
Happy Reading
(Zoya Khalisa More)
Kelvin sudah diperbolehkan untuk pulang karena lukanya sudah sedikit membaik. Aku dan Reiner sedang menjemputnya untuk pulang kembali ke kediaman. Dokter sudah memperbolehkan ia pulang lantaran kesehatannya sudah stabil hanya menunggu luka yang sedikit lagi tinggal mengering.
Mobil kami melaju didepan diikuti dengan tiga mobil lainnya yang berjaga dari belakang. Terlihat Kelvin merenung sembari melihat ponselnya terus-menerus. Tiada hentinya ia memegang layar kosong didepannya seperti sedang menunggu sebuah balasan yang tidak kunjung datang. Aku sendiri penasaran dan berinisiatif bertanya.
“Hey, apa yang sedang kamu lihat? Dari tadi kamu hanya mengamati ponsel tapi tidak dinyalakan.”
“Ah ini, aku tadi mengirimkan Viora pesan tapi sepertinya tidak ada balasan. Kupikir nomernya sudah diganti tapi sepertinya tidak! Mungkin dia memang tidak ingin membaca pesanku.” Kelvin mengeluh sembari menjauhkan ponselnya mungkin karena putus asa.
“Mungkin Viora sedang sibuk dan dia tidak sempat membaca pesanmu, positif thinking saja. Ah ya bagaimana dengan ulangtahun mu apa kamu setuju jika kita mengadakannya di gedung?” Aku sengaja mengalihkan pembicaraan agar Kelvin tidak terus-menerus merasakan kegalauan.
“Benar yang dikatakan istriku yang cantik ini, sebagai sesama Pria kita tidak boleh cepat putus asa dan berpikir terlalu negatif, mana tahu gadis kecilmu tidak melihat ponselnya. Lagipula lihatlah pengorbanan cintaku pada istriku ini, bukan begitu sayang?” Reiner justru menyambungkan pembicaraan kami dengan gaya sedikit bercanda.
“Gombalan macam apa itu? Aku ingin muntah. Zoe sepertinya aku ingin pingsan mendengar suamimu ini,” canda Kelvin disertai tawa mengejek darinya.
“Gini-gini aku di sayang istri, bukan begitu sayang?” Reiner sama halnya tidak ingin mengalah.
“Duh kalian ... iya Bee, kamu suami yang baik dan Kelvin sahabat yang baik. By the way aku ingin mendengarkan musik saja.” Mencoba mengalihkan perhatianku karena aku tahu jika mereka sudah mulai saling mengeluarkan lelucon maka tidak akan ada habisnya.
“Ah istri gua,” rengek Reiner.
Terdengar tawa yang begitu keras dari Kelvin, saat Reiner mengeluh. Mereka akhirnya sama-sama diam tidak lagi yang saling mengeluarkan lelucon, tapi aku seperti ketinggalan satu hal yang sedari tadi aku ingin coba tanyakan. Namun tidak sia-sia setelah berpikir banyak aku akhirnya mengingat satu hal yang penting.
“Vin! Aku hampir lupa, bagaimana kalau ulangtahun mu besok kita rayakan di gedung saja?”
“Apa sebaiknya tidak dirayakan saja Zoe? Rasanya aku tidak semangat merayakan pesta tanpa kehadiran Viora, kupikir setelah sembuh aku akan langsung terbang ke New York,” ucap Kelvin pasrah.
“Evin ... hey hilangkan sikapmu yang pasrah seperti itu aku jujur tidak menyukainya. Lagipula tidak mungkin kita tidak merayakan pesta, kamu sendiri adalah orang besar yang berpengaruh di kalangan banyak orang. Ayolah jangan seperti itu biar nanti suamiku yang ikut membantumu, setelah itu baru terserah mau kamu langsung terbang menemui Viora itu urusanmu.”
“Istriku benar Vin, sangat disayangkan kalau Lo nolak niat baik Zoya, apalagi gua udah mau bantuin Lo,” timpal Reiner yang juga memihak padaku.
“Okay deh gua mau.” Akhirnya Kelvin menyetujuinya.
“Gitu dong, jadinya aku senang. Okay nanti kamu cukup tinggal terima beres aja biar semuanya kami yang siapin.”
“Iya deh iya ....”
Ada rasa senang di hatiku saat Kelvin sepakat dengan rencana ku. Hingga tidak terasa akhirinya kami sampai di kediaman Kelvin.
“Mampir dulu yuk! Minum-minum dulu gitu,” ajak Kelvin.
“Okay deh.”
Aku menyetujui ajakannya. Setibanya di dalam kediaman. Kami semua membahas tentang pesta yang akan di adakan nanti, hanya ingin tahu dekorasi seperti apa yang akan Kelvin inginkan selebihnya tidak ada hal lain karena semua akan kami siapkan sesuai pesanan.
“Bee, sebentar yah aku hubungi temenku dulu,” ucapku seraya pergi dari hadapan mereka berdua.
Reiner dan Kelvin mengangguk-anggukkan kepalanya lalu aku pun mencari nomer Claudia karena aku ingin mengundangnya langsung begitupun Steven.
“Ah Zoya, ada apa Zoe?” sahut Claudia dari balik ponselku.
“Oh ini Claudia, jika berkenan kamu bisa nggak datang ke pesta ulangtahun temenku? Soalnya nih acaranya mendadak banget jadi aku ngga sempat undang kamu langsung kesana.”
“Pesta?! Wah asyik dong ... siap Zoya, aku pasti datang. By the way pestanya kapan?” tanya Claudia dengan ceria.
“Besok malam, bagus dong kalau gitu. Ah ya sekalian yah undang Steven juga. Maaf banget nih aku beneran nggak bisa datang kesana, ngga apa-apakan?”
“Tenang Zoya, aku pasti bakalan bilang kok!” jawab Claudia dengan semangat.
“Yaudah kalau gitu aku ikut senang, udah dulu ya Claudia, aku mau balik lagi siap-siap.”
“Siap Zoya.”
Aku senang akhirnya mereka menerima undangan ku. Karena waktu terbatas dan juga pesta dilakukan mendadak jadi hanya disiapkan undangan untuk kalangan atas seperti para petinggi Perusahaan dan juga teman-teman senior dari Kelvin.
Aku pun kembali ketempat Reiner dan Kelvin berada lalu duduk disamping suamiku.
“Senang banget, telepon siapa tadi sayang?” tanya Reiner penasaran.
“Ah itu temenku Bee namanya Claudia, lagian aku udah janji sama kamu buat undang temenku sekalian.”
‘Claudia? Apa mungkin Claudia temanku? Tapi apa iya Zoya sampai kenal, rasanya aku belum pernah cerita tentang dirinya,’ batin Reiner.
“By the way sejak kapan sayang ada teman namanya Claudia? Aku baru tahu." Terus-menerus Reiner bertanya hingga membuatku sedikit penasaran.
“Belum lama ini sih Bee, tapi kok kamu kayaknya penasaran banget pas denger nama Claudia, dulu saat ada temanku Vanny reaksi kamu biasa aja.”
“Oh itu, ngga ada sayang soalnya itu temanku juga ada namanya Claudia, yah ... kali aja orangnya sama atau cuma kebetulan,” jawab Reiner membuatku paham.
“Jadi kamu ada temen juga namanya sama?! Teman kantornya yah Bee?”
“Oh bukan sayang, dia nggak kerja kantor. Dia teman lamaku dulu nanti deh sampai rumah aku ceritain yah.”
“Kalian lagi ngomongin apasih? Serius banget!” timpal Kelvin dengan tiba-tiba.
“Lo ngga bakal ngerti Vin, udah sana mending Lo istirahat deh lagian juga kaki Lo masih sakit tuh,” sahut Reiner.
“Bilang aja pelit ngga mau kasih tahu, huuf.”
“Udah-udah! Ihhh kalian ini suka banget ribut. Kelvin mending kamu istirahat jangan banyak dulu gerak bener kata suamiku biar nanti pas pesta kamu berlangsung kakimu jadi lumayan cepet sembuh lagian sebentar lagi kami bakalan pulang.”
“Yaudah deh Zoe, kalau gitu aku istirahat dulu yah. Kalian pulangnya hati-hati tuh.”
“Iya Kelvin, cepat sembuh bye-bye.”
* * * * *
Hallo guys ... kali ini konflik besar akan menanti kalian mulainya dari Claudia, Elie dan sampai perjuangan cinta Kelvin. Note: Selalu ada episode kejutan guys