Terpaksa Menikahi Atasanku

Terpaksa Menikahi Atasanku
Eps 23. Cemburu


Betapa senangnya hati Reiner mendengar istrinya telah berbadan dua. Ia langsung memeluk dan mencium istrinya. Zoya kebingungan melihat tingkah suaminya. "Mas kamu kenapa?" ujar Zoya berusaha melepaskan pelukannya. Reiner masih tidak bisa berhenti tersenyum. "Kenapa malah senyam-senyum kamu aneh banget."


"Sayang kamu sebentar lagi bakalan jadi Mommy!" Ujar Reiner dan terus memeluk istrinya. "Benarkah mas aku hamil?" Reiner hanya mengangguk mendengar Zoya bertanya dan ia langsung memberikan pelukan lagi untuk istrinya. "Aku bahagia akhirnya aku bisa hamil, bagaimana jika nanti kita buat kejutan untuk Mommy?" Ucap Zoya.


"Ide yang sangat bagus sayang, yaudah yuk kita pulang."


Mereka akhirnya kembali ke hotel, sebenarnya Reiner ingin mengajak satu tempat lagi untuk dilihat oleh istrinya tapi mengingat ia sedang berbadan dua terpaksa harus di urungkan niatnya. Mereka telah sampai di hotel.


Pasangan ini sudah memutuskan untuk kembali ke negeri asalnya, meskipun mereka memiliki kesempatan satu hari lagi untuk melakukan perjalanan liburan. Reiner yang sedang membantu istrinya berkemas dan Zoya sedang bersiap-siap menghias dirinya.


Reiner semua melakukan perkerjaan mulai dari menyiapkan baju hingga menyiapkan sarapan, dia tidak ingin Zoya kelelahan. Singkat kata mereka telah memasuki pesawat terbang, dan ia melihat istrinya sudah tertidur di sampingnya. Ia mencoba untuk melakukan hal yang sama yaitu untuk tidur.


-----------------------------------------------------


Dilain tempat Elie sedang berpikir, ia berjalan bolak-balik seperti orang sedang gelisah. Hingga membuat Brian menghampirinya karena sudah tidak sanggup melihatnya. "Sayang sudahlah kita tunggu saja mereka ada jangan membuat dirimu kebingungan seperti itu!" Brian menarik tangan Elie dan membawanya duduk.


"Aku sudah tidak tahan lagi Brian melihat mereka dan sekarang aku tidak tahu keberadaan mereka dimana, jejak mereka bahkan hilang, apa menurutmu Reiner dan istrinya sengaja menghilangkan diri dari kita?" ucap Elie kesal.


"Aku sama sepertimu sayang tidak tahu, kita tunggu beberapa hari lagi apa mereka berdua memang menghilangkan dirinya atau mungkin saja mereka pergi berlibur sudahlah jangan terlalu dipikirkan setidaknya rencana akan tetap kita jalankan," ujar Brian seraya mengusap pipi istrinya.


"Tapi tetap saja Brian aku tidak tenang sebelum dendam ku terbalaskan lihat saja aku akan membuat mereka menangis darah telah menyakitiku!" Brian tidak menjawab ucapan Elie, dia hanya menjadi pendengar yang baik.


------------------------------------------------


Reiner dan Zoya telah sampai di rumah. Ia langsung membawa barang-barang mereka serta berbagai macam hadiah. "Mas sebaiknya kamu istirahat biar aku saja yang merapikan ini."


"Tidak sayang kau yang seharusnya istirahat, aku tidak ingin istriku yang sedang hamil muda ini kecapean, biarkan aku yang melakukannya," ucap Reiner seraya mencium kening istrinya dan pergi untuk merapikan barang bawaan mereka.


Bukan Zoya namanya jika dia melihat suaminya sendiri yang sibuk, dia memutuskan untuk membantu meskipun suaminya sudah melarangnya. Mereka berdua sama-sama merapikan pakaian serta menghitung jumlah pengeluaran. Meskipun miliader mereka tidak suka boros sampai tidak menghitung pengeluaran.


Rasa lelah akhirnya menghampiri mereka, dan memutuskan untuk istirahat didepan televisi. Zoya yang memakai baju pendek tanpa lengan dan rok mini di atas lutut jelas mampu menampakkan kaki jenjangnya yang indah justru membuat Reiner menelan ludahnya apalagi sedang hamil perut yang sedikit agak buncit lebih membuat lekukan tubuh istrinya sangat terlihat.


"Sayang kamu pakai baju begini sengaja ya godain aku?" ujar Reiner seraya merangkul istrinya. "Jadi kau tergoda denganku ayolah kemari aku sudah menunggumu," ucap Zoya lengkap dengan sedikit gerakan menggoda dan terkekeh. Ia tahu mereka masih belum bisa melakukannya dan suaminya sudah tidak tahan.


Tanpa terasa hari sudah gelap lamanya mereka tertidur. Zoya melihat suaminya masih tertidur nyenyak tidak ingin menganggu nya dan ia bangun bergegas untuk mandi. Beberapa saat kemudian dia telah selesai mandi. Ia mengambil baju dan berganti pakaian selepasnya ia mengambil handphone dan menghubungi Kelvin.


Menunggu Beberapa saat panggilan sampai akhirnya diangkat. Zoya tidak sadar jika suaminya sudah bangun dan menguping pembicaraan mereka dari belakang.


"Hallo Vin lagi dimana kamu?" ucap Zoya.


"Aku sedang dirumah Zoe kenapa menghubungiku kau rindu ya?" ucap Kelvin dari balik ponselnya. "Ya aku rindu Vin hahaha, kau tahu tidak aku sekarang sudah berada dirumah maka dari itu aku menghubungimu"


"Ah aku lambat sekali justru tadi aku langsung menebaknya kalau kau sudah pulang, bagaimana Zoe jika nanti malam aku ke rumahmu?" ucap Kelvin.


"Ya tentu saja kau memang harus kesini ada sesuatu dariku dan juga ada kabar gembira lainnya," Zoya kegirangan tidak sabar bercerita dengan sahabatnya ini. "Wah aku tidak sabar menunggunya darimu dan kau harus memberitahu dulu kepada suamimu aku datang ya," Kelvin tidak kalah senangnya.


"Tenang aku pasti akan memberitahunya, saat ini dia sedang tertidur, Kelvin sudah dulu ya sebentar lagi kau harus datang dan kita akan sarapan disini."


"Baiklah Zoe ucapkan salam ku untuk suamimu" ucap Kelvin dan langsung mematikan sambungan ponsel. Hanya menunggu beberapa saat lain untuk Kelvin datang kerumahnya. Saat Zoya hendak berbalik badan betapa terkejutnya ia langsung berhadapan dengan suaminya, seperti orang yang sedang ketahuan selingkuh saja.


"Kenapa terkejut sayang habis menghubungi kekasih gelap mu ya," ucap Reiner sambil menahan tawanya. "Apa yang kau katakan, aku baru menghubungi Kelvin dan lagi menyuruhnya datang kesini dia juga mengirimkan salam untukmu," ucap Zoya dan mengusap rambut suaminya.


"Benarkah sayang? Ah aku tidak ingin salam darinya, aku terlalu mencintaimu sehingga aku tidak suka dengan Pria itu," Reiner sedikit kesal.


"Terserah mu saja mas yang jelas dia tidak akan merebutku darimu, Ah aku lupa aku harus menyiapkan sarapan nanti Kelvin datang aku menyuruhnya untuk malam disini," ucap Zoya dan bergegas pergi meninggalkan Reiner yang masih mematung melihatnya.


"Lihatlah sampai istriku tidak tahu kelelahan hanya untuk membuat sarapan untuk Pria itu, beruntung sekali dia mendapat perhatian dari istriku," gumam Reiner dan mengikuti istrinya ke dapur.


Reiner melihat istrinya sudah sibuk dengan beberapa alat masak di dapur, ia juga turun membantu tidak mungkin membiarkan istrinya yang sedang hamil muda ini terlalu kelelahan. Ia kagum melihat wajah cantik yang sedang fokus memasak sesekali dia mencoba menggodanya.


*****


Dalam hidup ini tidak hanya peristiwa menyenangkan yang terjadi justru pernah mengalami hal yang tidak menyenangkan. Tak jarang rasa benci dan dendam untuk orang lain muncul. Sama hal dengan wanita satu itu dendamnya sudah tidak bisa ditahan lagi.