Terpaksa Menikahi Atasanku

Terpaksa Menikahi Atasanku
Eps 52. Reiner Joe Notern.


Happy reading.


≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈


Sampai aku benar-benar tertidur. Tidak lama dari tidurku aku bermimpi seperti ada seseorang yang datang dan menyelimuti tubuhku. Tapi aku tidak tahu jelas wajah orang tersebut dari dalam mimpiku.


(Reiner Joe Notern)


Sudah beberapa hari hatiku dibuat tidak menentu oleh istriku, dia terus-menerus mendiamkan aku padahal kesalahanku saja aku tidak tahu jelas dengan tiba-tiba dia mendiamkan aku seenaknya saja. Kami saling tidak menyapa, aku muak melihatnya bertindak seperti itu, mendiamkan aku dan tidak ingin jujur denganku.


Sampai akhirnya aku pun melakukan hal yang sama. Saling tidak peduli satu sama lain. Meskipun aku diam-diam perhatiannya dengannya. Sebab bagaimanapun dia istriku apalagi sekarang dia sedang mengandung anakku. Hal-hal kecil yang dilakukan tetap aku pantau meskipun dari jarak jauh.


Aku tidak tega jika harus membiarkannya. Tapi saat aku memberinya kebebasan justru dia semena-mena. Meskipun aku tidak memperlihatkan perhatian langsung untuknya tapi apa balasan yang ku terima. Kesalahanku saja aku tidak tahu pasti dan sekarang aku harus melihatnya berdua dengan pria lain yang memang aku tahu pria itu memiliki perasaan terhadapnya.


Hingga aku harus berakhir di sebuah Club untuk membuat pikiranku kembali tenang, meskipun setelah minum banyak aku tidak tahu apa-apa lagi. Dan akhirnya aku terbangun sudah berada di rumah. Tapi yang membuatku kesal, pertama kali aku bangun dan melihat wajah istriku tapi pikiranku malah membayangkan dia sedang bersama pria lain.


Dan lagi aku menemukannya tengah malam sedang menghubungi pria lain tapi pembahasan mereka sangat tidak masuk akal membuat darahku naik dalam sekejap. Amarahku saat itu tidak dapat ku kendali. Aku tidak memperbolehkannya untuk masuk ke kamar hingga membuatnya menangis dan merengek-rengek meminta maaf kepadaku dan menjelaskan apa yang terjadi.


Tapi tetep saja aku tidak mau mendengarkan ucapannya sampai aku tidak mendengar lagi rengekany dari balik pintuku. Mungkin saja dia kelelahan pikirku saat itu. Lalu aku mencoba memastikan dan ternyata benar dia tertidur dan terlihat sangat kelelahan. Aku datang menyelimutinya, aku merasa tidak nyaman melihatnya tidur di sofa dalam keadaan perutnya yang gemuk karena berisi.


Inginku membopongnya dan membawanya ke kamar tidur bersamaku tapi gengsi ku terlalu tinggi sebab dalam keadaan sedang bertengkar. Lama aku menatapnya yang sudah sangat nyenyak, mengusapkan rambutnya dengan perlahan dan mencium keningnya. ‘Tidurlah sayang semoga hubungan kita cepat membaik seperti dulu.’


Aku merasa tidak nyaman untuk tidur nyenyak di kasur yang empuk dan lembut. Lalu aku memutuskan untuk tidur didekatnya meski di sofa yang berbeda. Ingin tetap menjaganya walaupun keadaan rumahtangga kami sedang diuji. Meskipun rasa gengsi ku sangat berat tapi karena cintaku tetap ada untuknya.


*****


Esok harinya aku terbangun, kulihat kearah jam sudah menunjukkan pukul 06:00. Tidurku sangat nyenyak. Aku bangun melihat istriku dia masih tertidur pulas, tidak berniat untuk menganggu tidurnya, tentu dia sudah sangat kelelahan, biasanya dia lebih cepat bangun daripada aku. Aku berjalan melangkah menarik gorden agar rumahku terlihat indah. Kulihat sinar mentari menyinari pagi, seperti memberi semangat padaku hari ini. Untuk menjalani hidupku yang penuh masalah ini dengan ditenangkan oleh suasana hati.


Aku mulai mengambil beberapa bahan, lalu membuat sebisa mungkin yang aku bisa berhubung istriku masih tidur. Dan yang ingin kubuat dengan bahan yang simple, tidak ingin rumit. Membuat omelette ikan. Cocok untuk penambahan gizi kandungan istriku. Meskipun tidak terlalu terbiasa tapi aku harus membuatnya.


Seketika ide cemerlang keluar dari pikiranku. Mengambil ponsel dan membuka YouTube melihat bagaimana cara membuat omelette ikan. Sambil melihat kelayar ponsel dan membuat itulah yang kulakukan.


Cringgg ... Cringgg. Suara spatula dari genggaman tanganku. Sangat lincah kulakukan meskipun aku tidak tahu akan rasa dari sajian makananku ini. ‘Ah, andai istriku bangun dan melihat apa yang kulakukan sekarang pasti dia kagum melihatnya, bukan cuma tampan yang ku punya tapi menjadi seorang chef ternyata berbakat juga untukku, meskipun hanya chef gadungan.’


Pikiranku melayang terlalu berlebihan. Imajinasi ku tidak bisa membatasi apa yang ingin kupikirkan meskipun itu hanyalah angan-angan. Tidak butuh waktu lama masakan yang kubuat sudah bisa disajikan. Aku sedikit menghiasnya tapi tidak ingin merasakannya, aku takut akan rasa tidak akan sama dengan bentuknya yang terlalu indah kuhias.


Sarapan sudah ku sajikan lengkap dengan dua gelas susu formula untuk pertumbuhan gizi kandungan istriku. Dan juga satu gelas lagi susu khusus ibu hamil untuknya. Semuanya sudah tertata dengan rapi. Aku melirik jam sekarang tepat pukul 08:00.


‘Jadi memasak ku butuh waktu dua jam hanya untuk membuat satu bahan mudah, ah aku tidak suka dengan chef.’ Pikiranku terlalu aneh.


Aku berjalan melangkah menuju keruang tamu ingin melihat istriku. Ternyata dia masih tidur. ‘Sudahlah aku tidak ingin mengganggunya.’ Hatiku memang sedikit kesal dengannya tapi perhatikan ku tidak akan hilang untuknya meskipun aku sering berkata kasar namun jauh dari lubuk hatiku, aku selalu ingin berada didekatnya.


Seperti saat ini melihatnya ketiduran seperti itu membuatku ingin berada disampingnya dan memeluknya. Tapi kembali lagi gengsi ku terlalu tinggi sebab aku sedang marah dengannya. Jam menunjukkan pukul 08:30 waktunya aku harus bergegas untuk bersiap-siap bekerja. Biarpun aku bos tapi tentu harus menunjukkan yang terbaik kepada setiap bawahan ku agar mereka juga disiplin dengan pekerjaan mereka.


Tidak menunggu lama aku pun beranjak dari tempat semula dan bergegas masuk ke kamar mandi. Menuntaskan semua yang ingin kulakukan. Selang beberapa menit selesai sudah acara mandi ku. Semuanya sudah rapi ku kenakan. Aku pun bergegas beranjak ketempat dimana istriku berada. Dan saat kulihat dia tetap masih tertidur. Tidak ingin mengganggu tidurnya. Memberi satu kecupan sebelum berangkat ke kantor.


******


Mungkin karena matanya, mungkin karena senyumnya. Mungkin karena dia apa adanya, aku jatuh cinta kepadanya. Namun aku hanya bisa saat ini diam-diam perhatian untuknya tanpa dia ketahui.


≈≈≈≈≈≈≈≈≈


Hallo guys jangan lupa terus dukung karya Author, mudah kok, dengan like, komen dan berikan vote. Kalian harus memberikan vote. Sebab itu akan membuatku untuk lebih semangat dan menghadirkan yang lebih keren. Nah jika kalian penasaran langsung saja seperti yang udah Meldy bilang untuk dukung juga sertakan vote kalian agar Meldy memberikan kejutan-kejutan di setiap episodenya okay.