" ungkap Kelvin.


"Ah baiklah," ucap Zoya seraya tersenyum.


"Bagaimana Zoe, apa masih terasa sakit?" ucap Kelvin, disambut gelengan kepala oleh sahabatnya.


"Aku ingin kita pulang Vin, dan jangan beritahu suamiku tentang ini, aku takut jika dia khawatir," ucap Zoya.


Kelvin paham dengan maksud Zoya. "Baiklah Zoe, tenang saja. Bagaimana kalau sebaiknya kau istirahat dulu dirumah dan mulai fokus dengan kehamilan mu, aku tidak ingin kau kelelahan, apalagi jika sampai kondisimu terulang seperti ini."


"Tapi Vin, pekerjaan Perusahaan sedang banyak, belum lagi beberapa proyek sedang kita jalankan itu justru membuatmu sangat lelah jika tidak ada yang membantu," sahut Zoya merasa tidak nyaman.


"Hey Zoe, pikirkan tentang kondisimu bukan tentang perusahaanku, karyawan bisa kupakai untuk mengurusnya sementara, jadi mengertilah Zoe, aku tidak ingin kau kesakitan, aku justru lebih mementingkan mu daripada kondisi kantorku," ucap Kelvin.


Zoya tahu jika Kelvin tidak ingin membuatnya kelelahan tapi percuma jika terus membantah dengan Bos, sama saja sia-sia, sikap Bos yang dimiliki Kelvin memang seharusnya dipatuhi.


Zoya pun akhirnya mengangguk mengiyakan ucapan Kelvin.


"Terimakasih kau sudah mau menurut Zoe, aku akan sering-sering mengunjungimu sampai nanti keponakanku ini lahir, aku tidak sabar menunggunya," ungkap Kelvin.


"Ya Vin, aku sudah tahu. Ayo kembali ke kantor, kita tidak bisa di sini terlalu lama, aku sudah membaik," ucap Zoya.


"Baiklah kita akan pulang tapi bukan ke kantor melainkan langsung ke rumahmu, jangan membantah ingat aku di sini Bos," ucap Kelvin seraya tersenyum.


Seperti ucapan Kelvin tidak ingin membantah, ia pun menganggukkan kepalanya. Lalu mereka beranjak dari ruangan tersebut dan berjalan keluar. Supir sudah menunggu mereka didepan, lalu mereka pergi dari rumah sakit dan menuju ketempat kediaman Zoya.


≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈


Hallo guys jangan lupa terus dukung karya Author, mudah kok, dengan LIKE, KOMEN dan berikan VOTE. Kalian harus memberikan VOTE. Sebab itu akan membuatku untuk lebih semangat dan menghadirkan yang lebih keren. Nah jika kalian penasaran langsung saja seperti yang udah Meldy bilang untuk dukung juga sertakan vote kalian agar Meldy memberikan kejutan-kejutan di setiap episodenya okay.