
Happy reading.
≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈
Aku beranjak dari tempatnya, aku tahu tidak ada gunanya jika sekarang aku menjelaskan semuanya, lebih baik aku memberinya waktu. Badanku terasa lengket, dan aku memutuskan untuk mandi. Singkat kata tidak beberapa lama aku sudah selesai menuntaskan tugasku.
Gelapnya malam cahaya bulan masuk menyinari kediamanku, begitu juga keadaanku yang sudah sangat tidak menentu, hatiku terus gelisah, perutku sudah terlihat lebih besar, sudah memasuki usia lima bulan. Waktu sudah memasuki pergantian hari, tapi aku sama sekali belum mengantuk, biasanya aku sudah terlelap saat ini.
Pikiranku tidak jelas, bayangan yang terus menganggu pikiranku. Mencoba rileks sebisa mungkin dan aku beranjak pergi untuk melihat siaran televisi. Harus kantuk harus dilawan. Aku sendirian melihat siaran televisi yang tidak jelas sama sekali, sedangkan suamiku sudah sangat puas tertidur. Tiba-tiba suara nyaring menganggu fokus ku menonton.
Kringg ... Kringg .... Kringg.
Panggilan masuk dari orang yang sangat kukenal. Aku langsung mengangkatnya. "Hallo Vin."
"Hey kau belum tidur ternyata," ucap Kelvin dari balik ponselku.
"Ya aku tidak bisa tidur, aku juga bingung, dan sekarang aku memilih untuk menonton. Kau sendiri kupikir sudah tidur," sahutku.
"Belum juga Zoe, aku tidak bisa tidur pikiranku sangat tidak enak terus memikirkan mu, boleh bukan aku jujur," ucap Kelvin dan terkekeh.
"Ternyata kau suka sekali mengikuti cara berpikir pikiranku," sahutku garing.
"Tentu saja aku kan mencintaimu hehehe aku tahu kau sudah tahu, ah ya bagaimana dengan suamimu apa kalian sudah baikan?" tanya Kelvin.
"Belum Vin, mungkin besok aku akan menjelaskannya dan aku tahu kau memang mencintaiku," sahutku seraya tersenyum.
"Oh jadi ternyata kalian saling mencintai! Ah aku sangat bodoh tidak tahu ini sejak dulu," suara keras dari arah lain yang membuatku bingung, dan bisa kutebak suara itu adalah suamiku.
"Siapa itu Zoe aku seperti mendengar suara orang berteriak, kau tidak apa-apa?" tanya Kelvin gelisah.
Aku sudah menebak jika itu suaraku. "Maaf Vin sudah dulu ya," dengan cepat aku mematikan ponsel agar Kelvin tidak lagi bisa mendengar jika nanti ada kami akan berdebat.
Aku melihat suamiku tidak berada jauh dari dekatku, entah sejak kapan ia berada di sini aku sendiri tidak tahu. "Mas, sudah lama bangun?" tanyaku dan berjalan lebih mendekat kearahnya.
"Kenapa kau takut? Sudah terpergok dua kali, ah sku tidak habis pikir denganmu," ucapnya pelan tapi mematikan. Lalu ia berjalan meninggalkanku mematung melihatnya.
Dengan tergesa-gesa aku mengikutinya dari belakang lalu ia memasuki kamar, saat aku mulai masuk kamar dengan cepat ia menutup pintu dan menguncinya bersamaan dengan aku masih berada diluar. Aku mencoba membuka pintu dengan mengetuk dengan keras. "Mas buka pintunya!"
Aku masih setia berdiri didekat pintu belum ingin beranjak dari sana. "Mas buka pintunya, aku mohon! Aku bisa jelaskan semuanya kau hanya salah paham!" ucapku terus-menerus mencoba agar dia mengerti.
"Aku tidak ingin penjelasan apapun darimu, aku sudah tahu semuanya! Pergilah dari depan kamarku, aku tidak ingin mendengar lagi ucapanmu!" ucap Reiner berteriak dari dalam kamarnya.
"Aku tidak ingin pergi! Ayolah keluar dan kita selesaikan baik-baik, mas! Kau hanya salah paham denganku, aku dan Kelvin itu tidak ada apa-apa, aku hanya mencintaimu percayalah denganku!" ucapku, segala tenaga ku keluarkan, berteriak agar dia mendengarnya.
"Mas kumohon! Buka pintunya, diluar juga sangat dingin, aku kedinginan," ucapku dengan jujur.
Tetap saja Reiner tidak menjawab ucapanku, sebaliknya ia malah membisu, seakan tidak mendengarkan apapun yang ingin kukatakan tapi aku tidak menyerah aku terus mencoba. "Sampai nanti aku akan tetap menunggumu di sini mas jadi keluarlah, ku mohon."
Tindakanku sia-sia, ia tetap tidak ingin mendengarkan apapun yang keluar dari mulutku. Tidak ada lagi suara yang terdengar dari Kamarnya mungkin ia sudah terlelap dalam tidurnya. Aku masih di sini menunggunya terduduk diam dan menangis dengan pelan agar ia tidak mendengarnya.
Pikiranku sangat bingung belum lagi kondisi cuaca yang sangat tidak menentu, aku sangat kedinginan, hawa dingin terus masuk menusuk tubuhku. Tidak ada satupun selimut yang bisa kupakai, aku terus meratapi kedinginan ini, memeluk tubuhku sendiri agar hangat.
‘Seharusnya aku yang marah mas bukan kamu, justru aku sekarang yang sedang tersakiti, kau seharusnya mendengarkan ucapanku dulu kau sendiri yang mengatakan kalau setiap ada masalah kita harus selesaikan dengan baik tapi sekarang kenapa kau melanggar ucapanmu sendiri?' batin.
Tidak ada cara lain, akupun memutuskan untuk meminta bantuan dari Tuhan. Berjalan kesatu tempat suci yang memang kami sediakan untuk berdoa dan mematuhi ajaran agama kami. Memang dalam rumahku tersedia ruang khusus sebab jika sewaktu-waktu kami tidak sempat untuk pergi ke Gereja.
Aku berjalan melangkah menuju ketempat itu dengan mata yang masih menangis, aku berdiam, menutup mata, dan memohon dalam hati. ‘Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah aku kekuatan agar mampu melewati semua pahitnya kehidupan.’
Doaku selesai tapi aku masih berdiam diri menunggu sejenak saat menemui Tuhanku. Lalu setelahnya aku ke dapur meminum air untuk melegakan diriku. Hatiku sedikit tenang setelah semuanya aku lakukan untuk mencoba membuat diriku lebih nyaman. Lalu aku melangkah keruang tamu berniat ingin tidur.
Rasa kantuk telah datang menghampiriku, waktu pun sudah memutarkan arah untuk menyambut hari yang baru. Aku berniat tidur di sofa, dengan perlahan mataku terpejam menyambut mimpi yang akan datang. ‘Semoga besok pagi ku lebih baik.’
Sampai aku benar-benar tertidur. Tidak lama dari tidurku aku bermimpi seperti ada seseorang yang datang dan menyelimuti tubuhku. Tapi aku tidak tahu jelas wajah orang tersebut dari dalam mimpiku.
******
Sesungguhnya kebahagiaan itu tak abadi. Di balik gelak tawa, tak terhitung berapa kali pertengkaran dijalani, rasa cemburu yang membakar, posesif begitu meningkat, kecurigaan menjadikan hari-hari seperti penuh kerikil tajam untuk dilewati dan sebagainya.
≈≈≈≈≈≈≈≈≈
Hallo guys jangan lupa terus dukung karya Author, mudah kok, dengan like, komen dan berikan vote. Kalian harus memberikan vote. Sebab itu akan membuatku untuk lebih semangat dan menghadirkan yang lebih keren. Nah jika kalian penasaran langsung saja seperti yang udah Meldy bilang untuk dukung juga sertakan vote kalian agar Meldy memberikan kejutan-kejutan di setiap episodenya okay.