Terpaksa Menikahi Atasanku

Terpaksa Menikahi Atasanku
66 ~S3 berbaikan


H A P P Y R E A D I N G


“Sudah-sudah! Maaf semuanya sudah membuat suasana jadi berantakan. Aku mau ikut bicara denganmu, kak. Tapi, harus di sini dan satu lagi aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni mu.”


Claudia pun menyetujui untuk ikut bersama kakaknya. Viora bersama yang lain akhirnya memilih untuk menjauh. Suasana serasa tegang saat ketiga orang mulai saling bertatapan. Alice juga ikut dan memilih berdiri di samping Alvero.


“Ayo cepat katakan apa yang ingin kakak bicarakan? Aku tidak punya banyak waktu,” ucap Claudia sembari melipatkan kedua tangan di dadanya.


“Kembalilah bersama kakak, Claudia.” Tanpa basa-basi Alvero langsung meminta.


“Aku tidak mau, Kak. Jika cuma itu yang ingin kalian katakan lebih baik pergilah karena aku tetap tidak akan mau untuk kembali,” sahut Claudia dengan ketus.


“Tapi, kamu harus mau, Claudia. Tempatmu bersamaku kembali bersama keluarga bukan seperti ini.” Alvero terus memaksa kehendaknya.


“Kakak, ingat hari itu kamu bersama ibumu dengan sengaja menentang keinginanku bahkan ibumu tidak suka jika kehadiranku di sana. Jadi untuk apa aku harus kembali, Kak?”


“Ibu sudah pergi dan Papa juga. Sekarang aku tidak ada lagi keluarga selain memiliki kalian berdua. Tepat di hari kamu pergi Papa serangan jantung sampai nyawanya tidak terselamatkan lalu Ibu meninggalkan surat di hari terakhir. Dia bahkan bunuh diri hanya demi ingin kamu kembali. Claudia, aku tahu aku salah sudah menentang hubunganmu tapi, semua itu kulakukan untukmu hanya ingin kamu bahagia bersama orang yang tepat. Sungguh aku tidak bermaksud lain,” ucap Alvero sambil mencoba menggenggam tangan adiknya namun, dengan cepat Claudia menghindar.


Pa-papa pergi? Ya ampun. Aku sungguh tidak berguna seharusnya hari itu aku menahan diri untuk tidak pergi. Maafkan aku,Pa. Tidak bisa melihatmu terakhir kalinya, batin Claudia.


“Begini saja. Aku akan kembali tapi, dengan satu syarat,” sahut Claudia.


“Katakan apa syaratnya? Aku pasti akan mengabulkan permintaanmu, Claudia.”


“Jangan lagi berhubungan dengan wanita ini maka aku akan kembali bersamamu, Kak. Tapi, jika kamu tetap ingin dengannya boleh-boleh saja asalkan kamu menikahi ku dengan Steven,” ucap Claudia tanpa rasa ragu.


“ Claudia! Kamu tidak bisa memintaku untuk pergi dari kakakmu! Aku sedang hamil anaknya dan itu artinya dia keponakan mu!” timpal Alice dengan kesal.


“Santai saja jika memang kamu tidak ingin berpisah dengannya maka jalan pintas hanya ada satu nikahkan aku dengan Steven. Ataupun jika perlu kita menikah bersama. Jadi kupikir syarat itu menguntungkan kedua belah pihak bukan? Kakak, bisa memiliki Alice dan aku bisa mendapatkan Steven. Meskipun sulit tapi, apa salahnya jika kita coba? Walaupun aku tahu hubungan kakak dengan kekasihku tidak begitu baik namun, kita bisa memperbaiki segalanya. Dan setelah menikah kita tidak perlu tinggal bersama supaya kedekatan kita tidak renggang,” ucap Claudia dengan mantap.


Alvero terdiam sambil berpikir sejenak. Ia bahkan menatap Alice hingga akhirnya ia menarik nafasnya memburu. ”Baiklah aku setuju dengan syarat mu. Kita akan menikah bersamaan.”


“Gitu dong jadinya enak kalau akur meskipun aku juga tidak suka dengan wanita pilihanmu, Kak,” sahut Claudia sembari memberikan tatapan sinis kearah Alice.


Alvero pun menyadari jika mereka saling menatap satu sama lain dengan tatapan tajam hingga akhirnya Alvero menarik tangan Claudia dan juga Alice untuk membawa bersalaman.


Claudia terdiam begitu Alice. Mereka saling membuang muka meskipun tangan mereka sedang bersalaman. Hingga membuat Alvero berkali-kali menggelengkan kepalanya namun, tiba-tiba kedua wanita itu saling berpelukan dan menangis terharu.


“Claudia, aku tahu jika aku yang salah di sini. Aku yang telah merenggangkan hubunganmu dengan Steven bahkan dengan kakakmu sendiri. Tapi, aku jujur tidak ingin lagi berpisah dengan Alvero. Aku mencintainya meskipun aku pernah salah memilih jalan tapi, semuanya aku sadar bahwa sesungguhnya orang yang benar-benar aku cinta adalah Ayah dari bayi dalam kandunganku ini,” ungkap Alice dengan tulus dalam pelukan Claudia.


“Aku juga salah, Alice. Aku terlalu keras kepala bahkan hari itu aku pernah mengancam mu meskipun kutahu hubunganmu bersama Steven hanya tidak sengaja terjebak disaat aku belum kembali. Aku memaafkan mu, begitu juga kamu harus memaafkan ku. Kuharap kamu bisa menjaga kakakku dan menghadiahkan aku keponakan yang lucu-lucu,” sahut Claudia.


Alvero tersenyum melihat dua wanita yang telah hadir di hidupnya berbaikan sampai akhirnya dia ikut untuk memeluk mereka. Lalu tiba-tiba Claudia berkata.


“Oh ya, kau tahu aku sudah tidur bersama Steven,” ucap Claudia disela-sela pelukannya hingga membuat Alvero kaget lalu dengan cepat melepaskan pelukannya.


“Dasar brengsek! Dia berani tidur dengan adik perempuan ku. Awas aku harus menemuinya langsung!” kesal Alvero yang langsung berjalan kedalam tanpa mengajak kedua wanita itu.


“Benar, Kak! Kasih Steven pelajaran! Ayo, Alice. Kita ikuti dia,” sahut Claudia sembari tertawa lalu menggandeng tangan Alice.


Tanpa pikir panjang Alvero melangkah lebih cepat hingga sampai didekat Steven berdiri lalu tanpa aba-aba dia menjatuhkan pukulan keras tepat di wajahnya hingga membuat Kelvin bersama Viora terkejut. Lalu kemudian Kelvin pun membalas rasa sakit yang dirasakan oleh temannya hingga akhirnya Alvero juga terkena pukulan keras di tempat yang sama.


“Lo udah enggak waras ya?! Datang-datang main tonjok!” geram Kelvin sembari menarik kerah baju Alvero dengan kasar.


“Dia yang udah enggak waras! Berani-beraninya dia tidur dengan adik gue!” sahut Alvero dengan kasar sembari mengelap darah yang mengalir dari bawah bibirnya.


Saat suasana sedang tegang tiba-tiba Claudia bersama Alice datang sambil tertawa terbahak-bahak hingga membuat semua orang kebingungan dengan tingkah mereka.


“Claudia, apa maksudnya ini? Kenapa kamu berdiam diri di sana? Lihat kekasihmu dengan kakakmu bahkan suamiku ikut-ikutan gara-gara dirimu!” kesal Viora namun, di balas anggukan sembari tersenyum oleh Claudia.


“Ya-ya tidak perlu marah, Viora. Aku memang sengaja benarkan, Alice?” sahut Claudia sambil melirik Alice di sampingnya.


“ Semuanya tolong hentikan perkelahian konyol ini. Ayo kumpul ada hal penting yang ingin kami katakan dengan kalian semuanya,” ungkap Alice yang langsung berdiri di depan bersama dengan Claudia.



Udah update Genk yuk baca!